Air laut terasa dingin saat tubuh Yura menghantam permukaannya. Rasa sakit yang luar biasa menjalar dari punggung hingga kepalanya. Ia berusaha berteriak, tetapi air asin langsung memenuhi mulutnya. Tubuhnya tenggelam semakin dalam, sementara gaun yang dikenakannya terasa berat dan membatasi gerakan.Yura mengayunkan tangan sekuat tenaga, tapi gelombang ombak terlalu keras menghantamnya, tapi ia tidak ingin mati.Bukan di tempat ini, bukan setelah ia merasa sedikit tenang, bukan setelah Adrian mulai memperlakukannya dengan lembut, meskipun pria itu masih menyimpan luka dan kebencian kepadanya.Bayangan Adrian muncul di benaknya, wajah dingin itu, senyum tipisnya, tatapan yang sulit dibaca. Yura tersentak ketika menyadari sesuatu.Adrian adalah satu-satunya orang yang berada bersamanya di tepi tebing, Adrian pula yang paling mengenal seluruh sudut vila. Ia hanya perlu menunggu waktu yang tepat.Pikiran itu membuat Yura semakin panik. Ia terus berusaha berenang ke permukaan, tetapi tubu
Last Updated : 2026-09-22 Read more