Sinar matahari merayap malas menembus tirai kamar utama. Daren merapikan kancing kemeja kerjanya di depan cermin besar, lalu melirik ke arah ranjang tempat Zea duduk memeluk lututnya dengan tatapan enggan lepas."Zea, hari ini aku harus pergi ke kantor sebentar," kata Daren dengan suara lembut seraya melangkah mendekat dan duduk di tepi ranjang. "Kau di rumah saja ya, istirahat dulu agar tubuhmu benar-benar pulih."Zea langsung menggeleng pelan, menarik ujung kemeja Daren dengan jemarinya yang masih sedikit pucat. "Jangan... aku tidak mau di rumah sendirian, Daren. Bawa aku ke sana, kumohon."Daren menghela napas panjang, menatap manik mata istrinya yang menyiratkan kecemasan sisa mimpi buruk semalam. Pertahanan keras prianya runtuh seketika. Mengingat mereka baru saja berbaikan setelah insiden mengerikan itu, Daren tentu tidak sanggup meninggalkan Zea seorang diri di mansion besar ini."Baiklah, kau boleh ikut," jawab Daren pasrah, mengusap puncak kepala Zea penuh sayang. "Tapi janga
最終更新日 : 2026-09-19 続きを読む