Damian terkekeh sinis, dia menyandarkan punggungnya ke belakang dengan tatapan mengejek. "Mencintai? Kamu terlalu jauh menyimpulkan, Edward. Aku hanya tidak suka ada hal yang lepas dari kendaliku. Itu saja."Edward menatap Damian selama beberapa detik dengan tatapan kasihan yang tak berusaha dia sembunyikan, sahabatnya ini jelas-jelas kehilangan, tetapi terlalu malu untuk mengakui. Edward menghela napas panjang, lalu perlahan berdiri dari duduknya dan merapikan kancing jasnya."Terserah kamu mau mengelak seperti apa, Damian," ujar Edward tenang namun penuh penegasan. "Aku di sini hanya sebagai teman yang mengingatkan. Jangan sampai keangkuhanmu ini memakan dirimu sendiri, sampai akhirnya kamu tersadar saat semuanya sudah terlambat... dan kamu menyesal."Edward menatap Damian yang diam, lalu kembali bicara. “Dan, jangan menyesal jika suatu hari nanti, Sienna benar-benar didapatkan oleh pria lain.”Setelah bicara, Edward berbalik melangkah pergi meninggalkan area VIP tersebut. Sedangk
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-22 Mehr lesen