Chloe berdiri membatu di tengah ruangan, memeluk koper tuanya rapat-rapat seolah benda kusam itu adalah satu-satunya perisai yang tersisa antara dirinya dan bahaya yang tak kasatmata.Perlahan, sangat perlahan, kursi kulit hitam di depan sana berputar. Gerakannya tenang, presisi, tanpa keraguan sedikit pun. Sosok Adam Hawk akhirnya memanifestasikan dirinya secara utuh di depan mata Chloe. Pria itu mengenakan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga ke siku, mengungkapkan garis otot lengan yang tegap dan jam tangan baja yang memantulkan cahaya remang ruangan. Wajahnya seperti pahatan batu pualam yang dingin, dengan garis rahang yang tajam, hidung mancung yang tegas, serta sepasang mata kelabu gelap yang memancarkan kebencian murni.Chloe sempat terkejut sesaat. Ia tak menyangka jika Adam Hawk yang banyak dibicarakan orang itu, ternyata adalah pria yang cukup tampan.Tatapan Adam menyapu sosok Chloe dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tidak ada kehangatan, tidak ada rasa penasaran,
Last Updated : 2026-09-09 Read more