“Oh, adik angkat.” Vania hanya mengangguk-anggukan kepalanya sambil tersenyum meledek. Ia bahkan sempat menoleh ke arah teman-temannya dan berbisik, “Ternyata kakak-adik zone, guys.”Leon menggeram kesal dengan mata yang melotot mendengarnya. Sebelum Leon meluapkan amarahnya, Pak Zainal sudah kembali buka suara sebelum situasi semakin menegangkan. “Sudah, cukup.” Pak Zainal memberikan tatapan peringatan kepada Vania dan juga teman-temannya. “Mohon untuk para pelaku agar tetap menjaga sikap dan ucapan. Ini masalah yang sangat serius, jangan main-main!”Sontak saja Vania dan gengnya pun terdiam. Mereka menegakkan tubuh dan memasang ekspresi serius. “Saudari Vania, Agnes, Eliza, dan Wendy. Kalian dihadirkan ke ruangan ini karena ada korban yang dirugikan dan melaporkan masalah ini kepada pihak kampus. Laporan yang berisi perbuatan bullying, penculikan, kekerasan, dan pencemaran nama baik. Sekarang Bapak tanya, apakah kalian benar-benar melakukan perbuatan itu?”Vania pun segera menjawa
Zuletzt aktualisiert : 2026-10-17 Mehr lesen