Bagi Klan Adiwangsa, api bukan sekadar elemen. Api adalah napas, takhta, dan hukum mutlak. Selama empat ratus tahun, garis keturunan Adiwangsa telah memerintah wilayah utara Kekaisaran dengan tangan besi yang diselimuti kobaran Api Suci—sihir tingkat tinggi yang konon bisa melelehkan baja hanya dengan satu hembusan napas. Malam ini, di Aula Kebangkitan yang megah, ribuan lilin berjejer di sepanjang pilar marmer, menerangi ukiran naga api yang merambat di dinding. Udara terasa panas dan sarat akan sihir. Di ujung aula, para Tetua Klan dan bangsawan dari berbagai penjuru duduk dengan tatapan penuh ekspektasi. Di tengah-tengah semua itu, Kaelen Adiwangsa berdiri dengan punggung tegap. Mengenakan jubah sutra merah dengan sulaman benang emas, pemuda berusia delapan belas tahun itu tampak sempurna. Ia adalah pewaris tunggal, putra dari mendiang Kepala Klan. Sejak kecil, Kaelen dididik untuk menjadi senjata yang tak kenal ampun. Ia hafal setiap taktik perang, menguasai ilmu pedang t
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-22 อ่านเพิ่มเติม