Gerald tertegun sejenak. "Apa?""Apa kamu sudah jatuh cinta pada Tania?" Nessia mengangkat kepala dan menatap matanya.Tatapan matanya dipenuhi ketakutan, kecemburuan, dan suatu pengujian yang nyaris putus asa, serta sesuatu yang lain, sesuatu yang tidak dapat dipahami olehnya."Kalau bukan begitu, kenapa kamu memperlakukannya sebaik ini? Dulu, kamu nggak pernah seperti ini. Dulu, kamu cuma bakal meminta maaf kepadaku, mengatakan kalau dia menyedihkan, mengatakan kalau kamu harus bertanggung jawab padanya. Tapi, sekarang, kamu mengatakan kalau kamu berutang padanya, mengatakan kalau kamu nggak bakal mampu melunasinya. Kamu bukan lagi melunasi utang, kamu lagi merasa iba padanya.""Aku nggak jatuh cinta padanya," ujar Gerald.Namun, saat mengucapkan kata-kata itu, bahkan dirinya sendiri merasa tidak yakin.Suaranya terdengar lemah, seperti menginjak kapas, lembut dan tidak bertenaga.Benarkah dia tidak memiliki perasaan kepadanya? Kalau begitu, mengapa saat Tania menolaknya, hatinya ter
Read more