Masa orientasi berakhir. Sebelum perkuliahan dimulai, Anaia memenuhi ajakan ibunya untuk makan malam di rumah Bu Rhea. Sesuai janjinya, Bu Rhea ingin memamerkan koleksi buku musiknya.“Kamu juga suka main piano, kan, Anaia?” Bu Rhea memperlihatkan lembaran partitur Mozart dan Beethoven yang tersusun rapi di ruang tengah.“Wah, lengkap banget, Bu Rhea.”“Kamu boleh bawa pulang kalau mau. Dan kalau Anaia mau main piano di sini, tentu Ibu juga bakal senang.” Bu Rhea tersenyum, meski raut sedih membayang di wajahnya. “Dulu, Tristan juga suka main. Sekarang jarang sekali. Ibu jadi kangen dengarnya.”Makan malam tersaji di meja kayu berlapis kaca. Aroma rempah sup iga, tumis lada hitam, dan ayam panggang mentega memenuhi ruangan. Bu Rhea mengajak Marni dan Anaia duduk bersama—membuat keduanya canggung.“Nggak usah sungkan Anaia, Marni. Ayo kita makan bareng-bareng.”Mata Anaia melirik ke arah tangga saat seseorang turun.“Tristan, ikut makan sini,” ajak Bu Rhea.Dugaan Anaia tepat. Tristan
Last Updated : 2026-09-28 Read more