Aveline tiba di meja kerjanya, wajahnya masih merah padam.Dasar bejat, memanggil-manggilnya adik, tetapi kelakuannya tidak pernah seperti seorang kakak sedikit pun.Benar-benar bajingan kurang ajar.Rekan kerja yang duduk di sebelahnya, Yasmin, menatapnya dengan ekspresi khawatir. "Aveline, wajahmu merah, apa kamu sakit?"Mendengar itu, Aveline mengangkat tangan untuk menyentuh pipinya, dan rasanya memang sangat panas.Lagi pula, kulitnya memang tipis dari sananya. Dia termasuk tipe orang yang mudah merona merah hanya karena sedikit gugup atau emosional.Dia menjelaskan, "Nggak sakit, barusan aku lari-lari, kepanasan, jadi mukaku merah."Yasmin mengangguk, lalu mendekat dan berbisik dengan nada misterius, "Aveline, aku mau cerita sesuatu. Aku tadi ketemu Pak Marcell di depan kantor. Coba tebak, apa yang kulihat?"Di kantor, orang-orang sering bergosip tentang berbagai hal, mulai dari direktur dan para eksekutif, hingga karyawan biasa. Aveline sudah terbiasa dengan hal itu.Jadi, dia p
อ่านเพิ่มเติม