LOVE & DESTINY

LOVE & DESTINY

By:  Genie  Completed
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
Not enough ratings
75Chapters
6.3Kviews
Read
Add to library
Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

Hamil tanpa suami adalah mimpi buruk untuk wanita manapun. Meski statusnya adalah istri sah, tapi kenyataannya sang suami malah pergi bersama wanita lain di hari pernikahan mereka. Itulah yang dialami Mikaela Cassandra Djuanda selama 3 tahun terakhir ini. Tetapi takdir memang kejam dengan kembali mempertemukan dirinya dengan sang suami sah-nya dalam hukum, Marcel Arya Buana yang juga sudah menikah dan tinggal bersama dengan wanita lain. Pria itu juga tidak tahu kalau ternyata pernikahan mereka dilanjutkan. Dia semakin terkejut ketika tahu dia sudah memiliki anak bersama Mikaela. Apa keputusan besar yang harus dibuat oleh Marcel? Apakah dia memilih cintanya atau tanggung jawabnya?

View More

Latest chapter

    Interesting books of the same period

    Comments
    No Comments
    75 chapters
    Awal Mimpi Buruk
    Disebuah pedesaan yang jauh dari kemewahan perkotaan, terlihat seorang pria yang sedang berjalan menuju rumahnya. Dia berjalan dengan wajah yang sulit diartikan. Sesampainya dirumah, dia langsung tersenyum bahagia melihat istrinya yang langsung menyambutnya dengan senyuman indah. “Selamat datang,” sambut istrinya dengan senyuman sambil menyiapkan makanan di meja makan. “Wah, masak apa nih? Harumnya enak,” jawab sang suami dengan pujian kepada istrinya. “Aku masak makanan kesukaanmu.” balas istrinya. Dan merekapun makan malam bersama.             Ya, beginilah keseharian pasangan muda yang menikah sejak 3 tahun yang lalu. Mereka hidup dengan amat sederhana di desa yang jauh dari perkotaan. Jauh dari kemewahan dan keluarga mereka. Karena terkadang kemewahan dan harta belum tentu menjamin kebahagiaan yang sebenarnya. Mereka memilih hidup bersama dengan segala kesederhanaan dan penuh cinta disini.
    Read more
    Terbelit Kesalahan Masa Lalu
    Perumahan Puri Indah, Jakarta Barat‘TING-TONG,’ Marcel menekan bel rumahnya dan keluarlah seorang pria tegap berseragam satpam menghampirinya dari Pos Satpam.“Pak Marcel? Ya Tuhan! Akhirnya Bapak pulang, saya buka pagarnya ya pak.” sambut pak satpam terkejut sekaligus senang melihat kepulangan majikannya. Marcel hanya mengangguk dan masuk setelah sang satpam membukakan pagar besar rumah itu.“Makasih ya, Pak Sudir.” Marcel berucap pada Pak Sudir yang adalah satpam di rumahnya. Bisa dibilang, rumah keluarga Buana adalah yang terbesar dan termewah di perumahan elit ini.Marcel juga terkenal sebagai pria yang ramah dan mudah didekati oleh sekitarnya. Dia juga tidak sombong dan bicara dengan sangat santun kepada siapapun. “Marcelll!!!” Sang ibu langsung menyambut kedatangan putranya itu. Dia berlari ketika melihat siluet putranya di depan rumahnya. Sejujurnya, Marcel sangat merind
    Read more
    Luka Lama Kembali
    Mikaela terus menatap dirinya sendiri dicermin kamarnya. Kedatangan Marcel menimbulkan luka lama yang tak ingin dia ingat sama sekali. Sekelebatan ingatan-ingatan yang adalah sisi terendah kehidupannya muncul seketika. Mikaela tak dapat menahan air matanya yang mengalir begitu saja. “Aku sangat membencimu Marcel Arya Buana!” gumamnya pada dirinya sendiri.   Flashback Pesta besar di ballroom gedung terbesar dan terelit di Jakarta digelar meriah. Banyak undangan penting sudah berkumpul dan datang. Mikaela sedang berada diruang rias dengan wajah datarnya. Tiba-tiba suara ketukan pintu mengalihakan atensinya. “Bilang kalau saya tak mau  bertemu siapapun sampai acara ini selesai!” ujar Mikaela diangguki oleh salah seorang ajudan wanitanya. Ajudannyapun membuka pintu kamar rias pengantin dan menemui orang yang mengetuk. “Saya perlu bicara dengan Mikaela,” kata pria itu yang tak lain adalah Ma
    Read more
    Ikatan Batin
    Paginya, keluarga Buana berkumpul dimeja makan untuk sarapan. Jujur, Marcel merindukan suasana makan di meja makan bersama keluarganya. Sejak kecil, inilah yang selalu dilakukan bersama keluarga. Sarapan dan makan malam bersama sambil bercerita. Tapi seraya waktu berlalu, Marcel dan Michael bertambah dewasa dan memilih tinggal diapartemen saat genap berusia 20 tahun. “Ma, kenapa kita tidak ajak Michael sarapan?” saran Marcel langsung membuat mata Ribka berbinar-binar. “Anak tidak berguna itu tidak perlu diajak!” balas Elmand dingin. “Pa, tolong bersikaplah lebih baik lagi. Michael itu butuh kita, bukannya obat ataupun dokter.” Marcel tak habis pikir dengan jalan pikiran ayahnya itu. “Aku setuju dengan Marcel,mas. Aku akan bawa Michael.” Ribka berdiri dan berjalan menuju kamar putra bungsunya itu supaya mereka bisa sarapan bersama. “Pagi ayah, dimana ibu?” Mikaela baru selesai bersiap dan duduk dimeja makan untuk sarapan. Tapi, Mikaela duduk be
    Read more
    Kembalinya Cinta Pertama
    Mansion Keluarga Buana “Mikaela, hari ini saya yang akan jaga Selena.” Marcel meminta izin untuk menjaga anaknya sementara Mikaela bekerja. “Marcel, ayah rasa kamu harus kembali menjalankan Perusahaan kita.” Elmand berbicara sebagai perintah buat putranya. “Iya nak, sudah waktunya bagi kamu ambil kendali Perusahaan Keluarga Buana.” tambah Ribka menyetujui perkataan suaminya. “Bukan masalah bu. Aku akan bawa Selena ke kantor sekalian menjaganya,” jawab Marcel. “Ah, tapi Selena akan bosan dikantormu.” Mikaela merasa kalau tidak cocok seorang balita dibawa ke kantor. “Saya akan bawa dia ke taman saat jam istirahat. Tenang saja.” Marcel masih berusaha supaya bisa bersama Selena hari ini. “Eumm…baiklah. Jaga dia baik-baik ya.” pesan Mikaela pada Marcel. “Oh iya, aku mau antar sarapan buat Michael dulu ya,” Marcel berdiri membawakan sepotong roti buat adiknya itu. Tadi dia sudah mengajaknya sarapan bersama, t
    Read more
    Kedatangan Michelle
    Mansion Buana “Mikaela, malam ini ada acara kantor untuk penyambutan saya sebagai direktur baru Perusahaan. Saya ingin mengajakmu jika kamu mau.” ajak Marcel pada Mikaela yang baru saja selesai menidurkan Selena. “Kenapa kau tiba-tiba begini? Ada apa?” Mikaela heran Marcel tiba-tiba mengajaknya ke acara resmi. Lagipula, mereka baru bersama beberapa hari belakangan ini. Dan juga, Marcel bisa dibilang tidak banyak bicara pada Mikaela. “Akan ada reporter disana. Banyak gosip tentang pernikahan kita, jadi dengan kedatangan dan penjelasanmu kita bisa membersihkan nama kita di depan publik." jawab Marcel jujur. “Eum…baiklah, aku akan bersiap dikamarku.” Mikaela beranjak ke kamarnya untuk berganti baju dan mempoleskan sedikit make up ke wajahnya. Memang tanpa make up wajahnya sudah sangat cantik, dia hanya sedikit mempertegas dibagian mata, hidung dan bibirnya. Mikaela juga memilih gaun malam berwarna hitam panjang tanpa lengan yang berkilau
    Read more
    Kebenaran Masa Lalu
    Marcel mengajak Michelle ke mansion keluarga Buana. Saat masuk, Ribka dan Elmand melihat Michelle dan wajah mereka langsung berubah tegang. Tetapi, Ribka mengesampingkan egonya dan menyamperin Michelle. “Michelle, akhirnya kamu datang juga! Saya sangat senang akhirnya kamu bisa mengerti bagaimana keadaan Michael saat ini.” sambut Ribka membuat Michelle diam. Dia tidak datang untuk Michael tetapi untuk Marcel. “Apa kamu mau lihat keadaan Michael?” tanya Marcel lembut diangguki pelan oleh Michelle. Ribka ingin ikut dengan mereka tetapi Elmand menahan istrinya. “Aku diam bukan berarti aku menerima wanita itu! Kalau Michael sembuh, akan kusingkirkan wanita itu bahkan melenyapkannya.” ucap Elmand dengan nada sombongnya. “Mas, kamu gak pernah berubah. Kesombongan masih menjadi sifat utama kamu. Maaf mas, aku menyesal sudah mendukung kamu dulu. Tapi sekarang, kebahagiaan anak-anakku lebih penting.” balas Ribka lalu menyusul Marcel dan Michael.  
    Read more
    Kerinduan Hati
    Di sebuah taman             Mikaela tengah mengawasi Selena yang sedang bermain di bak pasir sambil membuat karya dari pasir tersebut. Dia memutuskan untuk tidak ke kampus karena hari ini kepalanya sakit memikirkan masalahnya. Ya, tentu saja memikirkan tentang kembalinya Michelle. Dia bukan mencintai Marcel, tapi dia memikirkan Selena. ‘Apa mungkin Selena bisa hidup berjauhan dari pria itu? Melihat kedekatan mereka beberapa hari ini saja, aku sudah tidak tega memisahkannya. Ya Tuhan, apa yang harus kulakukan?’ pikir Mikaela. “Sendirian aja, mbak?” seorang pria paruh baya membuyarkan lamunan Mikaela. “Kok melamun? Suaminya selingkuh ya,mbak? Sini, sama saya aja, kalo saya sih gak bakalan nyakitin cewek secantik kamu.” ucap preman itu lagi. “Pergi, saya tidak mau diganggu.” ucap Michelle tak acuh. “Cantik-cantik sombong banget sih!” pria itu dengan kurang ajarnya mul
    Read more
    Trauma
    Mansion Keluarga Buana“Marcel, jangan terlalu lama melamun. Ibu sudah suruh turun untuk makan malam.” panggil Mikael menyuruh Marcel yang sedari tadi terdiam untuk makam malam. Pria itu masih diam tetapi dia segera beranjak dari duduknya. Mereka pun berjalan menuju meja makan.“Selena sudah kamu bangunin?” tanya Marcel dijawab anggukan oleh Mikaela.“Marcel, ayo makan malam.” ucap Ribka sambil tersenyum. Wanita paruh baya itu sangat senang hari ini.“Kak, kenapa wajah kakak lesu sekali?”itu suara Michael! Mendengar itu, Marcel langsung mengalihkan perhatiannya pada adiknya itu karena agak terkejut melihat Michael mau ikut makan malam dengan mereka.“Papa! Cuapin Celena ya.” kata Selena dengan nada celatnya. Marcel langsung tersenyum pada putrinya itu dan duduk disebelahnya. Mikaela ingin duduk, tapi dia enggan duduk disebelah Marcel. Tapi ketika melihat Michelle, dia langsung duduk disebelah pria itu.“Nyonya, saya sudah buatkan makanan untuk semuanya.” ujar Miche
    Read more
    Ingin Kembali
    Klinik Praktek Ahli Psikologis “Jadi , apa yang menjadi keluhan ibu?” dokter psikolog memulai proses mediasi dengan bertanya keluhan Mikaela. Dia hanya bersama sang dokter disini sedangkan Marcel menunggu diluar.“3 tahun yang lalu, aku ingin membatalkan perjodohan dengan seorang pria. Tapi, aku menemuinya di waktu yang salah. Dia sedang mabuk karena patah hati dan dia mengira aku kekasihnya. Dia…tanpa sadar melakukan hal yang tidak pantas padaku. Semenjak itu, aku berusaha melupakannya. Tapi tidak bisa! Aku selalu merasa menjadi wanita yang rendah karena tidak bisa membela diriku sendiri. Bayang-bayang kejadian itu terus menghantuiku setiap malam dan aku meredakannya dengan obat tidur. Tapi, semenjak aku tahu bahwa aku hamil anaknya, semua kejadian itu seperti video yang terus berulang dikepalaku. Aku pun menambah dosisnya dan juga meminum obat penenang,” Mikaela menjelaskan keseluruhan keluhannya kepada sang dokter.“Anda menimum obat penenang ketika hamil? Bagaimana
    Read more
    DMCA.com Protection Status