Share

31. Menagih Perjumpaan

Di rumahnya Ali gelisah mendapati pesan yang dikirim tak kunjung dibalas oleh Nadya meski dua centang abu telah berubah menjadi biru. Dia sadar, terlalu tak tahu diri jika mengharapkan Nadya di tengah keadaannya saat ini. Sejak awal, dia mencintai perempuan bersuami.

Ali membuang napas jengah. Ponsel di tangan belum juga dia letakkan kembali. Pandangannya masih tertuju pada layar di mana nama Nadya tersemat seakan tak ingin melewatkan balasan pesan dari perempuan itu, meski setelah sekian jam berlalu harapan itu kian terkikis.

Pandangan Ali kemudian tertuju pada ujung layar di mana jam menunjukkan pukul sembilan malam. Sunyi kian menyiksa kala hati menagih kembali perjumpaan yang tak seharusnya.

Maka di sanalah dia berada sekarang. Bersandar pada pintu mobilnya yang tertutup, Ali berdiri memandang rumah minimalis berlantai dua. Rumah yang tampak berkilau mewah oleh hiasan lampu taman di tengah sepinya malam. Pramono memang memiliki segalanya. Segala yang tak dia punya dan sekarang d
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status