SWEET MY LOVE (INDONESIA)

SWEET MY LOVE (INDONESIA)

Oleh:  Jezlyn  Tamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
9.7
Belum ada penilaian
100Bab
274.2KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Meninggalnya sang kakak di hari pernikahan membuat perempuan bernama Zivanya Alesha harus menggantikan posisi sang kakak untuk menikah dengan Regantara Abimana. Mendengar permintaan dari sang papa membuat Ziva merasa terkejut. Pasalnya perempuan dua puluh tahun ini tidak pernah akur dengan calon kakak iparnya yang justru nanti akan jadi suami. Lalu bagaimana Ziva harus menjalani kehidupan rumah tangga yang begitu dadakan dan terdengar begitu konyol ini? Akankah pernikahan Ziva dengan Regan bisa bertahan?

Lihat lebih banyak
SWEET MY LOVE (INDONESIA) Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
100 Bab
1 - Istri Pengganti
“SAH?”“SAH!”Seluruh pengunjung tamu langsung berdoa dan mengaminkan doa dari seorang penghulu. Berbeda dengan Ziva yang masih diam membisu karena terasa jika dunianya telah berakhir. Bukan karena ia ikut meninggal seperti kakaknya yang terkena serangan jantung melainkan statusnya yang saat ini menjadi seorang istri sah dari pengusaha sukses Jakarta bernama Regantara Abimana.Ziva masih tidak menyakini kejadian yang begitu sangat mendadak ini. Kakaknya. Celine Nadira meninggal dunia terkena serangan jantung saat acara ijab qobul yang akan dimulai dua jam lagi. Semua langsung terkejut dan merasa sedih melihat kepergian Kak Celine yang sudah mengenakkan baju pengantin. Ziva sang adik hanya bisa menangis sambil menatapi wajah pucat dari sang kakak.Saat itu, Bramono memberitahukan berita duka ini kepada pihak keluarga Regantara Abimana. Namun, saat memberikan berita duka ini justru pihak keluarga mempelai laki-laki ingin pernikahan t
Baca selengkapnya
2 - Sama-sama Canggung
Kepala Ziva mendongak saat melihat uluran tangan seseorang kepadanya. Ia masih enggan menerima uluran tangan kekar itu. Ziva masih terlalu gengsi untuk bersentuhan dengan pria menyebalkan seperti Regan.“Cepat! Nanti ada orang lewat dikira kita ngapain lagi malam-malam di kuburan.”Ziva mendengkus sebal mendengar perkataan ketus Regan. “Siapa suruh malam-malam datang ke kuburan. Besok kan bisa.”“Nggak usah banyak omong! Mendingan cepat berdiri.”Tak punya pilihan lain membuat Ziva menerima uluran tangan Regan. Ia berdiri dan langsung mengangkat gaun pengantin agar kakinya tidak terserimpat kain gaun itu.Mereka berdua pun akhirnya jalan bersama menuju mobil, Ziva yang merasa kesusahan pun hanya mendumel dalam hati atas sikap Regan yang menyebalkan.“Jalan, Pak,” titah Regan kepada sopirnya.Ziva terkejut saat di depan matanya terdapat uluran sebungkus tisu basah. Ia menoleh dan mendapat
Baca selengkapnya
3 - Bertemu Pacar Tersayang
Pagi-pagi sekali Ziva sudah terbangun. Ini merupakan sejarah dalam hidupnya bisa bangun pukul empat subuh. Biasanya Ziva akan bangun siang dan menyesuaikan jadwal kelas kuliahnya. Mengingat pagi ini dirinya harus segera mengambil keperluan kuliah dan pakaian dirinya di rumah.Ziva sangat bingung ketika melewati kamar milik Regan. Ia bingung antara pamit atau tidak kepada pria menyebalkan itu. Namun mengingat sikap Regan yang kurang menyenangkan membuat Ziva langsung pergi begitu saja keluar apartemen.Pagi buta seperti ini Ziva sudah memesan ojek online yang begitu booming di kota Jakarta. Ia segera keluar lobby apartemen dan mencari tukang ojek online yang menunggu di pinggir jalan.“Pagi Neng, sesuai aplikasi, ya?” kata sopir ojek online.“Iya, Pak,” sahut Ziva.Dan akhirnya pun Ziva kembali ke rumah ked
Baca selengkapnya
4 - Senjata Makan Tuan
Entah kenapa rasanya semakin sakit sehingga tak bisa membuat Miko melanjutkan ucapannya itu. Miko perlahan melepaskan pelukannya itu. Netra matanya terus menyorot sendu ke arah bola mata Ziva.Tatapan keduanya kini saling mengunci satu sama lain. Mereka tahu jika ini akan berlangsung sebentar saja dengan menunggu Ziva bercerai dari sosok Regan.Miko perlahan memajukan kepalanya untuk meraih bibir ranum Ziva. Ziva yang masih menganggap Miko kekasihnya pun tak segan-segan untuk menyambut bibir pria itu.Mereka akhirnya saling berciuman. Miko mengecup dan mulai melumat bibir bawah Ziva dengan lembut. Bahkan Ziva juga tak kalah lembut saat membalas ciuman Miko. Mereka terus berciuman sampai akhirnya memperdalam dengan saling menjelajah ke rongga mulut. Miko terus membelit lidah Ziva hingga membuat suara desahan itu keluar dengan sendirinya.Mereka terus saling mencumbu, mencecap, dan menghisap satu sama lain sampai tak merasakan jika ada orang yang sedang men
Baca selengkapnya
5 - Rencana Gila Miko
Merasa sudah malam dan perempuan manja itu tidak juga keluar kamar membuat Regan sedikit khawatir. Pasalnya bertemu terakhir saat sore hari pas perempuan itu terjatuh. Regan pun langsung menelepon salah satu asisten rumah tangga yang di rumah untuk ke apartemen agar membersihkan apartemennya serta untuk memasak makan malam nanti.“Bi, tolong kamu ketuk kamar Ziva.”“Baik, Den.”Bi Minah akhirnya menurut perintah sang majikan. Dia mengetuk pintu kamar Ziva yang tertutup rapat.Tok. Tok. Tok.“Non, Non Ziva. Buka pintunya Non, makan malam.”“Ziva nggak makan,” sahutnya lirih.Sudah mendapat respon membuat Bi Minah kembali ke arah meja makan untuk melaporkan.“Katanya nggak mau makan.”Regan langsung berdecak kesal. “Ya sudah, makasih Bi. Sekarang Bibi bisa kembali ke rumah Bunda.”“Baik, Den. Permisi.”Saat sudah tidak ada sia
Baca selengkapnya
6 - Mulai Terjadi Peperangan
Di tempat lain Regan tampak mengepalkan tangan begitu kuat kala mendengar semua niat buruk Miko. Apalagi mendengar Miko akan membantu proses perceraian dirinya dengan Ziva. Memang ini hanya pernikahan status, tapi Regan tidak suka kala urusan pribadinya diikut campuri oleh orang lain seperti ini.Melihat jam kuliah Ziva yang sebentar lagi selesai membuat Regan segera bergegas ke kampus untuk menjemput istri kecilnya itu. Regan tidak ingin jika Ziva dimonopoli oleh Miko.Saat menjalankan mobil pun Regan mencengkram setir dengan kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Regan marah kala mendengar Miko ingin memberikan obat rangsangan kepada Ziva. Entah kenapa mendengar itu membuat hati Regan tak terima bahkan panas.Tepat sampai di kampus, mata Regan langsung menyusuri keberadaan Ziva. Ia pun langsung mengirim pesan kepada orang suruhannya untuk mengecek keberadaan Ziva atau Miko saat ini.Mendengar Miko sedang ada kelas membuat Regan bernapas lega. Artinya is
Baca selengkapnya
7 - Terpaksa Jual Diri
Masih ragu untuk menghubungi mamih membuat Ziva menangis. Pasalnya ia ingin sekali memberikan mahkota miliknya untuk Miko jika sudah menjadi suaminya nanti. Ziva merasa berdosa sekali bermain api di belakang Miko seperti ini.Dengan tangan gemetar Ziva menghubungi mamih untuk menanyakan job.Ziva : Halo, Mih, ini Ziva anak kampus X. Mau tanya ada job nggak, ya?Tak membutuhkan waktu lama pesan Ziva dibalas dan kini tengah menunggu balasan mamih yang sedang mengetik.Mamih : Selalu ada, mau yang tarif berapa?Ziva : 100 juta satu hari, Mih.Mamih : Waduh, kalau ini servis berat dong.Ziva : Yang gimana, Mih? Nemenin aja kan?Mamih : Tidak sayang, yang pasti melayani di atas ranjang kalau uang segini.Ziva : Nggak ada yang cuma nemenin jalan-jalan aja gitu, Mih?Mamih : Tidak ada dong sayang, 100juta pun kalau masih virgin dan biasanya sekali kencan tidak segitu.Ziva : Memangnya berapa, Mih?Mamih : Nemenin saja 2jut
Baca selengkapnya
8 - Pelanggan Pertama Ziva
Regan tahu jika perempuan kecil itu akan menjual diri kepada salah satu mamih. Mendapat informasi itu membuat Regan segera mengcalling pihak mamih agar tak berbuat aneh-aneh kepada Ziva dan menyuruh Ziva untuk melayaninya sebagai pelanggan.Memiliki banyak uang membuat Regan bisa melakukan apapun saat ini. Ia pun sudah membayar mamih sebanyak-banyaknya agar Ziva tak diberikan kepada pria lain nantinya.Dan Regan pun mengatur tempat pertemuan di hotel paling mahal dan mewah. Regan ingin menjadikan momen pertamanya dengan Ziva di tempat terbaik meski dengan keadaan tidak baik.Tepat saat pintu hotel dibuka, Regan mencium aroma tubuh Ziva yang memang begitu khas itu. Regan merasa sakit kala mendengar Ziva menyapa dengan suara terbata, dan tak kuat membuat Regan berbalik badan untuk melihat wajah Ziva.Hal pertama melihat Ziva berdandan seperti itu membuatnya sangat takjub karena sangat begitu cantik. Bahkan kedua gundukan besar itu begitu menonjol sempurna.<
Baca selengkapnya
9 - Terjerat Utang
Regan sebisa mungkin bersikap biasa saja saat ini. Dan tampak terlihat enggan dengan Ziva meski hasratnya benar-benar tersiksa luar biasa.“Tadi sudah aku katakan sama kamu. Utang Papamu dan kamu atas klinik ini, dan denda penalty atas pelayanan yang buruk.”Ziva memegang kepalanya yang membuat Regan khawatir tapi ia enggan menunjukkannya. Kepala Ziva rasanya ingin pecah banyak utang seperti ini. Padahal ia tak pakai uangnya sedikitpun tapi kenapa banyak utang, sih.“Nih kalau tidak percaya.” Regan melempar kertas pembayaran administrasi klinik yang sudah dipalsukan olehnya. Regan menyuruh pihak klinik untuk membuat catatat totalan saja di ms.word dan diprint.Membuka itu membuat Ziva malas membacanya. Apalagi angka 0 yang banyak itu semakin membuatnya pusing.“Ayo pulang dan segera pulihkan tubuhmu supaya bisa melayaniku dengan baik.”Ziva hanya memutarkan bola matanya jengah mendengar Regan yang selalu m
Baca selengkapnya
10 - Pura-Pura Romantis
Mereka berdua pun turun tangga dengan tangan saling bergandengan hingga membuat Maya tersenyum lebar.“Bunda iri melihat keromantisan kalian berdua.”Regan tersenyum dan menarik kursi untuk Ziva. Regan sendiri duduk di samping Ziva dan mengambilkan makan untuk Ziva.“Ziva lagi sakit, Yah. Biasalah.” Regan sengaja membuka suara terlebih dulu karena melihat tatapan penasaran yang diperlihatkan oleh Narendra.Mendengar penjelasan anaknya membuat Narendra Abimana mengangguk paham. “Jangan keseringan dikerjain lah. Kasihan nanti gampang sakit. Ziva kan masih kuliah juga.”“Ziva yang mau.”“Ayah nggak yakin.”Ziva masih nggak tahu kedua orang itu sedang membahas apa. Apalagi namanya dibawa-bawa segala.“Makan yang banyak sayang,” kata Maya saat ingin mengambilkan lauk pauk untuk Ziva.“Ini udah cukup kok Bunda.”Dan kini keluarga Abimana
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status