Penakluk Dewa

Penakluk Dewa

Oleh:  Syafir Yahya  On going
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
8.1
Belum ada penilaian
139Bab
155.2KDibaca
Baca
Tambahkan
Report
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Disaat kedua orang tuanya menjadi buronan Kerajaan Naga Merah, lahirlah seorang anak bernama Hao Li. Di saat Yu Jing Xi berpikir akhir dari cerita mereka sudah dekat, keberuntungan datang kepada anaknya. Memberikan Hao Li kehidupan yang tidak bisa mereka berdua berikan. Beberapa tahun selang, kehidupan Hao Li hanya sebatas mencari binatang buas sebagai makanan dan bertengkar dengan dua orang yang paling disayangnya. Ketika dia mengira kehidupannya akan sama seperti orang kebanyakan, sebuah kristal berwarna merah gelap dia temukan. Kristal itulah yang membuatnya menjadi jenius dalam sekejap, memiliki bakat tinggi yang menantang surga. Tapi bagaimana jika Kristal yang di dapatkannya hanyalah salah satu pecahan dari sembilan Kristal? Apa yang akan terjadi jika Hao Li menyatukan mereka semua? *** Ini ceritanya, perjalanan dan petualangannya... Saat dia melangkah, jutaan nyawa melayang... Saat pedang di tangannya dia ayunkan, gunung dan lautan terbelah menjadi dua... Hembusan napas dan tatapannya bahkan menakuti para dewa... Dia dikenal sebagai Penakluk Dewa, Maharaja Tertinggi di Empat Benua.

Lihat lebih banyak

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

Komen
Tidak ada komentar
139 chapters
Awal Mula Semuanya
Matahari terus berputar dan galaksi yang berisi luasnya semesta terus berputar di orbitnya masing-masing. Hal itu terjadi miliyaran kali dalam rentang waktu yang tak terbayangkan lamanya. Triliunan tahun yang lalu, sebuah fenomena alam yang membuat terciptanya galaksi terjadi. Konon katanya ada Sembilan Dewa Agung yang menyusun tatanan alam semesta mulai menciptakan alam semesta saat itu.Mereka menciptakan sebongkah batu raksasa yang melingkupi luasnya semesta, kemudian mereka menghancurkannya dan menjadikan batu raksasa itu terpecah belah menjadi jutaan pecahan batu yang menyebar diseluruh angkasa. Saat itu terdapat sebuah bongkahan Kristal yang ikut terpecah menjadi sembilan bagian menyebar ke berbagai pecahan batu dan akhirnya pecahan Kristal yang semulanya adalah inti dari bongkahan batu, sekarang membentuk keberadaanya masing-masing yang tersebar di berbagai dunia. Kesembilan Dewa Agung sama sekali tid
Baca selengkapnya
Seorang Anak Lelaki
   “Kakek! Tunggu aku! Bisakah kau berjalan sedikit lebih lambat? Kakek tahu kalau aku masih kecil dan tidak bisa mengikuti langkah orang dewasa.”    “Haha! Maafkan kakek, aku tidak memperhatikan keberadaanmu. Ini adalah pertama kalinya kau ikut ke dalam hutan menebang kayu bukan? Aku sudah terbiasa sendiri dan jalanku memang lebih cepat. Aku tidak sabar menyantap hidangan buatan bibimu di rumah nanti.”    “Kakek benar! Mengingat makanan bibi membuatku sangat lapar sekarang, tapi sayangnya jarak dari sini ke rumah masih lumayan jauh. Terlebih aku harus membawa rusa berat ini dengan tanganku yang masih kecil ini. Huhhh...”    “Siapa juga yang memintamu memburu rusa itu? Niat kita bukan berburu di dalam hutan ini, melainkan hanya mencari ranting yang berjatuhan untuk dijadikan bahan bakar. Kau sendiri yang menyulitkan dirimu.”    Pria kecil yang berdiri di belakang
Baca selengkapnya
Keluar dari Hutan
   Ada begitu banyak orang berlalu lalang di pusat kota kerajaan, mereka semua terllihat sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada juga beberapa orang yang berjalan ke satu arah, yaitu alun-alun kota.  Ribuan orang berkumpul di sana, beberapa orang tua membawa anak mereka di sisinya. Ada juga yang datang hanya sekedar mampir saja, tapi itu terlihat jarang. Karena acara yang tengah diadakan di alun-alun kota hari ini adalah seleksi murid baru yang diadaka oleh Sekte Macan Hitam. Salah satu sekte yang cukup ternama di Kerajaan Naga Merah.  “Bu! Lihat, mereka sangat luar biasa! Apakah mereka semua kultivator yang sering ibu dan ayah ceritakan?”  “Benar, mereka semua adalah kultivator yang bertugas melindungi Kerajaan Naga Merah dari bahaya. Bakatmu dalam bela diri sangat baik, dan mungkin saja Sekte Macan Hitam melirikmu dan membiarkanmu memasuki sekte...&rdq
Baca selengkapnya
Kekuatan Para Peserta
Beberapa remaja maju dan mulai mengukur kekuatan mereka di pusat alun-alun. Mereka secara bergantian mengangkat batu yang sengaja di letakkan di sana, mengukur kekuatan setiap calon siswa dengan membiarkan mereka mengangkatnya.Ukuran batu itu sendiri lumayan besar, beratnya sendiri mencapai 70 jin atau sekitar 35 kilo. Mungkin berat itu tidak seberapa bagi orang-orang dewasa, tapi berbeda jika seorang remaja dapat mengangkatnya, bahkan hanya beberapa senti dari permukaan tanah. Satu persatu calon siswa Sekte Macan Hitam mencoba mengangkatnya, beberapa di antara mereka mampu mengangkatnya selama beberapa detik, tapi ada juga yang tidak bisa mengangkatnya sama sekali. Sampai sekarang, dari ratusan calon siswa yang ada di alun-alun kota, hanya 47 orang yang mampu mengangkatnya. Hao Li yang menyaksikan semuanya dari samping hanya menghembuskan napasnya pelan, sejujurnya dia cukup bosan melihat satu persatu remaja seumurannya mengangkat batu kecil itu. T
Baca selengkapnya
Memperlihatkan Sedikit Kekuatan
Akan mengecewakan jika tuan muda klan Ming tidak terlihat memukau di mata mereka.Orang yang disebut sebagai tuan muda klan Ming maju ke depan dengan pakaian berwarna emasnya. Dia memancarkan aura yang begitu angkuh, dominan dan penuh kesombongan. Seolah hanya dirinya sendiri yang berdiri dipuncak. Tatapannya mengungkapkan sedikit kesombongan begitu menyapu seluruh penonton. Kemudian dia kembali mengalihkan pandangannya pada batu yang ada di depannya, tanpa mengatakan apapun, dia langsung mengangkat batu itu dengan kedua tangannya. Terlihat sangat mudah, dia menempatkan batu itu di atas kepalanya dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Semua orang yang melihatnya terkejut, bahkan para penatua dan inspektur sekte yang hadir berdecak kagum. "Hanya bongkahan batu kecil ini dapat menghalangiku memasuki Sekte Macan Hitam? Tidakkah persyaratan ini terlalu mudah?" ujar Ming Tian Lei, tuan muda klan Ming dengan santainya. Salah satu dari d
Baca selengkapnya
Tawaran Kepala Perdagangan
"Astaga! Apa yang baru saja aku saksikan?""Apakah dia melemparkan batu itu dengan begitu mudahnya? Bukankah tadi dia sama sekali tidak bisa mengangkatnya?!""Ini... Bagaimana bisa...""Kekuatannya seharusnya jauh melebihi tuan muda klan Ming, bisa 100 jin atau bahkan lebih. Hanya para penatua yang bisa mengukur kekuatannya!"Semua penonton yang melihat bagaimana Hao Li melemparkan batu itu dengan begitu mudah jelas membuat mereka semua terkejut. Sama sekali tidak pernah mereka bayangkan akan ada seorang remaja yang mampu melemparkan batu yang begitu besar untuk seusianya. Para penatua dan inspektur sekte yang melihatnya juga tercengang, beberapa penatua bahkan berdiri untuk memastikan apakah yang mereka saksikan memang benar atau hanya khayalan mereka belaka. 'Pluk!'Begitu batu yang tadi Hao Li lempar jatuh kembali ke permukaan tanah, baru semua orang tahu sadar kalau apa yang mereka saksikan memang nyata. "
Baca selengkapnya
Kebodohan dan Kepandaian
Jin Wen Dao yang menyaksikan perdebatan antara Hao Li dan Ming Wu hanya bisa mengerutkan keningnya kebingungan. Dia bisa melihat kalau Hao Li enggan menjadi salah satu pasukan elit Asosiasi Perdagangan, dan dia hanya mampu menyayangkannya. "Aku mengerti, tapi meski begitu, kau tidak perlu sungkan untuk meminta bantuan kepada Asosiasi Perdagangan, dan ambil ini jika kau ingin membeli sesuatu, semua pedagang yang ada di kota Kerajaan akan memberikanmu tambahan diskon 10%. Walau tidak besar, tapi itu lumayan untuk menghemat sedikit uang mu..." ujar Jin Wen Dao seraya menyerahkan papan seukuran telapak tangan yang terdapat namanya di atasnya. Ada juga simbol khas Asosiasi Perdagangan, yang artinya papan nama ini milik Asosiasi Perdagangan sekaligus milik Jin Wen Dao sendiri. Hao Li menerimanya, dia tidak akan menolak pemberian Jin Wen Dao selagi dia masih bisa menerimanya. Alasan mengapa dia tidak ingin menjadi pasukan elit Asosiasi Perdagangan, it
Baca selengkapnya
Rahasia Hao Li
Zhang Yu dan semua penatua Sekte Macan Hitam yang hadir terdiam begitu mereka melihat anak yang tidak membaca dan menulis itu dengan mudah menjawab semua pertanyaan yang Zhang Yu lemparkan. Perlu diketahui bahwa pertanyaan yang Zhang Yu lemparkan kepada anak itu berbeda dengan yang lainnya walau masih dalam tingkat kesulitan yang dianggap rendah. Meski begitu, Zhang Yu tak ayal melemparkan beberapa pertanyaan yang cukup sulit untuk usia remaja, tapi anak itu masih dengan mudah menjawabnya seolah dia membacanya. "Ini... Ini bagaimana mungkin? Aku telah melemparkan 50 pertanyaan dan 20 diantaranya adalah pertanyaan yang hanya murid pelataran dalam yang tahu, tapi dia masih dengan mudahnya menjawab semua pertanyaan..." Zhang Yu tertegun, dia benar-benar kehabisan kata-kata kali ini. Jika Hao Li adalah anak yang bisa membaca dan menulis seperti pada umumnya, mungkin dia tidak akan terlalu terkejut, karena bisa saja Hao Li mendapatkan semua pengetah
Baca selengkapnya
Sesi Uji Kekuatan
Mau tidak mau Ming Tian Lei harus menunda 'acara' balas dendamnya kepada Hao Li. Jin Wen Dao yang berdiri di belakang Hao Li sama sekali tidak mudah dia tangani, sekalipun ayahnya berdiri di sisinya. Kembali ke pusat alun-alun, Zhang Yu dengan telaten mengumumkan hasil dari kerja keras setiap peserta, dan dari sekian banyak peserta yang menjawab pertanyaan di sesi pemahaman ini, hanya ada 80 orang yang lulus, selebihnya gagal karena kurangnya nilai mereka.Tentu saja Ming Tian Lei termasuk di dalamnya, dan dia hanya satu tingkat lebih rendah dibandingkan dengan Hao Li. Masih ada dua remaja lainnya yang memiliki nilai sama rata dengan tuan muda klan Ming itu, mereka adalah Fang Hu dan Li Jiao. Ketika Hao Li memperhatikan beberapa penonton yang asik berkomentar, tampaknya latar belakang Fang Hu hampir sama dengan tuan muda klan Ming. Fang Hu berasal dari klan Fang, walau dia bukanlah sosok penting seperti tuan muda klan Ming, kepintaran dan kekuatannya
Baca selengkapnya
Pertarungan Hao Li (I)
Gu Bao Yi menatap kedua mata Hao Li yang cukup tenang, hal itu membuatnya kagum. Hanya mereka yang memiliki mental dan kepercayaan diri yang kuat yang bisa tetap tenang ketika di hadapkan dengan lawan yang kuat. Hao Li dan Gu Bao Yi saling berhadapan, keduanya melemparkan tatapan tajam kepada lawannya. Hao Li menghentakkan kakinya, gerakannya yang cepat dan liar jelas membuat Gu Bao Yi linglung untuk sementara. Semua orang yang melihat kecepatan Hao Li layaknya seekor macan tak bisa menahan keterkejutan mereka. Bagaimanapun Hao Li sangatlah muda, memiliki kecepatan seperti itu jelas membuat mereka semua keheranan. Gu Bao Yi juga mengerutkan keningnya, tidak pernah dia bayangkan kalau remaja yang kali ini berhadapan dengannya ahli dalam gerakan. Tentu saja hal itu tidak membuat Gu Bao Yi berpikir kalau dirinya akan kalah dari remaja belaka. Gu Bao Yi mulai bergerak, menandakan dirinya juga siap akan pertarungan. Hao Li melambaikan k
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status