Kita Tidak Berjodoh

Kita Tidak Berjodoh

Oleh:  Shilphyd  On going
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
0.0
Belum ada penilaian
15Bab
707Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Chandra dikhianati oleh tunangannya Dania. Pernikahan impian yang sudah lama ditunggu Chandra, berantakan akibat hadirnya orang ketiga. Penghinaan yang didapat Chandra dari Dania dan kedua orang tuanya, membuat Chandra berubah brutal. Adalah Ruci Okada teman kuliah Chandra dulu yang menyelamatkan Chandra dari keterpurukan.

Lihat lebih banyak
Kita Tidak Berjodoh Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
15 Bab
Bab. 1. Tulang Punggung
 Matahari begitu terik siang itu. Peluh meluncur deras dari pelipis Chandra yang kala itu tengah memasang mesin pada motor. Sesekali dia mengelap keringat yang menetes pada alisnya, menghindarkan perih yang akan timbul jika keringat itu masuk ke matanya. Wajah pria berusia 27 tahun itu coreng moreng oleh oli. Kulitnya semakin menggelap karena tiap hari terpapar sinar matahari.  "Istirahat saja dulu, Chan!" ajak pemilik bengkel yang merupakan tetangga di samping rumahnya. "Nanti saja, Pak. Kerjaan saya masih banyak," tolak Chandra. Dia enggan menunda pekerjaannya. "Ini dah siang loh. Sana gih, istirahat! Makan siang dulu, jangan biarkan asam lambungmu kumat." Pemilik bengkel memaksa Chandra dengan mengambil alat yang tengah dipegang pria tersebut. Baca selengkapnya
Bab. 2. Keraguan
Dania menginjakkan kakinya di sebuah kantor garment. Dia menerima panggilan wawancara setelah memasukkan lamaran lewat email. Kantor garment membutuhkan staf akunting dengan syarat fresh graduate. Dania tertarik tawaran tersebut dari seorang teman.  "Gak apa belum wisuda juga. Lo minta aja surat keterangan lulus. Lagian elu dah kelar skripsi ama sidangkan?" ujar teman Dania waktu itu di kampus.  "Kenapa gak lo ambil kerjaanya? Bukankah perusahaan garmen itu milik temanmu? Bakalan mudah elo diterima kalau ngelamar di sana," ungkap Dania saat ditawari kerja oleh temannya.  "Ogah ah. Gue udah dapat beasiswa ngelanjutin S2 di Jerman. Sayang banget kalau dilewatkan. Jadi lo aja yang masuk ke perusahaan temen gue itu. Ntar gue rekomendasiin elo dah sama si Arya supaya diterima," ujar teman Dania. Baca selengkapnya
Bab. 3. Firasat Hati
Raut gelisah nampak di wajah Chandra sore itu. Berulang kali pria bermata tajam tersebut membuka layar ponsel. Berharap pesan balasan muncul dari kekasihnya. Namun, Chandra harus menelan kekecewaan tak satu pun pesan balasan dari Dania muncul. Sedikit frustasi, Chandra meletakkan ponselnya di atas meja di depan sofa.  Chandra merebahkan dirinya di atas sofa sembari menutup wajah menggunakan lengan. Inayah yang memerhatikan gelagat yang tak mengenakan dari sang putra merasa cemas. Jarang sekali Chandra terlihat gelebah seperti itu.  Inayah menepuk pelan lengan yang menutupi wajah Chandra. Hal itu membuat pria berkulit legam karena selalu terpapar matahari itu terperanjat. Chandra bangkit dari rebahan lalu mengubah posisi badan dengan duduk di hadapan Inayah.  "Kenapa, Nak? Akhir-akhir ini kamu terli
Baca selengkapnya
Bab. 4. Kesabaran yang Menipis
Una melempar pandangan ke arah halaman rumahnya yang gersang tanpa tanaman. Perlahan menarik napas lalu mengembusnya pelan.  "Seminggu lalu Dania mendapat tawaran pekerjaan dari seorang teman di kampusnya. Tak disangka dia langsung diterima walaupun hanya menggunakan SKL dari kampusnya," ucap Una berusaha tenang.  Mata Chandra terbeliak tak percaya.  "Apa? Dania kerja. Lalu gimana soal pernikahan yang akan dilaksanakan setelah dia wisuda, Mah?" cecar Chandra.  "Duh,  ya kamu ini. Dania itu 'kan baru lulus. Dia juga ingin merasakan dunia kerja. Jadi kamu tidak tulus mencintai putri saya. Belum apa-apa dia udah dikekang begini," solot Una.  "Ini bukan masalah saya men
Baca selengkapnya
Bab. 5. Mengalah
"Maafin aku, Bang. Maaf kalau aku abai selama beberapa hari ke belakang. Bahkan gak memberitahukan kalau aku nerima tawaran kerja dari teman di kampusku." Dania terisak,  menangisi kebodohannya.  Chandra memalingkan wajah ke arah tebing. Dalam hati sebenarnya dia tak tega memarahi Dania. Rasa sayangnya terhadap gadis yang menjadi tunangannya selama lima tahun, lebih besar dibandingkan amarahnya saat itu.  Dania berjongkok sembari menutupi wajah dengan kedua telapak tangan. Isakannya perlahan berubah menjadi raungan. Sangat kekanakan memang sikapnya itu.  "Aku tahu seharusnya sesudah wisuda nanti, aku dan Bang Chandra akan mempersiapkan pernikahan. Tapi, aku … saat melihat teman-teman kampus mendapat tawaran pekerjaan, mendapat beasiswa, jujur aja aku iri sama mereka. Sementara aku harus
Baca selengkapnya
Bab. 6. Tak Terima
Una terkejut mendapati putrinya pulang dengan wajah sembab tetapi senyum menghiasi bibirnya. Sementara Dania datang dengan rasa penuh kemenangan.  "Sayang, kamu gak apa-apa 'kan, Nak? Chandra gak ngapa-ngapain kamu 'kan?" cecar Una khawatir.  Una mendekati Dania. Dia memindai seluruh tubuh anak semata wayangnya, takut Chandra berbuat kasar pada Dania. Namun, tak satu gores pun luka terlihat. Hanya mata merah dan bekas air mata saja yang nampak di wajah Dania.  Dania menggamit lengan ibunya. Dia menyeret ibunya ke dapur. Kemudian mendudukan tubuh perempuan paruh baya yang telah melahirkannya di kursi dekat meja makan.  "Mama gak perlu cemas. Semua telah Dania atur,"ucap gadis itu sembari gelendotan di bahu Una,"Makasih udah ngasih tau
Baca selengkapnya
Bab. 7. Mengundurkan Diri
Chandra mengajak Dania makan malam di sebuah kafe di daerah Dago Atas. Chandra sudah melakukan reservasi meja dengan dekorasi yang romantis untuk pasangan di kafe tersebut. Meja yang dihiasi bunga mawar merah berbentuk hati di tengah meja dilengkapi lilin hias, menambah suasana semakin hangat untuk pasangan yang tengah dimabuk asmara.  Malam itu pun Chandra hendak menagih janji Dania untuk bersedia menikah setelah wisuda. Chandra tak ingin lagi menunda-nunda. Meresmikan hubungan ke jenjang pernikahan adalah yang paling tepat. Chandra tak mau berlama-lama dengan hubungan semu. Baginya berat jika harus terus berdekatan dengan Dania tanpa ikatan. Sebagai pria normal yang terkadang hasratnya sedikit liar takut membuat Chandra khilaf.  Dania dan Chandra duduk berhadapan hanya terhalang meja makan. Sebelum mengajak Dania bicara,
Baca selengkapnya
Bab. 8. Arya Putra Damardjaya
Beberapa minggu sebelum wisuda. Lamaran yang Dania kirim via pesan WA lewat temannya telah diterima Arya. Menurut temannya itu Dania merupakan gadis yang menarik. Arya membuka file lamaran milik Dania yang dikirim temannya. Dalam CV terpampang photo pemilik data lamaran. Alis Arya terangkat saat melihat photo milik Dania. Gadis berambut kelam, bermanik bak permata, memiliki wajah yang cantik alami bahkan tanpa make up sekali pun, membuat Arya Putra Damardjaya pemilik perusahaan garmen PT. Indo Darmadjaya itu, terkesima.  [Hei, tumben lo punya teman cantik kek gini. Jauh amat ama elo] pesan WA Arya pada temannya sekaligus teman Dania.  [Kampr*t! Gini-gini gue laku ama bule, tau! Dibandingkan elo yang gak punya pendirian sama satu cewek. Elo bosan, tuh cewek langsung lu buang kek sampah. Belajar setia don
Baca selengkapnya
Bab. 9. Ternyata Tak Mudah
Gadis bertubuh mungil yang mengenakan kemeja biru muda dipadu rok mini hitam dengan dandanan seadanya, mendatangi kantor PT. Indo Damardjaya. Sesuai perintah pemilik perusahaan yang memintanya datang lalu menemui HRD kantor tersebut. Dania sangat gugup kala itu karena pertama kalinya dia akan bekerja di perusahaan bukan sebagai karyawan magang.  "Dania Ratna Ayu?" tanya seorang pria berkacamata menyebut nama Dania saat dia menginjakkan kakinya di ruang HRD.  "I-iya, Pak. Saya Dania," ucap Dania gugup.  "Terima kasih atas kehadirannya. Silakan duduk!"  Dania duduk di depan meja kerja pria berkacamata tersebut. Pria itu terlihat menatap layar laptop, lalu beberapa detik kemudian terdengar suara printer yang tengah mencetak file. Dania d
Baca selengkapnya
Bab. 10. Hati yang Mendua
Hati Chandra kembali galau. Pasalnya setelah tiga bulan berlalu masih tak ada kepastian dari Dania. Puluhan pesan sudah dikirimnya, bahkan panggilan pun berulang kali dilakukan walau hasilnya selalu tak pernah dijawab bahkan sering ditolak oleh Dania.  Awalnya Chandra berpikir mungkin saat itu tunangannya tengah sibuk dengan pekerjaannya. Terutama ketika di akhir bulan di mana pembukuan perusahaan sedang masa puncaknya. Namun, semakin kemari justru perhatian Dania semakin dingin. Dulu pesan akan dijawab dengan kalimat panjang penuh cerita keseharian selama gadis itu bekerja, tetapi berjalannya waktu hingga hampir habis masa percobaan, Dania malah semakin jarang memberi kabar pada Chandra.  Pernah Chandra mendatangi rumah Dania. Dania menolak menemuinya dengan alasan kelelahan karena selalu kerja lembur. Chandra berusaha men
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status