Dari pengalaman pribadi, pernah melihat teman yang harus bekerja satu tim dengan mantannya. Awalnya awkward, tapi mereka berdua sepakat untuk netral dan fokus pada pekerjaan. Islam sendiri tidak melarang interaksi dengan mantan selama tidak melanggar syariat. Yang penting adalah niat dan cara menjalaninya. Misalnya, hindari obrolan yang terlalu personal atau candaan yang bisa multitafsir.
Poin utamanya adalah menjaga 'ghadh al-basar' (menundukkan pandangan) dan tidak sengaja menciptakan moment-moment yang memicu masa lalu. Kalau bisa meminimalkan kontak tanpa mengganggu pekerjaan, kenapa tidak? Tapi kalau memang harus sering berinteraksi karena tuntutan job desc, ya tetap profesional saja. Lagipula, lingkungan kantor kan ada banyak orang, jadi risiko fitnah bisa diminimalisir.
Melihat situasi sekantor dengan mantan dari sudut pandang Islam, sebenarnya lebih banyak berkaitan dengan bagaimana menjaga etika pergaulan dan menghindari fitnah. Islam sangat menekankan pentingnya menjaga hubungan yang profesional dan tidak menimbulkan prasangka buruk. Misalnya, dalam bekerja, kita harus tetap menjaga batasan seperti tidak berduaan di ruangan tertutup atau terlalu sering berinteraksi secara personal.
Dalam 'Sahih Bukhari', ada hadis yang menyarankan untuk menghindari situasi yang bisa menimbulkan syahwat atau prasangka. Jika hubungan dengan mantan di kantor bisa memicu hal itu, lebih baik dibatasi. Tapi selama tetap profesional dan niatnya jelas untuk bekerja, tidak ada larangan tegas. Kuncinya adalah kejujuran pada diri sendiri: apakah interaksi tersebut masih ada sisa perasaan atau malah mengganggu produktivitas?
Kalau ditanya apa hukumnya, sebenarnya Islam lebih fleksibel dalam hal ini selama tidak ada pelanggaran syar'i. Beda cerita kalau misalnya sampai sering makan siang berdua atau curhat masalah hati. Kantor itu ruang publik, jadi selama interaksinya wajar dan tidak ada maksud lain, sah-sah saja. Nabi sendiri pernah berbisnis dengan berbagai orang, termasuk perempuan, tapi tetap menjaga adab.
Yang sering jadi masalah justru sisi emosionalnya. Ada yang jadi tidak nyaman atau malah terganggu konsentrasinya. Kalau sudah begini, mungkin perlu pertimbangkan untuk diskresi ke HR atau atasan. Intinya: selama tidak haram secara teknis (seperti bersentuhan atau khalwat), lebih baik diatur saja cara berinteraksinya biar semua pihak nyaman.
2026-07-15 09:09:59
4
すべての回答を見る
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
関連書籍
PERNIKAHAN DADAKAN DENGAN MANTAN
Jesi Sanctuary
9.8
5.2K
Menikah dengan mantan sendiri bukan sesuatu yang pernah Karuna Respadi Atmaja tulis dalam daftar keinginannya.
Apalagi jika mantan itu adalah Rajendra Keenan Witjaksana; pria yang tujuh tahun lalu pergi dengan cara paling kejam, lalu kembali dengan wajah terlalu tenang dan satu alasan yang membuat dada Karuna terasa ditikam.
“Saya harus menjadi pimpinan Witavest Group.”
Karuna nyaris tertawa.
Jadi, begitu?
Pernikahan mereka hanya jalan lain agar Rajendra berdiri di puncak rantai keluarga Witjaksana?
“Pernikahan bukan mainan, Rajendra!”
Namun, Rajendra tetap berdiri di sana; dingin, stabil, dengan sorot mata yang jelas membuatnya muak.
“Kalaupun kita menikah,” tanyanya, “apa kamu bisa mencintai saya–lagi?”
Dua tahun.
Satu rumah.
Satu pernikahan yang katanya hanya kewajiban.
Karuna pernah mencintai Rajendra. Pernah juga membencinya dengan seluruh tenaga yang ia punya. Naasnya, ketika keluarganya nyaris bangkrut, kebencian saja tidak cukup untuk membuatnya menolak pernikahannya.
Maka ia harus berbagi hidup pria yang dulu menghancurkannya; terikat oleh kepentingan keluarga, luka lama, dan keintiman yang datang tanpa sempat ia duga. Karena mungkin, ada satu hal yang jauh lebih menakutkan daripada masa lalu mereka.
Bukan pernikahan dadakan ini.
Melainkan fakta bahwa jatuh cinta pada orang yang sama… bisa terjadi dua kali.
Akibat fitnah keji, suamiku menolak untuk mengakui putri kami sebagai darah dagingnya. Dia bersedia menanggung seluruh biaya pengobatan putri kami yang menderita penyakit kelainan jantung, namun dengan syarat yang menyakitkan. Aku dipaksa menjadi pelayan di rumah kami, dan malam harinya aku dipaksa menjadi “pelayan ranjangnya”. Aku menelan semua sakit dan hinaan itu, demi kesembuhan anakku. Sampai suatu hari, kebenaran pun terungkap. Dan saat penyesalan itu datang : ternyata, anak kami……???
Setelah pernikahannya dengan Henry Wilmington berakhir, Aurora berusaha membangun kembali hidupnya dan meninggalkan semuanya. Namun, takdir berkata lain! Ketika Henry kembali hadir dalam hidupnya, pria itu bersikeras untuk merebut hatinya lagi. Lantas, bagaimana kisah Aurora? Terlebih Henry kini menjadi atasan yang benar-benar posesif!
Kecelakaan yang menimpa Ihsan, suami Seruni, telah membuatnya putus asa.
Demi mendapatkan uang 200 juta untuk biaya operasi, Seruni terpaksa harus menjual kehormatannya pada Bisma.
Tapi ternyata suami yang sudah habis-habisan dia perjuangkan sampai harus menjual kehormatannya, rupanya …
Ari—pengacara muda, tampan, idealis.
Dara—anak gubernur, dicap pembunuh, menyimpan luka yang tak pernah ditulis hukum.
Ari Pratama, seorang pengacara muda yang baru saja membuka firma hukumnya sendiri, dikenal sebagai “pengacara rakyat” yang menolak tunduk pada uang dan kekuasaan. Namun ketika ia diminta membela Dara Cahyadi, putri gubernur yang dituduh membunuh mantan kekasihnya, dunia Ari berubah selamanya.
Semua bukti mengarah pada Dara. Media, publik, bahkan hukum seolah telah menjatuhkan vonis sebelum sidang dimulai. Tapi semakin dalam Ari menyelidiki, semakin ia yakin ada sesuatu yang tak tertulis—sebuah kebenaran yang tersembunyi oleh kekuasaan, trauma, dan skandal keluarga.
Dilema muncul saat Ari mulai jatuh hati pada Dara. Di antara tekanan politik, ancaman profesi, dan sumpah advokat, Ari dihadapkan pada satu pertanyaan yang tak diajarkan di bangku kuliah hukum:
Apakah cinta bisa dibela... tanpa melanggar sumpah dan nurani?
Dalam dunia hukum yang tak sepenuhnya adil, kadang yang benar bukan yang menang—dan yang tertulis, belum tentu kebenaran.
Ririn tidak menyangka, nasibnya akan seperti ini. Setelah kedua orang tuanya meninggal, Seluruh kekayaan Orang tuanya di curi Akuntan keluarganya, dan Akuntan itu kabur keluar negri.
Rumahnya di sita karena harus membayar hutang, dan sekarang Ririn harus tinggal di rumah Sahabat Anggie.
Anggie menawarkan pekerjaan kepada Ririn sebagai Disagner di perusahan IT ternama, tanpa Ririn tau ternyata perusahan IT itu milik mantan pacarnya Baskara, yang punya dendam kesumat sama Ririn.
Apa yang akan terjadi dengan Ririn akan kah dia bertahan dengan pekerjaannya karena kebutuhan, Atau kah dia akan menemukan cinta yang lama yang sempat terputus karena salah paham
Ada yang pernah bilang, keluarga mantan itu seperti sepatu lama—kadang masih nyaman dipakai, tapi seringkali bikin lecet. Dalam Islam, menjaga hubungan baik dengan siapa pun, termasuk mantan ipar, itu penting. Tapi kalau dia suka nyinyir atau bikin drama, mbungkam mulut dengan cara halus bisa jadi solusi. Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk berbicara baik atau diam. Jadi, selama niatnya untuk menghindari fitnah atau pertengkaran, gak ada salahnya memilih diam. Tapi ingat, diam di sini bukan berarti benci atau memutus silaturahmi, ya. Cuma memilih gak terlibat omongan negatif aja.
Kalau situasinya bikin emosi meluap, mending ambil wudu dan shalat dulu. Seringkali, diam itu lebih bijak daripada ngomong hal yang bikin nyesel. Yang penting, jaga hati tetap bersih dan gak ada dendam. Islam itu indah karena mengajarkan kita untuk selalu memilih jalan terbaik, meskipun kadang harus menahan diri.
Pernah dengar diskusi seru di forum tentang adegan 'terciduk' di film atau anime? Menurut pemahamanku, Islam sangat menekankan menjaga pandangan. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadis bahwa mata bisa berzina, artinya menonton hal-hal mesum—sengaja atau tidak—termasuk dosa. Tapi konteksnya penting! Kalau secara tak sengaja melihat adegan dewasa di series dan langsung skip atau tutup, itu berbeda dengan sengaja mencari konten porno.
Yang bikin menarik, beberapa ulama membahas 'niat' di balik menonton. Misal, ada scene penting buat alur cerita (seperti di 'Game of Thrones') tapi bukan untuk hiburan mesum, mungkin toleransinya beda. Tapi tetap, lebih baik hindari. Aku pribadi sering pakai extension blur NSFW atau baca spoiler dulu sebelum nonton sesuatu yang rawan.
Pertanyaan ini sebenarnya menyentuh topik yang cukup sensitif dalam hukum Islam. Dalam fiqih, kontrak semacam ini dikenal dengan istilah 'muhallil' atau 'nikah tahrim', yang secara tegas dilarang karena dianggap sebagai upaya untuk memanipulasi hukum pernikahan. Islam sangat menekankan keadilan dan perlindungan terhadap hak-hak pekerja domestik, termasuk pembantu rumah tangga.
Ada beberapa prinsip utama yang dilanggar dalam skenario ini: pertama, eksploitasi tenaga kerja dengan memanfaatkan posisi rentan pembantu. Kedua, kemungkinan besar tidak memenuhi syarat pernikahan yang sah seperti kesepakatan kedua belah pihak atau adanya wali. Ketiga, Islam melarang segala bentuk perjanjian yang bertujuan untuk menghalalkan yang haram, seperti hubungan di luar nikah yang sah. Kalaupun ada 'pernikahan', tapi jika motivasinya hanya untuk menghamili lalu menelantarkan, ini jelas bertentangan dengan maqashid syariah.
Pernah nggak sih ngobrol sama temen yang tiba-tiba nyerempet bahas ginian? Aku dulu penasaran banget sampai browsing forum-forum Islam sama nanya ustadz. Ternyata dalam Islam, sentuhan fisik antara lawan jenis yang bukan mahram itu termasuk hal yang diatur ketat. Kalo nggak ada keperluan mendesak atau hubungan keluarga, sebaiknya dihindari.
Dari beberapa sumber yang kubaca, ulama sepakat bahwa meraba-raba dengan nafsu atau tanpa tujuan jelas termasuk perbuatan zina kecil. Ini berdasarkan hadis tentang larangan menyentuh wanita yang bukan mahram. Jadi lebih baik menjaga jarak dan menghormati batasan dalam interaksi sosial biar nggak masuk wilayah syubhat.