Di Mana Lokasi Syuting 'Setelah Semuanya Pergi'?

2026-07-11 07:41:49
22
共有
ABO属性診断
あなたはAlpha?Beta?それともOmega? いくつかの質問に答えて、あなたの本当の属性をチェックしましょう。
診断スタート
回答
質問

4 回答

Eleanor
Eleanor
お気に入りの本: Perjalanan Pendekar Tangan Satu
Penolong IRT
Adegan klimaks di stasiun itu syutingnya seru banget katanya – tim produksi harus dapetin izin khusus buat rekam di Stasiun Gambir tengah malem. Beberapa spot lain yang keliatan: rooftop sebuah hotel di Kuningan buat scene confrontation, terus deretan ruko di Kemang buat sequence montage. Yang menarik, beberapa interior shot malah dibuat di studio Jakarta Barat dengan set design detail banget.
2026-07-13 05:41:44
0
Finn
Finn
お気に入りの本: AKU YANG KAYA DIA YANG SOMBONG
Pemandu Baca Guru
Dari credits filmnya keliatan kalo 'Setelah Semuanya Pergi' itu nggak cuma syuting di satu kota. Beberapa establishing shot malah diambil di Bali, terutama pantai-pantai yang sepi buat scene introspective si tokoh utama. Yang lucu, ada satu scene pasar tradisional yang ternyata syutingnya di Pasar Mayestik Jakarta tapi dikemas sedemikian rupa sampai looks like kota kecil. Cinematographer-nya emang jago banget mixing urban-rural vibes.
2026-07-15 17:02:00
1
Bennett
Bennett
お気に入りの本: Rumah yang Semu
Ahli Cerita IRT
Gue baru-baru ini nemuin thread forum yang bahas detail lokasi syuting 'Setelah Semuanya Pergi', dan ternyata banyak spot hidden gem yang dipake! Yang paling sering muncul itu apartemen kuning di SCBD buat scene-flashback, terus ada juga café kecil di Pasar Santa yang jadi latar adegan putusnya. Katanya sih sutradara sengaja pilih tempat-tempat yang visually striking tapi tetap relatable buat anak muda urban.
2026-07-15 18:11:46
1
Nora
Nora
お気に入りの本: Perjalanan Petualang Terkuat
Teman Baca Akuntan
Penasaran banget sama lokasi syuting 'Setelah Semuanya Pergi'? Awalnya gw kira film ini diambil di Jakarta doang, tapi ternyata lebih kompleks dari itu. Beberapa adegan outdoor yang iconic itu difilmkan di Bandung, khususnya sekitar Dago dan Lembang yang suasananya pas banget buat nuansa melankolis filmnya.

Yang bikin surprise, beberapa scene malah shot di Yogyakarta – liatin aja adegan kereta apinya yang estetik banget itu di Stasiun Tugu. Tim produksinya pinter banget memadukan urban vibes Jakarta dengan ketenangan Jawa buat bikin atmosfer ceritanya lebih 'bernafas'.
2026-07-16 00:20:10
2
すべての回答を見る
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

関連書籍

関連質問

Dimana lokasi syuting video klip 'Semua Terjadi Begitu Saja'?

3 回答2026-05-04 16:54:55
Menggali latar belakang lokasi syuting 'Semua Terjadi Begitu Saja' itu seperti membuka puzzle nostalgia. Klip ini diambil di beberapa spot iconic Jakarta, terutama di kawasan Menteng yang masih mempertahankan arsitektur kolonial. Adegan jalan-jalan di taman dengan pohon beringin raksasa itu syutingnya di Taman Menteng, sementara bagian dalam ruangan difilmkan di sebuah rumah tua yang sudah dimodifikasi di sekitar Jalan Teuku Umar. Nuansa vintage yang kuat dipadukan dengan pencahayaan natural bikin suasana terasa sangat intimate dan personal. Yang menarik, beberapa adegan jalanan dengan lampu neon sebenarnya diambil di daerah Kemang, tapi diedit sedemikian rupa untuk terlihat seperti bagian dari urban Menteng. Tim produksi memang jeli memilih lokasi yang bisa membangun atmosfer 'kota tua tapi modern'. Kalau jeli, penonton bisa spot beberapa landmark seperti gedung Art Deco di background beberapa shot.

Di mana lokasi syuting 'Setelah Segalanya Hancur'?

4 回答2026-07-07 10:01:24
Film 'Setelah Segalanya Hancur' punya nuansa urban yang kental banget, dan itu nggak lepas dari lokasi syutingnya yang mostly di Jakarta. Beberapa scene iconic diambil di sekitaran SCBD yang futuristik, terus ada juga shot malam hari di kawasan Kemang yang aesthetic banget. Yang bikin menarik, ada beberapa lokasi 'tersembunyi' seperti gedung-gedung art deco di Menteng yang dipakai buat adegan flashback. Yang paling bikin penasaran itu scene klimaks di tepi tol dalam kota—ternyata syutingnya sempat bikin heboh warga karena ngeblokir akses sementara. Tapi hasilnya worth it sih, cinematography-nya bener-bener nangkep essence Jakarta sebagai kota yang paradox; megah tapi rapuh.

Di mana lokasi syuting 'Memilih Mertuaku'?

3 回答2026-07-07 21:24:09
Ada sesuatu yang magis tentang lokasi syuting 'Memilih Mertuaku' yang bikin aku selalu penasaran. Setelah ngubek-ngubek forum dan baca beberapa wawancara kru, ternyata sebagian besar adegan diambil di daerah Bogor dan sekitarnya. Pemandangan hijau perbukitan yang jadi latar belakang rumah keluarga itu adalah Taman Wisata Matahari di Puncak. Nuansanya adem banget, cocok banget sama vibe keluarga harmonis tapi penuh drama dalam ceritanya. Beberapa adegan pasar tradisional difilmkan di Pasar Sukahaji, Bogor, yang masih menjaga suasana autentik. Aku suka gimana produksinya pilih lokasi yang nggak cuma estetis tapi juga bawa 'jiwa' ke cerita. Yang bikin lebih seru, ternyata ada juga beberapa scene yang diambil di Jakarta, khususnya di daerah Menteng buat adegan-adegan kantor yang lebih metropolitan. Kontras antara suasana pedesaan dan perkotaan ini bener-bener nangkep konflik budaya dalam cerita. Aku bahkan sempet nyari spot persisnya di Google Street View buat liat langsung—ternyata rumah megah ala kadarnya itu memang dibuat khusus di tengah kebun teh!

Apakah ada sekuel untuk 'Setelah Semuanya Pergi'?

4 回答2026-07-11 03:07:42
Baru saja aku ngecek ulang info tentang 'Setelah Semuanya Pergi' karena ada temen yang nanya persis kayak gini. Sejauh yang aku tahu, belum ada pengumuman resmi tentang sekuelnya. Novel ini emang bikin penasaran banget dengan endingnya yang terbuka, jadi wajar aja banyak yang nunggu kelanjutannya. Tapi kayaknya penulis masih fokus ke proyek lain dulu. Aku sendiri sempet kepo dan cari tahu lewat forum penggemar, tapi belum nemu kabar konkret. Mungkin kita bisa berharap dalam beberapa tahun ke depan ada kejutan? Kalau dari sisi pasar, sebenarnya potensi untuk sekuel besar banget—apalagi dengan basis fans yang loyal. Tapi ya gitu, kreator kadang pengin eksplor cerita baru dulu sebelum kembali ke dunia yang udah dibangun.

Bagaimana ulasan penonton tentang 'Setelah Semuanya Pergi'?

4 回答2026-07-11 18:32:11
Malam ini baru aja ngebahas 'Setelah Semuanya Pergi' di grup WA pecinta film lokal. Banyak yang bilang film ini berhasil bikin emosi campur aduk—adegan perpisahan yang slow-motion pakai lagu melancholic beneran nyesek di dada. Tapi ada juga yang kritik pacing-nya agak lambat di pertengahan, kayak kurang bensin gitu. Yang unik, suara penonton usia 20-an lebih apresiatif soal visual cinematography-nya, sementara generasi lebih tua justru terkesan sama dialog-dialog filosofisnya yang sederhana tapi dalem. Yang pasti, hampir semua sepakat ending-nya nggak cliché dan meninggalkan ruang buat interpretasi sendiri. Gue pribadi suka banget sama cara film ini ngangkat tema 'kehilangan' tanpa jadi overly dramatic. Beneran rare nemu film lokal yang bisa subtle tapi impactful kayak gini.

Di mana lokasi syuting 'Tolong! Sang Penjahat'?

3 回答2026-07-12 17:44:17
Kalau ngomongin lokasi syuting 'Tolong! Sang Penjahat', gw inget banget beberapa spot iconic yang dipake. Serial ini banyak syuting di sekitaran Jakarta, terutama daerah Kuningan dan SCBD yang jadi latar belakang adegan-adegan kantor megah si antagonis. Beberapa scene outdoor juga diambil di PIK yang suasananya pas banget buat vibe urban modern. Yang bikin menarik, beberapa adegan konflik justru diambil di daerah Bogor lho! Ada satu scene chase yang syutingnya di sekitar Kebun Raya Bogor - pemandangannya kontras banget sama suasana kota yang biasanya muncul. Tim produksinya pinter banget memanfaatkan lokasi buat bikin cerita lebih hidup.
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status