Kalau ngobrol sama temen-temen komunitas konten kreator, hampir semua sepukur Mama Nertua mulai dikenal luas setelah video 'resep masakan ala emak-emak' nya trending di TikTok. Platform itu emang jadi batu loncatan buat banyak creator lokal belakangan ini. Gaya delivery-nya yang spontan dan nggak dibuat-dibuat bikin kontennya gampang dicerna, apalagi durasinya yang pas banget buat scroll-scroll santai.
Gw perhatiin Mama Nertua mulai ramai dibicarain pas ada salah satu videonya diforward massal di WhatsApp grup-grup keluarga. Ternyata sumbernya dari TikTok! Ini membuktikan konten yang authentic dan nggak over-produced justru lebih gampang nyentuh hati penonton. Viralnya di TikTok kemudian merambat ke platform lain, termasuk meme di Instagram Reels yang bikin popularitasnya makin melambung.
Dari pantauan gw, nama Mama Nertua mulai sering muncul di timeline Twitter sekitar pertengahan tahun lalu, tapi setelah gw telusuri ternyata asalnya dari TikTok. Yang menarik, konten-konten awalnya itu sebenarnya biasa aja—kayak vlog masak atau ngobrolin kehidupan sehari-hari—tapi charisma naturalnya yang bikin orang betah nonton. Fenomena ini nunjukin betapa platform short-form video sekarang bisa jadi panggung buat bikin siapa aja jadi viral dalam hitungan hari.
Awalnya nemuin konten Mama Nertua di TikTok, dan langsung ketagihan! Gaya ngomongnya yang ceplas-ceplos plus ekspresi wajahnya yang bikin ngakak itu viral banget. Dari situ baru tahu kontennya juga ada di YouTube, tapi menurut gw momentum awal popularity-nya benar-benar meledak berkat algoritma TikTok yang bikin konten pendeknya gampang nyebar.
Uniknya, meskipun kontennya sederhana—kebanyakan curhatan sehari-hari soal urusan rumah tangga—tapi justru relatable buat banyak ibu-ibu muda. Yang bikin makin greget, reaksi netizen di kolom komentar TikTok selalu rame banget, sampe akhirnya banyak yang repost ke platform lain.
2026-07-23 02:10:40
17
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Nenek 70 Tahun yang Dihujat Dunia Maya
Celine Shifa
10
6.2K
Nenekku yang berusia 70 tahun menjual bacang untuk mengumpulkan uang agar bisa membelikan aku tas sekolah.
Tetapi, dia dihentikan oleh seorang wartawan cantik di pinggir jalan.
Nenek yang baik hati itu berniat memberikan bacang kepadanya, tetapi keesokan harinya nenek itu menjadi viral di media sosial:
"Seorang nenek berusia tujuh puluhan menjual bacang beracun di jalanan dan mencoba menyuap wartawan yang membela keadilan."
Sekar, seorang menantu muda yang awalnya tertekan tinggal serumah dengan mertuanya. Sekar tidak pernah membayangkan hidup serumah dengan mertua bisa sekompleks ini. Hari-harinya penuh tekanan, komentar sinis, dan batasan yang membuatnya merasa seperti tamu di rumah suaminya sendiri.menemukan pelarian unik di loteng rumah tua itu: sebuah radio tua yang ternyata masih bisa memancarkan siaran. Dengan suara tersembunyi dan identitas anonim, Sekar mulai menyuarakan curahan hatinya lewat siaran rahasia bertajuk "Menantu On Air".
Tanpa disangka, siaran tersebut justru menjadi fenomena di kalangan ibu-ibu dan menantu se-Indonesia. Curhatan-curhatan jujur tentang hidup bersama mertua, konflik kecil yang berujung besar, hingga kisah cinta diam-diam dalam keluarga, menjadi cermin bagi banyak pendengar.
Namun, sebuah telepon misterius mengungkap bahwa ada rahasia besar yang disembunyikan di balik rumah mertuanya — sesuatu yang mengubah cara Sekar memandang keluarga dan dirinya sendiri. Siaran yang awalnya jadi tempat pelarian, berubah menjadi kunci pengungkapan masa lalu.
Apakah Sekar siap menerima kenyataan yang selama ini tersembunyi rapat di balik tembok rumah itu?
Sekar berfikir “ada sesuatu yang disembunyikan di rumah itu,”
Sekar terjebak dalam dilema antara menjaga keharmonisan keluarga atau mengungkap kebenaran ...
Akira hanya ingin istirahat dari tugas kuliah yang bikin otaknya mendidih. Duduk santai di taman sambil mengunyah roti itu rencananya.
Tapi semesta berkata lain.
Seorang anak kecil tiba-tiba datang, memeluk kakinya sambil teriak, "Mama!"
Lebih gila lagi, si anak ternyata putra dari Pak Arka, dosen killer paling tampan, dingin, dan pelit nilai seantero kampus.
Gara-gara insiden absurd itu, Akira malah diseret dalam drama kehidupan sang dosen. Mulai dari pura-pura jadi mama di acara sekolah, jadi pengasuh dadakan, sampai... tinggal satu atap?
Awalnya cuma pura-pura.
Tapi kenapa hati jadi makin nggak karuan?
Jadi mama bohongan? Siapa takut!
...Kecuali kalau hati mulai baper.
Sebagai anak dari artis terkenal, Nia Nan Dinanti justru memilih berprofesi sebagai guru SD. Hanya saja, setelah bertahun-tahun hidup mandiri, musibah datang ketika ibunya meninggal dunia mendadak. Tak hanya itu, Nia juga dikejar-kejar oleh debt collector karena hutang sang ibu yang tidak ia diketahui sebelumnya! Dalam kondisi terdesak, Nia memutuskan untuk pulang ke kampung menemui ayahnya, yang kini telah sukses dan menikah lagi dengan seorang janda beranak dua.
Lantas, bagaimana nasib Nia? Belum lagi, laki-laki yang akan dijodohkan dengan anak tiri sang ayah selalu menghinanya sebagai Gadis Matre!
Sebuah rahasia yang disimpan oleh keluarga suami Nana. Membuat wanita yang baru saja memiliki seorang putri itu merasa curiga dan takut.
Entah apa yang dilakukan mertuanya semasa hidup, sampai diakhir hayatnya, jasad sang ibu mertua mengilang sebelum sempat dikebumikan.
Nana mencari tahu semuanya, sampai sebuah kebenaran terungkap. Rahasia besar yang berhasil membuat Nana ketakutan setengah mati memikirkan nasib putri semata wayangnya.
Hidup Alina yang sempurna hancur setelah kehadiran ibu dan saudara tirinya. Mereka memanipulasi sang papa untuk merebut apa yang dimiliki Alina. Sayangnya, mereka tak tahu Nona Muda ini memiliki rencana memegang kembali apa yang selama ini dimilikinya. Lantas, akankah Alina berhasil?
Karakter Mama Nertua itu seperti bumbu penyedap di setiap drama keluarga—tanpanya, cerita terasa hambar. Sosoknya yang tegas tapi penuh kejutan bikin netizen gemas sekaligus gregetan. Aku sendiri suka bagaimana dia seringkali jadi 'penyelamat' situasi awkward dengan komentar-komentar sarkastiknya yang nggak terduga.
Di balik sikapnya yang sok galak, sebenarnya ada concern terselubung yang relatable banget buat anak muda zaman sekarang. Misalnya saat dia maksa anaknya nikah karena khawatir mereka kesepian, atau cara dia memanipulasi situasi demi kebaikan keluarga. Itu yang bikin karakter ini nggak sepenuhnya antagonis—justru jadi semacam katalisator lucu dalam hubungan keluarga.
Pernah kepikiran nggak siapa sosok di balik karakter Mama Nertua yang sering bikin geleng-geleng itu? Ternyata, aktris kawakan Indonesia yang memerankannya adalah Rina Nose! Dia bukan cuma jago bikin ngakak lewat adegan-adegan kocaknya, tapi juga punya segudang talenta di dunia hiburan. Lucunya, justru karena peran ini, banyak yang lupa kalau sebenarnya Rina Nose itu penyanyi dan komedian serba bisa.
Aku suka banget cara dia menghidupkan karakter Mama Nertua dengan semua ekspresi over-nya. Dari gaya bicara ceplas-ceplos sampai tingkah polahnya yang bikin emosi tapi tetep gemesin. Bener-bener nggak nyangka ya, di balik makeup tebal dan kostum norak itu ada artis sekaliber Rina Nose!
Pernah nggak sih scroll media sosial terus nemu meme 'Mama Nertua' yang tiba-tiba ada di mana-mana? Awalnya aku bingung juga, tapi setelah ngulik lebih dalam, ternyata ini fenomena kocak yang lahir dari kreativitas netizen Indonesia. Karakter fiksi ini jadi personifikasi ibu mertua galak yang suka nyindir menantu, tapi dibalut dengan humor absurd ala meme lokal.
Yang bikin viral justru relatabilitasnya - siapa yang nggak punya pengalaman awkward sama keluarga pasangan? Dari pose wajah 'resting bitch face' sampai dialog-dialog sarkastiknya, semua dieksekusi dengan timing komedi sempurna. Aku suka banget cara meme ini bisa nyentuh sisi universal dari hubungan keluarga, tapi dibungkus dengan bumbu budaya kita yang khas.
Barusan nemu konten terbaru Mama Nertua di platform favoritku, dan beneran nggak bisa berhenti ketawa! Adegan di mana dia nyoba bikin 'tutorial masak express' tapi malah kejebak sendiri di tengah-tengah bikin mi instan itu terlalu relatable. Gestur mukanya pas sadar dia lupa masukin bumbu—classic banget! Ditambah reaksi suaminya yang cuma bisa geleng-geleng sambil ngerekam, ini mah kayak potret kehidupan rumah tangga yang disajikan dengan bumbu komedi sempurna.
Yang bikin fresh, konten-kontennya selalu ringan tapi ngena banget di hati. Nggak heran komennya pada rame ngakak sambil cerita pengalaman serupa. Jadi inget waktu aku sendiri pernah salah masukin garam ke kopi—yaampun, malu-maluin tapi lucu sih!
Lagu 'Bunda Piara' pertama kali muncul di YouTube lewat channel resmi sang musisi. Aku ingat betul saat itu sedang asyik scrolling rekomendasi musik dan langsung terpana oleh judulnya yang unik. Video dengan thumbnail sederhana itu langsung dapat ratusan ribu views dalam hitungan hari, bukti bahwa karya sederhana bisa menyentuh banyak hati.
Yang bikin menarik, lagu ini kemudian viral di TikTok sebelum akhirnya meledak di berbagai platform. Aku suka mengamatinya karena jarang ada lagu lokal yang bisa trending organik tanpa promo besar-besaran. Kolom komentar YouTube penuh cerita haru dari anak rantau yang kangen rumah.