Suamiku Jadul
kataku lagi.
"Mustahil, itu, namanya manusia pasti punya pikiran, gak mungkin dia jalan kaki," jawab Mamak.
"Aku merasa gak enak, Mak," kataku kemudian, lalu kuceritakan semua telah terjadi, mulai Bang Umar yang datang dan muntah, sampai perkataan Bang Sandy yang tidak mau ada orang lain di antara kami.
"Waduh, gak beres itu anak, bisa-bisa dia terobsesi padamu, Tet," jawab mamak.