Ada semacam magnetisme dalam karakter CEO arogan yang bikin penonton nggak bisa move on. Dramanya 'What's Wrong With Secretary Kim' atau 'Business Proposal' sukses banget karena chemistry antara si CEO sok jagoan dengan lawan mainnya. Stereotip ini jadi bahan bakar konflik sekaligus peluang buat karakter development. Bayangin aja, tokoh sempurna yang akhirnya belajar humility karena cinta—itu resep klasik yang selalu bikin deg-degan.
Di sisi lain, penonton juga pengen lupa sebentar sama realitas. Siapa sih yang nggak pernah mimpi 'memperbaiki' bos toxic jadi manusia normal? Drama seperti 'The Secret Life of My Secretary' bahkan sengaja bikin CEO-nya buta huruf sementara biar relatable. Lucunya, justru keangkuhan mereka yang bikin adegan awkward jadi hiburan utama.