Pernah nggak sih scrolling timeline terus nemu meme 'masih bocil' yang bikin ngakak gegara relatability-nya? Fenomena ini viral karena nyelipin sindiran halus tentang generasi muda yang dianggap belum matang, tapi sok tahu atau sok jago. Asal muasalnya kayaknya dari obrolan warganet yang sering nyinyirin tingkah anak muda zaman sekarang—entah itu gaya bicara, selera humor, atau cara mereka ngomongin hal-hal 'dewasa' padahal umurnya masih belasan. Lucunya, meme ini justru dipakai balik sama Gen Z sendiri buat ngejek diri mereka atau temen-temen yang emang masih labil.
Yang bikin makin meluas, formatnya fleksibel banget. Bisa dipake buat nyindir fenomena kayak bocil-bocil yang ribut di medsos soal politik tapi sumber infonya cuma TikTok, atau anak SMP yang ngaku paham relationship padahal pacaran aja belum pernah. Kekuatan meme ini ada di ironinya: semakin kamu denial disebut 'bocil', semakin kamu membuktikan bahwa julukan itu tepat. Aku sendiri suka ngakak waktu liat adaptasinya di berbagai niche, dari fandom K-pop sampe komunitas gamer yang saling lempar candaan 'masih bocil' pas ada yang overreact di matchmaking.
Di halaman-halaman sejarah lokal yang pernah kubaca, nama Haji Misbach muncul sebagai sosok yang lahir dan tumbuh di Rangkasbitung, sebuah kota kecil di Banten. Aku suka membayangkan suasana kampungnya: pasar yang ramai, masjid-masjid kecil, dan kebiasaan gotong royong yang kuat. Dari situ tampak jelas bagaimana akar budaya Banten membentuk kepribadiannya—sederhana, hangat, dan punya rasa kebersamaan yang kuat.
Aku sendiri sering membayangkan bagaimana pengaruh lingkungan itu membentuk pandangannya ke dewasa; pendidikan agama dan tradisi keluarga di Rangkasbitung kemungkinan besar berperan besar. Saat membaca biografi singkat tentangnya, gambaran tentang masa kecilnya di kota kecil itu terasa hidup, menambah warna pada siapa dia sebenarnya. Intinya, Haji Misbach dilahirkan dan dibesarkan di Rangkasbitung, Banten, dan lingkungan itulah yang terasa sangat melekat pada dirinya sampai kemudian hari. Aku merasa terhubung dengan cerita itu karena aku juga tumbuh di lingkungan kecil yang penuh cerita, jadi ada rasa hangat tiap kali membayangkan jejak langkahnya.