Novels
Short Stories

Genres

All
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Romansa Menggoda
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Characters

27
All
Psikopat
Mandiri
Pelakor
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Show more

Plot & Setting

27
Kesadaran Diri×
All
Dewasa 18+
Menggoda
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Sistem
Perundungan
Kehamilan
Penebusan
Nikah Kontrak
One Night Stand
Cinta Lama Bersemi Kembali
Kekuatan Super
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Petualangan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Pusat Perhatian
Show more

Themes

15
Bangkit×
All
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Multi POV
Semangat
Show more

Bangkit Kesadaran Diri Short Stories & Novels

Discover a collection of engaging Bangkit Kesadaran Diri short stories with compelling plots and immersive storytelling. Perfect for readers seeking one-hour short stories and quick, immersive reads online.
Rumah Di Seberang Negeri, Tiga Ribu Mil Jauhnya - undefined novels & stories
Eternity
Ketika orang tuaku bercerai, pengacara mereka menyusun perjanjian hak asuh. Aku dan adikku akan tinggal bersama orang tua yang berbeda, lalu berpindah rumah setiap awal tahun ajaran baru. Pergantian itu dilakukan setiap bulan Agustus di La Serata, restoran milik Keluarga Madani. Setiap tahun, orang tuaku bertengkar soal siapa yang mendapat lebih banyak waktu bersama Sofia. "Ikut aku ke Bartis saat Hari Pengucapan Syukur," bujuk ibuku. Wajah ayahku menegang. "Tahun ini Sofia bersamaku. Dia bakal menghabiskan liburan bersamaku." Ibuku membuka kalendernya. "Tahun lalu kamu menitipkan dia kepadaku selama 19 hari lebih lama. Aku berhak mendapatkan hari-hari itu kembali. Semuanya." "Dua hari di antaranya adalah menginap saat hari sekolah. Itu nggak dihitung." Sofia menopang dagunya dengan satu tangan dan memberi mereka senyum tak berdaya seperti seorang putri yang terbebani oleh terlalu banyak perhatian. "Andai saja aku ada dua." Setengah jam kemudian, orang tuaku berkompromi dengan memesan perjalanan bersama. Barulah Sofia melirik ke arahku. "Gimana dengan Emilia?" Ayahku mengambil gelas airnya, pandangannya melewatiku. "Tahun ini dia bukan tanggung jawabku." Ibuku akhirnya menatap mataku. "Bulan depan, grup hotel akan menyelesaikan akuisisi. Aku nggak punya waktu untuk mengurus ini. Sekolah Gabriel masih memiliki kamar di asrama senior. Kamu bakal tinggal di sana." Mereka baru saja menghitung setiap jam yang dihabiskan selama Sofia jauh dari mereka. Namun, ketika menyangkut diriku, mereka bisa menyerahkan satu tahun penuh begitu saja tanpa ragu sedikit pun. Di bawah meja, aku merapikan serbet yang tadi kuremas erat dalam genggaman. Ponselku menyala. Ada pesan masuk dari Bu Helen. [ Nilai dan rekam jejakmu membuatmu berpeluang masuk ke beberapa universitas terbaik di East Coast. Beasiswa penelitian di Institut Bandar juga sangat cocok untukmu. Mana yang menjadi pilihan pertamamu? ] Aku melihat California di sisi lain peta, lalu mengetik jawabanku. [ Bandar. ] Jarak tiga ribu mil seharusnya cukup jauh untuk meninggalkan keluargaku untuk selamanya.
Saat Mereka Merindukanku, Aku Sudah Pergi - undefined novels & stories
Michelle
Pada malam penetapan pilihan kampus, seluruh keluargaku berkerumun di sekitar kembaranku, Lily. Kakakku Ethan menampilkan peta Bellmont dan membandingkan jarak antara asrama Lily dengan kampusnya. Ryan, sahabat masa kecilku, melepaskan posisinya di Universitas Metro Warren karena Lily mengaku takut memulai kuliah tanpa ada orang yang dikenalnya di dekatnya. Orang tuaku sangat bahagia. Kini Lily akan selalu punya seseorang yang siap menjaganya. Mereka butuh hampir sepanjang malam itu untuk akhirnya teringat bahwa aku juga punya pilihan yang harus ditetapkan. "Nora memang yang paling mandiri di antara kami," kata Ibu, memilihkan jalan untukku tanpa sedikit pun mengangkat wajah. "Dia bisa masuk Universitas Negeri Bostara. Lokasinya dekat dengan Lily, jadi dia bisa membantu di akhir pekan." Tidak seorang pun bertanya universitas mana saja yang menerima aku. Tidak seorang pun tahu masih ada satu tawaran dari Skandria yang tergeletak di kotak masukku. Kalau mereka memang tidak pernah berniat membiarkan aku menjalani hidupku sendiri, maka aku tidak lagi perlu mengabari mereka. Aku balingkan laptopku menjauh dari pandangan mereka dan menerima tawaran dari Universitas Edinvara. Untuk pertama kalinya, aku memilih tempat yang paling jauh dari mereka semua.
Ketika Ingatan Pulih, Aku Melepaskan Cintaku - undefined novels & stories
Bagel
Ada sebuah aturan tidak tertulis di dunia mafia Corvano. Saat seorang ketua mafia mempertahankan wanita baru di sisinya selama tiga bulan berturut-turut, sang nyonya harus secara pribadi melepas cincin meterai yang melambangkan kekuasaannya dan memakaikannya ke jari wanita baru itu di depan seluruh keluarga. Ketika suamiku, Lukas, ketua dari Keluarga Nugraha, mengumumkan bahwa dia akan membawa Mia pergi berdua untuk perjalanan bisnis selama tiga bulan, seluruh dunia mafia Corvano menunggu reaksiku. Aku sudah bersama Lukas Nugraha selama tujuh tahun. Aku mengikutinya ke mana pun dan menolak berpisah darinya. Bahkan di tengah malam, aku sering terbangun hanya untuk menyentuhnya, memastikan dia masih ada di sana agar aku merasa tenang. Mereka semua tahu betapa posesifnya aku dan mereka bertaruh aku tidak akan pernah bisa melepaskannya. Namun, saat Mia mengulurkan tangannya kepadaku dengan suara manis yang dibuat-buat, aku bahkan tidak meneteskan air mata sedikit pun. Dengan tenang, aku melepas cincin meterai berukir lambang keluarga itu dan menyelipkannya ke jari manisnya. Lukas, yang bersandar santai di kursi kulit di ujung meja, memutar gelas wiski di tangannya. Dalam mata birunya melintas kepuasan. "Elara, akhirnya kamu tahu posisi dirimu." Aku menunduk menatap jariku yang kini kosong, tanpa mengatakan sepatah kata pun. Yang tidak Luca ketahui adalah, sebulan lalu aku telah mendapatkan kembali seluruh ingatanku yang hilang selama tujuh tahun. Aku sama sekali bukan anak jalanan yatim piatu, melainkan putri Keluarga Ruswita yang telah lama hilang. Keluargaku adalah keluarga paling berkuasa di antara keluarga-keluarga Dunia Lama. Tiga hari lagi, konvoi bersenjata milik kakakku akan memasuki Corvano untuk membawaku pulang.
Pengkhianatanmu Menjadi Akhir Cinta Kita - undefined novels & stories
Bagel
Setelah bayi kami meninggal setelah tiga hari kelahirannya, aku meninggalkan semua kebiasaan yang biasanya membuat Julian kesal. Aku berhenti bertanya ke mana dia pergi. Bahkan, ketika dia tidak pulang semalaman, aku tetap bisa tidur dengan nyenyak. Bahkan, ketika peluru nyasar menyerempet pergelangan tanganku saat terjadi baku tembak di jalanan, dan dokter memintaku menghubungi keluarga, aku hanya menjawab, "Aku nggak punya keluarga." Seorang perawat mengenaliku. "Anda Nyonya Marula, 'kan? Iring-iringan mobil Tuan Julian diparkir di bawah. Perlu saya beri tahu Tuan Julian?" Aku menundukkan pandangan dan memintanya untuk nggak perlu melakukannya. Setengah jam kemudian, Julian mendorong pintu hingga terbuka. Julian mengenakan setelan mahal. Dengan suara lembut, dia berkata, "Kamu terluka, kenapa nggak menghubungiku?" Aku menatap perban di pergelangan tanganku. "Cuma luka kecil. Bos punya urusan yang lebih penting." Nada bicaraku yang acuh tak acuh tampaknya makin membuatnya kesal. Tepat ketika dia hendak mengatakan sesuatu, suara gunjingan anak buahnya yang terdengar dari lorong. "Sudah dengar tentang Mia? Bos benar-benar menyukainya. Waktu pergelangan kakinya terkilir di kasino, beliau sampai mengerahkan tiga SUV antipeluru untuk mengosongkan jalan, bahkan beliau sendiri yang menggendongnya keluar, kakinya nggak menyentuh tanah sama sekali." Rahang Julian menegang. Dia melirikku dengan tatapan waspada, seolah sedang menunggu aku mengamuk dan menuntut penjelasan, seperti yang selalu kulakukan dulu. Namun, aku tetap diam. Aku hanya bersandar di ranjang rumah sakit tanpa bergerak sedikit pun. Dia mengira bahwa aku sudah berhenti membuat keributan. Tanpa dia ketahui, aku diam-diam bersiap untuk meninggalkan dia selamanya.
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status