Novels
Short Stories

Genres

Mafia×
All
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Characters

26
Teman Masa Kecil×
All
Mandiri
Pelakor
Munafik
Psikopat
Wanita Kuat
Mafia
Cinta Pertama
Kejam
Istri Muda
Teman Masa Kecil
Cinta Sejati
Dokter
Bestie
Pengasuh
Pengganti
Bucin
Menantu
Guru
Identitas Tersembunyi
Sekretaris
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Show more

Plot & Setting

27
Penyesalan×
All
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Dewasa 18+
Menggoda
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Penebusan
Sistem
Kehamilan
Nikah Kontrak
Cinta Lama Bersemi Kembali
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Kekuatan Super
Pusat Perhatian
One Night Stand
Petualangan
Show more

Themes

15
All
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Semangat
Multi POV
Show more

Teman Masa Kecil Mafia Short Stories & Penyesalan Novels

Discover a collection of engaging Teman Masa Kecil Mafia short stories featuring Penyesalan, with compelling plots and immersive storytelling. Perfect for readers seeking one-hour short stories and quick, immersive reads online.
Cinta Tak Dapat, Persahabatan Pun Retak - Mafia novels & stories
Zoe
Di bagian timur Kota New York ada dua ahli waris. Satu adalah maniak kecepatan yang mendominasi arena balap, satu lagi adalah aktuaris genius yang mengendalikan arus modal. Keduanya berasal dari keluarga terpandang dan sifat mereka berbeda jauh. Namun, mereka tumbuh bersama sejak kecil dan menjadi satu-satunya sahabat sejati. Mereka pernah berebut perhatian seorang gadis, juga berselisih karena taruhan di arena balap. Namun, saat berusia 15 tahun, mereka sama-sama menggantungkan sebuah lencana tembaga di dada. Itu adalah hasil latihan ukiran tangan dari Mia di kelas kerajinan, dengan sebuah huruf "M" yang tergores di bagian belakang. Saat itu, Mia duduk di bangku paling belakang kelas. Tak seorang pun tahu siapa identitas dia sebenarnya. Namun, kedua laki-laki itu mengenakan lencana tersebut selama 10 tahun penuh. Entah itu saat berdiri di podium juara F1 atau saat mengetukkan palu pada investasi triliunan di bursa, lencana tembaga murahan itu selalu menempel di dada mereka dan tak pernah tergantikan. Sampai akhirnya muncul Ella. Putri kesayangan dari keluarga konglomerat baru. Ella menyulam sebuah emblem kain berhiaskan benang emas dan memberikannya kepada mereka. Kain itu cuma benda biasa yang mirip dengan pernak-pernik murahan yang dijual di pasar loak. Namun, mereka malah sama-sama melepas lencana tembaga itu dan menggantinya dengan kain murahan yang diberikan Ella. Mia tidak mengatakan apa pun. Dia hanya diam-diam menyimpan foto lama mereka yang tercetak di sebuah koran usang. Malam itu juga, dia menelepon ayahnya yang jauh di Sisilia. Nada bicaranya sangat tenang saat berkata, "Papa, aku menerima pernikahan politik ini."
Kau Pilih Dia, Aku Bawa Anakmu Pergi! - Mafia novels & stories
Cocojam
Malam sebelum aku seharusnya menikah dengan pewaris Keluarga Moro, aku mendapati rentetan 99 pesan teks mesum di ponsel Leo, tunanganku. Seorang wanita bernama Via Cokro, memberi tahu Leo bahwa dia mencintai Leo. Sangat mencintainya. Tanpa tahu malu sama sekali. Dia memohon pada Leo supaya membatalkan pernikahan kami, mengancam akan bunuh diri jika Leo tetap melanjutkan pernikahan ini. Aku langsung bereaksi. Aku menyodorkan ponsel itu ke wajah Leo untuk menuntut penjelasan. Keheningan terasa abadi sebelum Leo akhirnya angkat bicara. "Kakaknya itu Alan, wakilku. Dia kena tembak demi aku. Aku sudah janji padanya akan menjaga adiknya." "Jeny, kita tumbuh bersama. Kamu tahu cuma kamu satu-satunya di hatiku. Aku janji bakal urus ini, aku akan memutus hubungan dengannya." Aku mencari kebohongan di mata Leo. Akhirnya aku menelan rasa getir dalam tenggorokanku dan memilih untuk memercayai Leo. Pernikahan pun tetap dilanjutkan. Pernikahan ini bukan sekadar tentang kami berdua. Ini adalah perjanjian yang ditandatangani dengan darah antara dua keluarga. Dan, Tuhan tolong aku, aku masih mencintainya. Namun, di hari pernikahan kami, saat kami berdiri di altar dengan janji yang hampir diucapkan, Leo menerima telepon. Itu dari dia, Via. Dia sedang berada di jembatan dan mengancam akan melompat. Menuntut supaya Leo segera datang sekarang juga. Cincin berlian yang hanya sejengkal dari jariku, jatuh berdenting ke lantai batu gereja. Tidak ada sepatah kata pun. Tidak ada satu pun penjelasan. Leo pergi begitu saja. Meninggalkanku, keluarga kami, masa depan kami... Meninggalkanku berdiri sendirian di altar. Dalam kabut air mata, aku berteriak padanya, "Leo, kalau kamu keluar dari pintu itu, kita putus!" Jawaban satu-satunya dari mulut Leo, diucapkannya sambil berjalan menjauh, "Dia butuh aku." Leo tidak pernah menoleh ke belakang. Aku pun menghilang dari dunia Leo dan tidak pernah menoleh ke belakang sambil mengandung anaknya.
Rasa Lelah yang Mencapai Puncah, Aku Tak Ingin Lagi Menikah - Mafia novels & stories
Bagel
Pacar mafiaku, Fendy, selalu bertengkar dengan sahabat masa kecilnya, Amanda. Di hari ulang tahunku, Amanda memberiku sebuah bullet vibrator. "Nih. Buat ronde kedua, kalau-kalau perlu. Aku lebih tahu stamina dia daripada siapa pun." Fendy melemparkan sebotol foundation berwarna pucat ke arahnya. "Pakai yang lebih banyak lagi. Siapa tahu akhirnya ada yang mau sentuh kamu." Mereka saling mendorong saat keluar, lalu membanting pintu di belakang mereka. Lilin di atas kue ulang tahunku habis meleleh hingga padam, sementara aku duduk sendirian di meja makan. Saat kedua keluarga kami pertama kali mengadakan makan malam resmi bersama, Amanda tersenyum dan menyelipkan sebotol kecil pelumas ke tangan Fendy. "Ambil. Biar kamu nggak bikin gadis malang itu menderita." Ekspresi Fendy langsung menjadi muram. "Masih lebih baik daripada kamu yang menangis malam-malam sambil memeluk guling." Kali ini, Fendy mengatur liburan ke sebuah pulau pribadi. Seorang teman kami diam-diam memberitahuku bahwa dia berencana melamarku di atas tebing saat matahari terbenam. Setelah tujuh tahun menjalin hubungan, aku berkata pada diri sendiri bahwa inilah akhirnya. Garis akhir yang selama ini kutunggu akhirnya sudah di depan mata. Aku berdandan dengan sangat teliti, mengenakan gaun termahal yang kumiliki, lalu berjalan menuju helipad. Aku membuka pintu helikopter. Amanda sudah duduk di kursi kopilot. Dia mengangkat alis saat melihatku. "Chloe, kamu datang? Aku agak klaustrofobia, jadi kamu nggak keberatan kalau aku duduk di depan, 'kan?" Fendy yang sedang memegang kendali helikopter menoleh dan mengamatiku. "Chloe, kamu duduk di belakang saja. Aku khawatir dia tiba-tiba mengamuk, lalu mulai mencakar dan menggigit. Nanti suasananya jadi rusak." Sebelum aku sempat mengatakan apa pun, Amanda sudah lebih dulu membalas, "Apa maksudmu? Aku ini beban buatmu?" "Bukan baru hari ini aku mikir begitu. Kenapa kamu drama sekali hari ini?" Perdebatan mereka berlangsung begitu alami, seolah-olah mereka telah mengulang naskah yang sama ribuan kali. Pada saat itu, kelelahan yang telah menumpuk selama tujuh tahun terakhir tiba-tiba menghantamku. Untuk pertama kalinya, aku menyadari bahwa aku tidak lagi ingin menerima lamarannya.
Aku Menikahi Pamannya, Baru Dia Menyesal - Mafia novels & stories
sago pudding‌
Seminggu sebelum hari pernikahan, Liam Suwanto diam-diam ganti nama calon mempelai pria di formulir pendaftaran pernikahan. Nama yang semula miliknya diganti jadi nama pamannya sendiri, Edwin Suwanto, ketua mafia baru Keluarga Suwanto. Seorang temannya menatap dia dengan wajah terkejut. "Kamu sudah gila, yah? Selena sudah tunggu kamu selama tujuh tahun. Di mata semua orang, dia hampir dianggap perawan tua! Dan sekarang kamu justru serahkan dia ke pamanmu yang paling kejam itu?" Liam hanya tersenyum santai. "Lena dan aku kalah dalam sebuah taruhan. Aku sudah janji akan penuhi satu permintaannya." "Lagian, begitu Selena tahu namanya diganti, dia pasti akan panik lalu lari cari aku untuk minta perbaiki semuanya." "Dan lagi, mana mungkin pamanku beneran mau nikahi Selena? Begitu tahu kesalahan itu, dia pasti langsung batalkan pertunangannya. Dan pada akhirnya, Selena tetap akan jadi istriku." Nada suaranya terdengar begitu ringan, seolah semua itu cuma permainan saja. Teman-temannya langsung tertawa terbahak-bahak. Sementara itu, aku telah berdiri di balik pintu cukup lama, dengarkan setiap kata yang mereka ucapkan. Sedikit demi sedikit, hatiku jadi beku. Hari pernikahan akhirnya tiba. Aku tetap datang seperti yang telah direncanakan. Sementara itu, Liam, pria yang selama ini selalu angkuh dan merasa segalanya berada dalam genggamannya justru jadi gila saat berusaha terobos masuk ke dalam gereja. "Aku pengantin prianya! Aku yang seharusnya jadi pengantin prianya!"
Jujur atau Tantangan: Aku Pilih Pergi - Mafia novels & stories
Bagel
Setiap kali bermain game "Jujur atau Tantangan", Clara, teman masa kecil pacarku, selalu menantang Ronan untuk mengerjaiku, sedangkan Ronan tidak pernah menolak, dia berpura-pura melamarku. Terakhir kali, aku sempat percaya dengan tipuan mereka. Aku mengulurkan tangan dengan senang hati, tetapi komponen di dalam cincin itu tiba-tiba menjepit jariku, seketika itu juga aku menjerit kesakitan. Ronan dan Clara tertawa terbahak-bahak, mengabaikan jariku yang sudah membiru karena terjepit. Setelah itu, Ronan menahanku di dinding dan bersumpah bahwa dia akan serius melamarku tahun ini. Sehingga ketika pengawalnya mengantarku ke klub elite tempat kami pertama kali bertemu, aku mengenakan gaun sutra putih yang mahal, menata rambut, bahkan berdandan secantik mungkin. Aku juga membayangkan momen lamaran yang mengharukan, membayangkan aku menganggukkan kepala dan menjawab, "Ya, aku bersedia." Namun begitu aku membuka pintu ruang VIP, betapa terkejutnya diriku, ada seseorang yang mengguyur segelas anggur merah ke wajahku. Minuman itu menetes dari dagu dan membasahi gaunku. Tawa seorang wanita langsung pecah di tengah kerumunan. "Sudah kubilang, Aurora pasti datang, 'kan? Ronan, kamu kalah!" Ronan menghampiriku dengan wajah pasrah. Pria itu mengusap wajahku menggunakan tisu dengan lembut, nada suaranya masih selembut biasanya. "Kamu dandan demi aku, ya? Sayang sekali, gaunmu jadi kotor." "Clara menantangku bertaruh apakah kamu berani datang ke klub kita malam ini, aku yakin kamu pasti datang. Taruhannya seperti ini: Kalau kamu nggak datang, aku akan melamarmu besok. Sebaliknya, kalau kamu datang, maka lamaran ini diundur tahun depan." "Maaf, Sayang. Karena kamu datang, jadi kita batal menikah tahun ini." Aku menatapnya. Setelah terdiam lama, aku bertanya, "Apa kamu ingat besok itu hari apa?" Pria itu mengangkat bahu sambil tersenyum. "Tentu, besok adalah hari jadian kita yang keenam tahun, aku nggak mungkin lupa." Anggur merah itu mengalir melewati tulang selangkaku, rasa dingin dan lengketnya membuat tubuhku menggigil. Tiba-tiba, semua terasa sia-sia. Hari jadian kami tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan salah satu lelucon mereka ini. Orang sepertiku tidak pernah bisa menang melawan teman masa kecilnya, Clara. Aku melepaskan gelang perak yang terus kupakai selama enam tahun dari pergelangan tanganku. "Semua sudah berakhir, kita putus!"
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status