Surat ancaman yang datang tanpa nama membuat kehidupan Aurelia yang awalnya tentram menjadi penuh bayang-bayang ketakutan. Sang ayah yang merupakan seorang presiden tidak hanya tinggal diam melihat nyawa anaknya terancam. Namun, dari surat ancaman inilah justru membawa Aurelia mengingat akan masa lalu yang indah sekaligus menyakitkan yaitu pertamuannya dengan Raka Adhitia Pratama sang mantan kekasih yang kini menjadi pengawal pribadinya. Di tengah ancaman yang kian memanas perasaan lama justru bersemi kembali. Bersamaan dengan itu sebuah masa lalu kelam terungkap melalui teror tersebut.