Pendekar Tanpa Wajah
Dengan perlahan, dia mulai mengalirkan energi ruang ke kipas tersebut, merasakan pola kata-kata di puisi itu mulai bergetar halus di tangannya.
Sekonyong-konyong, kipas itu mulai berubah. Puisi yang tadinya tampak biasa-biasa saja kini tampak bergerak di atas kertasnya.
Kata-katanya saling bergeser, membentuk pola baru yang memancarkan cahaya samar.
“Astaga ....” Bai Lixue sampai melongo terpesona.
Dalam sekejap, kata-kata tersebut berubah menjadi simbol-simbol kuno yang melayang di udara.