Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Diary Rain

Diary Rain

~Sesi Lagu~ Kapan lagi kutulis untukmu Tulisan-tulisan indahku yang dulu Pernah warnai dunia Puisi terindahku hanya untukmu Mungkinkah kau kan kembali lagi Menemaniku menulis lagi Kita arungi bersama Puisi terindahku hanya untukmu -Jikustik, Puisi- ~Sesi Lagu Berakhir~ Seketika tubuhku membeku. Pikiranku langsung melayang. Suara itu seperti berada tak jauh dari rumahku. Aku langsung menoleh ke arah jendela kamar. Segera aku berlari dan membukanya dengan tidak sabar.
107.1K viewsOngoingAdded to Library 278 Times as contoh diksi puisi
Read
+Library
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Lady Xiwu menatap buku itu seolah berharap bisa membaca isi tulisannya dari kejauhan. Kaisar membaca dalam diam cukup lama, alisnya sedikit berkerut. Ia membaca pelan, seolah setiap kata memiliki bobot dan makna tersendiri. Puisi itu bukanlah pujian manis tentang kemewahan istana atau keindahan musim semi seperti yang biasa didengarnya; puisi itu berbicara tentang dinginnya musim dingin, ketabahan yang tumbuh di tengah kesunyian, dan jejak kaki yang tak hilang meski tertutup salju tebal.
101.3K viewsCompletedAdded to Library 45 Times as contoh diksi puisi
Read
+Library
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Kepiawaian Vajra dalam memetik instrumen berdawai itu memang bukan isapan jempol semata. Mendengar iringan yang begitu indah, kepercayaan diri Candrani melonjak. Ia menarik napas dalam, lalu mulai membacakan bait pertama dari puisinya yang berjudul "Cahaya Candra di Balik Mega." Puisi itu berkisah tentang Dewi Bulan yang sinarnya dihalangi oleh kabut tebal kiriman Dewi Kegelapan.
1014.5K viewsCompletedAdded to Library 505 Times as contoh diksi puisi
Read
+Library
Terikat Tatapan Pak Dosen

Terikat Tatapan Pak Dosen

"Melihat itu menangkap bayangan secara visual. Menatap itu fokus. Sedangkan mengintai itu ada maksud tersembunyi, biasanya dilakukan secara diam-diam." Khai tersenyum tipis, jenis senyum yang membuat seisi kelas merasa ada sesuatu yang tidak beres namun sangat menarik. Serentak mereka merespon dengan mengangguk. Suasana kelas perlahan menjadi lebih santai karena selanjutnya Khai sedang dalam mood untuk membedah lirik lagu populer yang menurutnya memiliki "pilihan kata yang malas". "Diksi bukan sekadar mencari kata yang mirip," Khai berdiri di depan kelas mengaktifkan lasernya.
895 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as contoh diksi puisi
Read
+Library
TRASHY

TRASHY

batinnya lagi dengan helaan napas yang teramat panjang 💔 Acara pensi berlangsung riuh dan meriah. Kalau yang menebak kelompok Dianalah pemenangnya, ya! Betul, mereka menang karena bakat yang ditampilkan sangat berbeda dari kelompok lain yaitu, musikalisasi puisi. Diana menulis puisi, Lia dan seorang gadis bernyanyi, satu perempuan memainkan okulele, dan gadis kurus bernama Putri bertugas membacakan puisi buatan Diana berjudul 'Mimpi dan Ibu', yang isinya sederhana. Begini :
103.3K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as contoh diksi puisi
Read
+Library
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

*** Rasa Aku berkelana melewati rimba aksara, menembus lebatnya kata Aku berenang dalam kubangan gelap dan terangnya pikiran Mencari rasa yang sepat singgah pada manik jiwa Terbang mengikut angin berhembus sampai akhirnya leyap pada batas nyata Luka hanyalah setitik duka yang tersirat dalam kisah semesta Aku pun pergi pada cinta, kuiklaskan diri dalam rengkuhnya Cumbuannya membangkitkan gelora hasrat jiwa, hadirkan selaksa bahagia ** Jadi lagi satu puisi, coba up lagi di medsos. Siap dikritik, daripada harus diam menunggu kabar dari manusia yang mulai menghilang dari peredarannya. [Ta,] Kenzo mengirim pesan [Uyy, dapa, Ken?] [Sibuk 'gak?] [Gak, kenapa?]
104.3K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as contoh diksi puisi
Read
+Library
Sang Pemburu Bayangan

Sang Pemburu Bayangan

Dia tanpa pikiran yang membuat kita berpikiran. Dia adalah kita dan kita adalah dia. Namun, dia tak pernah mengakuinya." Puisi sederhana itu, selalu bisa membuat Andi merasa pusing. Selain bahasanya yang penuh misteri, penulisnya juga membuat Andi sangat penasaran. Karena setahunya, ayahnya sangat jarang menulis puisi dan tidak pernah terlihat menulis puisi seperti itu. Karena ayahnya dulu, lebih sering menulis artikel dan novel. Bahasa yang digunakan ayahnya juga biasanya lugas, keras dan pedas. Berbeda dengan bahasa penuh misteri dalam puisi itu.
9.93.2K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as contoh diksi puisi
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 41 C Oleh: Kenong Auliya Zhafira Tiga puluh menit Dyra menghabiskan waktu untuk membaca. Setelahnya ia tergiur untuk membuat puisi. Entah kenapa tiba-tiba ingin menggoreskan sedikit perasaan hatinya melalui aksara. Bukan dalam bentuk cerita atau novel tetapi puisi sederhana yang mewakili isi hati. Tentang cerita, ia sudah lebih baik memahami tanda baca. Persis seperti memahami hati seorang Alsaki Mahendra. Keadaan sekitar bahkan terlupa karena asyik dengan dunianya sendiri. Hingga tanpa sadar waktu berlalu begitu cepat, tetapi wanita yang tengah menikmati masa bebas itu masih acuh pada keadaan sekitar. Bahkan suara Cantika yang terdengar cempreng pun tidak menarik perhatiannya kali
108.9K viewsCompletedAdded to Library 186 Times as contoh diksi puisi
Read
+Library
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

ia menghilang saat mentari turun dari peraduanya tak sanggup ku kepakkkan kembali sayap ini ia telah patah… tertusuk duri duri yang tajam… hanya bisa meratap… meringis… mencoba mengapai sebuah pengangan…" Kak Citra membacakan puisi dengan penuh penghayatan. Musik masih mengalun pelan di sampingnya. Kak Citra seakan-akan bisa memboyong piala juara jika dia ikut kompetisi. Namun tidak dilakukannya. Dia tahu, dia memang sebagus itu. Kahlil Gibran adalah idolanya.
1015.3K viewsCompletedAdded to Library 382 Times as contoh diksi puisi
Read
+Library
Titipan Cinta Bentara

Titipan Cinta Bentara

Jalan Penuh Puisi Aku serupa melihat silet lelaki yang kukenali sejak lama Ketika itu aku berjalan di tenah rerimbunan pohon berdaun larik-larik puisi Dengan tangkai yang meranggas serupa sajak-saja pekat Langkahku maju meski ragu-ragu Menginjak serakan bait-bait coretan pujangga Siluet itu kini berubah menjadi seorang lelaki seutuhnya Wajahnya serupa rumah yang tak pernah kujumpa Wangi yang menguar dari tubuhnya terlalu sering kuhirup namun tak pernah tercium oleh hidungku Dadanya serupa tempatku berkeluh kesah namun tak pernah Namun tak pernah kusentuh Lelaki itu berjalan ke arahku, di jalan yang penuh dengan puisi.
3.6K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as contoh diksi puisi
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status