Akhirnya Kau Mencintaiku
teraiknya teredam oleh gemericik suara air yang jatuh ke atas lantai.
"Kenapa aku selalu saja terlambat menyadari bahwa orang-orang yang dulu begitu dekat denganku begitu sangat mencintaiku! Bodohnya aku selalu menyia-nyiakan dia sehingga kini cintanya berubah menjadi benci. Tuhan telah menghukumku dengan sangat setimpal, Rea. Seolah tiada ampun bagiku, Tuhan telah memberikan rasa cinta di dalam hatiku setelah aku dulu meludahinya, sehingga aku terus hidup, tapi seperti mati. Mati karena tanpamu, aku menyesal!"