Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bunga Perang Shogun Tokugawa

Bunga Perang Shogun Tokugawa

Tiba giliran kertas milik Kiyoko, pemuda tersenyum membaca puisi yang ditulis oleh gadis itu. Sebuah puisi yang sepertinya ditujukan untuk seorang yang tidak mampu ia gapai. Sebuah cinta dalam diam yang belum sempat terungkapkan, namun telah kandas terlebih dahulu. Begitu yang Andrew tangkap dari puisi milik Kiyoko. Susunan katanya rapi, dan bahasanya menggunakan bahasa literasi yang tinggi.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai 100 kata diksi puisi
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 41 C Oleh: Kenong Auliya Zhafira Tiga puluh menit Dyra menghabiskan waktu untuk membaca. Setelahnya ia tergiur untuk membuat puisi. Entah kenapa tiba-tiba ingin menggoreskan sedikit perasaan hatinya melalui aksara. Bukan dalam bentuk cerita atau novel tetapi puisi sederhana yang mewakili isi hati. Tentang cerita, ia sudah lebih baik memahami tanda baca. Persis seperti memahami hati seorang Alsaki Mahendra. Keadaan sekitar bahkan terlupa karena asyik dengan dunianya sendiri. Hingga tanpa sadar waktu berlalu begitu cepat, tetapi wanita yang tengah menikmati masa bebas itu masih acuh pada keadaan sekitar. Bahkan suara Cantika yang terdengar cempreng pun tidak menarik perhatiannya kali
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 294 kali sebagai 100 kata diksi puisi
Baca
+Pustaka
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Kalimat yang kutulis ringkas, padat, dan menusuk: Aku adalah puisi yang hanya bisa dibaca, Bukan untuk disentuh jari-jari dunia. Namaku: Harga Diri. Tempatku: Keheningan yang sunyi. Di sinilah aku, tak bertamu, tak menemui. "Ck.. ck.. Aku kira puisi dahsyat apa, ternyata cuma begitu? Biasa saja," cibir Bonaga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia tampak cemas, takut kalau-kalau puisi sesingkat itu akan ditolak mentah-mentah dan membuat kami jadi bahan tertawaan seisi ruangan.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai 100 kata diksi puisi
Baca
+Pustaka
RELATIOXIC RULES

RELATIOXIC RULES

Bu Markonah adalah guru Bahasa Indonesia yang mengajar di kelas XI B yang membawakan materi tentang puisi. “Anak-anak, hari ini kita akan belajar tentang puisi. Ada yang sudah tahu definisi puisi? Puisi adalah sebuah karya sastra yang gaya bahasanya sangat ditentukan oleh irama, rima, serta penyusunan setiap larik dan kata-katanya yang sangat diperhatikan,” kata Bu Markonah Seluruh siswa menyimak dan mencatat penjelasan Bu Markonah, tetapi Alexa malah sibuk mengecek ponselnya berulang kali. Danish masih belum menunjukkan batang hidungnya sama sekali.
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai 100 kata diksi puisi
Baca
+Pustaka
FREL.

FREL.

Aku memejamkan mata sesaat, berusaha mengingat bait demi bait puisi yang pernah aku baca. "Kala hujan gerimis, bagai bunyi tambur mainan, anak-anak peri dunia yang gaib. Dan angin mendesah, mengeluh dan mendesah. Wahai, Dik Narti, aku cinta kepadamu! Ku—" "Ehm! Nama gue bukan Dik Narti, lho." Kak Kevan memotong puisiku seraya menahan tawanya. "Eh? Iya, ya? Bentar, bentar. Gue ganti lagi."
9.426.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 817 kali sebagai 100 kata diksi puisi
Tampilkan Ulasan (46)
Baca
+Pustaka
Pengelana Tersesat
Ceritanya seru, tapi sekedar saran, perlu koreksi cara promosi. Lebih halus dan sopan ke Author. Takutnya promo kaya biasanya bakal bikin masalah di masa depan. Tapi, klo mau lanjut juga silakan. Saya yang tersesat hanya mengingatkan agar hanya saya seorang yang tersesat
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Baca Semua Ulasan
Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Baskara melangkah masuk ke kamar, sorot matanya campur aduk. “Tadi… aku nggak sengaja,” ucapnya. “Ya,” ucapku pelan sambil menepuk-nepuk selimut dengan lembut. Dia terdiam sejenak, lalu duduk di sampingku. Wajah tegasnya perlahan melunak. “Aku nggak melarang Dimas pakai baju bagus. Hanya saja, dia ‘kan masih kecil… pertumbuhannya cepat. Jadi, nggak perlu mubazir...”
9.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 285 kali sebagai 100 kata diksi puisi
Baca
+Pustaka
Dream first class

Dream first class

Membalasnya dengan amarah yang tertahan. [Tidak bisa.] Ia pun membalas dengan bernegosiasi. [Ada lomba bikin puisi se-Indonesia. Temanya, ‘manusia.’ Kamu tinggal buat puisinya maksimal 4 bait, margin normal, diketik dengan font: Times New Roman, ukuran 12, spasi 1.5, dan Bionarasi maksimal 50 kata. Deadline-nya Desember tanggal 1. Syarat untuk mendaftarnya biar aku yang bikinkan. Mau, nggak?]
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai 100 kata diksi puisi
Baca
+Pustaka
Siluet Cinta Olive

Siluet Cinta Olive

Ia telah mengkoordinir sembilan orang teman sekelas anggota geng dekil untuk merayakan kelulusan mereka sebagai sukses bersama yang harus dirayakan dan jangan sampai terlupakan. “Malam Senyap Menyergap Kesepianku”, itu salah satu bunyi sub judul dalam laman blog ini. Berisi puisi seronok yang konten kalimatnya makin vulgar dari atas ke bawah. “Sayang, masuklah menyongsongku. Aku sangat kesepian dan merindukanmu. Desakanmu yang meronta, engkau sangat perkasa. Pelukanmu yang makin kuat, kusambut dengan goyangan dahsyat. Oh...aku sungguh menikmati keperkasaanmu, Sayang...,’’ ‘’Mana Di? Nggak ada nomor kontaknya? Kok isinya puisi semua?”Tanya Bayu.
1010.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai 100 kata diksi puisi
Baca
+Pustaka
Jeruji Tanah Anarki

Jeruji Tanah Anarki

“Dedaunanku menari Iringi senandung nabastala Cerah berpendar Sebiru gagang pedangmu Lukaku merona Pancar penuh tawa Atas kabar bersambutnya rasa Dersik pembawa bahagia Katamu akulah sahmura Pendar mewangi helai mahkota Kataku akulah akara Pendar meluruh tiap amerta Sejuk dersik sarayu Simpul terukir kehadiratmu Indah irama jantung bertalu Tuan, nada ini untukmu.” Usai membaca puisi, Shaw mengusap tengkuk. “Aaa ... aku tidak begitu memahami puisinya.” “Tapi puisinya bagus. Kira-kira siapa penulis puisi itu?” Jari telunjuk Bailey mengetuk-ngetuk dagu, otaknya berpikir.
109.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 324 kali sebagai 100 kata diksi puisi
Baca
+Pustaka
Ai (Untuk Leo)

Ai (Untuk Leo)

Kau Maha Adil Sang Pencipta Raga dan jiwaku kau wakilkan Hingga kubisa tenang pada waktunya Tunggulah aku semuanya Susulanku segera kalian terima Hingga waktu itu tiba Leo terkesan dengan dengan sajak puisi yang telah ia baca tersebut. Ia yakin, puisi ini memiliki makna tersendiri dan bukan hanya sekedar karangan. Terpikir dalam pikirannya untuk mencari tahu siapa penulisnya. Maka dibukalah lagi lembaran berikutnya. "Berlarilah karena mimpimu, jangan dengarkan perkataan mereka tentang mimpimu, Biarkan mereka tidak tahu, siapa sebenarnya dirimu."
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai 100 kata diksi puisi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status