Rahasiaku Dengan Istri Omku
Setelah kecelakaan itu, tante meremehkanku karena mengira aku sudah menjadi bodoh. Dia tak pernah lagi menutupi tubuhnya di depanku. Bahkan saat aku mulai mencari kesempatan padanya, dia terpaksa harus terus membujukku dengan sabar.
Aku pun semakin menjadi-jadi, perlahan-lahan menguji batasan kesabarannya.
Hingga pada suatu hari, saat om sedang tidur lelap, aku menyelinap ke ranjang tante untuk menikmati tubuh indah yang sudah lama kudambakan.
Tante gemetar di pelukanku. Karena takut om akan terbangun, dia terpaksa menahan suaranya sambil tetap berusaha membujukku, ‘si bodoh’ ini. Dia perlahan kehilangan tenaga, tersiksa di antara rasa nikmat dan bersalah….
Satu hal yang tidak dia ketahui, sebenarnya aku sudah lama sembuh dan kembali normal.