Diantara Dua Tasbih
Hanya butuh tiga kali nada sambung sebelum panggilan tersebut diangkat oleh seseorang di seberang sana.
"Assalamu’alaikum, Abah," ujar Rofiq dengan nada suara yang seketika berubah menjadi sangat takzim, penuh dengan rasa hormat seorang anak sekaligus santri kepada guru spiritual utamanya.
"Wa’alaikumussalam, Le. Alhamdulillah. Bagaimana kabarmu dan keadaan penyamaranmu di Jakarta sana, Rofiq?" suara berat, dalam, dan berwibawa milik sang Kyai besar, ayah kandungnya, terdengar menggelegar lembut memecah keheningan lobi dari seberang sambungan telepon antarkota tersebut.