Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pulang

Pulang

ucap pria bertubuh besar. Ketiganya pria itu duduk, sedangkan Yotta hanya berdiri diam di sisi Angga. " Aku akan melunasi hutang bu Retno, dan setelah itu kalian sudah tidak perlu lagi menakuti anak-anaknya. " Jawab Angga membuka tas di tangannya, dan mengeluarkan sejumlah uang yang dijanjikan. " Tentu saja, ini hanya masalah uang anak muda, " jawab salah satunya, dan mulai menghitung uang yang terikat dengan rapi.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai payung mutho
Baca
+Pustaka
Kutunggu Jandamu

Kutunggu Jandamu

"Maaf, Om." "Tidak apa-apa. Om malah berterima kasih kamu udah bantu jagain barang-barang Om di sini." "Om permisi dulu, ya. Speedboatnya udah mau berangkat." Aku pamit setelah memberinya tiga lembar uang ratusan ribu. "Makasih banyak, Om." Matanya berbinar menerima lembaran uang merah itu. Selanjutnya ia berlari dan menghilang dari pandangan.
1010.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 317 kali sebagai payung mutho
Baca
+Pustaka
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Lelumban lelamising lati Landep lancip liding Lumah lemeh, lemeh lumah Lemes Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Lelakon oo…lelakon Lir pakeliran suran Lamat pangindunge nyi sinden Lelegon bumi kelairan Lemahku subur Lintangku dhuwur Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Limbung nyi buto ijo Lambe ndremimil Lambung perih ngelih Le thole Lodoken lenge gangsir Lebanana kareben ngenthir Lelepah-lelepah pakanane iwak entah. Penduduk pun bersorak sorai ramai sekali mendengar geguritan yang kocak itu. Sarni Trilili tertawa-tawa senang. Benar, memang lucu. Sambil tetap menari orang topengan itu mengedarkan topi pandannya yang bulat plus kumal. Lantas uang logam p
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai payung mutho
Baca
+Pustaka
Kesombonganmu Kubayar Tunai

Kesombonganmu Kubayar Tunai

Pov Rafif (3) Gimana cara gue bayar minumannya? Mau kasih jaminan KTP juga ga bisa. Semua kartu Identitas penting ada di dalam dompet! Sial banget gue hari ini! "Mas, sorry, dompet saya hilang. Saya minta waktu sehari ya buat bayar minuman saya tadi. Saya janji besok malam ke sini lagi," pintaku pada pemuda yang kutaksir berusia dua puluhan tahun itu. Ia sedang sibuk meracik bahan minuman untuk disajikan kepada tamu selanjutnya.
1048.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai payung mutho
Baca
+Pustaka
Kubayar Hutangmu Dengan Tubuhku

Kubayar Hutangmu Dengan Tubuhku

Judulnya tertulis dengan huruf kapital tebal: PERJANJIAN PENYELESAIAN UTANG PIUTANG & KESEPAKATAN KERAHASIAAN (NDA). Di sebelahku, Adrian duduk dengan kaki bergoyang gelisah. Dia sudah mengenakan setelan jas baru—topeng retaknya sudah ditambal—meski lebam di pipinya masih terlihat jelas di bawah lapisan foundation tipis. "Silakan dibaca poin-poin krusialnya, Bu Elena," ujar pria di hadapan kami.
655 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai payung mutho
Baca
+Pustaka
Payung Merah

Payung Merah

Sementara itu, lelaki bertato berjalan ke sudut ruangan mengambil payung merah. "Katakan, darimana kau dapatkan payung ini?" "Apa urusannya denganmu?" "Jawabanmu akan menentukan nyawamu," ucap lelaki bertato. "Apa pentingnya payung itu? Kenapa kalian tertarik dimana aku mendapatkannya?" "Hahahahaha, nona, kau cukup banyak bicara." Kali ini lelaki rambut pirang yang bernama Robenzo berbicara.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai payung mutho
Baca
+Pustaka
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Karina sengaja mengangkat sebelah alis matanya dengan tatapan meremehkan total. "Kenapa cuma diam melongo dari tadi tanpa berkedip sedikit pun ke arah uang ini? Kamu jangan-jangan buta huruf parah dan nggak bisa baca tulisan bahasa manusia di kertas ini, ya? Atau uang tunai sebanyak dua miliar ini ternyata masih kurang buat bayar tenaga murahan gigolo klab malam kayak kamu? Sebutin saja berapa nominal angka maumu ke telingaku, aku bisa bayar dua kali lipat detik ini juga asal kamu mau tanda tangan kontrak ini sekarang."
9.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 341 kali sebagai payung mutho
Baca
+Pustaka
BAYAR dengan Tubuhmu

BAYAR dengan Tubuhmu

ucap Mila terharu. "Tentu saja, tidsk heran jika dayang kesangan dari Yang Mulia juga luar biasa." Timpal Yohan sembari merangkul Mila. "Sir, terima kasih sudah menjadi bagian dari hidupku. Kuharap kita akan memiliki keluarga utuh dan bahagia seperti Yang mulia Pangeran dan Nyonya Putri." Ucap Mila pada Yohan.
6.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai payung mutho
Baca
+Pustaka
Gara-Gara Utang

Gara-Gara Utang

Kedua pemuda itu saling tatap dan menganggukkan kepala seolah terhubung sebuah telepati agar sama-sama membuka pintu itu secara paksa. Satu. Dua. Tiga. Brak. Akhirnya pintu terbuka setelah tiga kali mereka menabrakkan bahu ke pintu. Tak dirasakan lagi rasa sakit yang menyakiti lengan atas mereka karena pemandangan di depan sana membuat semua yang ada di depan pintu terbeliak kaget.
4.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai payung mutho
Baca
+Pustaka
Istri Baru Mantan Suamiku

Istri Baru Mantan Suamiku

Bayu mencoba mengusirnya dengan halus berulang kali, tapi Murti tetap bebal. "Apa kamu nggak kerja, Mur?" "Enggak," jawab Murti singkat. "Kerjaanku udah selesai, Mas. Aku nungguin Mas Bayu pulang. Jam 4 selesai, kan?" Bayu hanya bisa menghembuskan nafas dengan kasar. "Kamu ada uang nggak, Mur?" tanya Bayu. "Ada. Mau buat apa?" sahut Murti
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai payung mutho
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status