Cinta Yang Salah
"Iya sayang, anggaplah, ini sebagai ganti kado yang tempo hari, di ambil Novi,"
"Aku makin cinta, Mas." Intan membelai pipiku yang di tumbuhi jambang, sengaja aku tak mencukurnya hingga halus di permukaan, sesuai permintaan Intan.
Kukulum bibirnya yang bergetar, dengan penuh kehangatan. Dia mendesah lirih, gairahku kian bergejolak melihat ekspresi wajahnya, Intan begitu cantik, dia meringis menikmati setiap gerakan tangan liarku.