Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kejutan Spektakuler Untuk Keluargaku

Kejutan Spektakuler Untuk Keluargaku

Aku meninggal pada hari ulang tahunku sendiri. Namun, orang tuaku dan suamiku sama sekali tidak menyadarinya. Mereka malah sedang sibuk menyiapkan pesta ulang tahun untuk adik kembarku dengan sepenuh hati. Ketika adikku dikelilingi semua orang untuk memilih gaun pesta, aku diikat erat dan dilempar ke dalam ruang bawah tanah. Dengan seluruh tenaga yang tersisa, aku menekuk jariku yang hampir patah, lalu dengan susah payah memasukkan empat angka: 9395. Itu adalah kode darurat sederhana yang dulu pernah kusepakati bersama suamiku, Willy. Itu adalah sebuah sinyal yang harus dia mengerti jika aku berada dalam bahaya. Tak pernah kuduga, pada akhirnya, kode itu benar-benar kupakai. Namun, Willy tidak percaya. Dia membalas dingin. [ Valerie, cuma karena aku nggak bawa kamu beli baju baru, kamu sampai berakting begini? Gaun tahun lalu masih bisa kamu pakai. Sampai jumpa nanti di pesta, jangan bikin ribut. ] Dia tidak tahu bahwa gaunku sudah lama digunting habis oleh adikku. Dia juga tidak tahu bahwa satu detik setelah dia menutup telepon, nyawaku sudah melayang. Jadi, pada malam pesta ulang tahun itu, aku memang tidak pernah muncul. Namun ketika semua orang melihat hadiah ulang tahun yang sudah kusiapkan terlebih dahulu untuk adikku ... mereka semua langsung kehilangan akal.
Baca
Tambahkan
Di Balik Bayang-Bayang Keluarga

Di Balik Bayang-Bayang Keluarga

Sejak usia dua tahun, Erianna Vindra menjadi bank darah pribadi untuk adik kembarnya setelah didiagnosa memiliki kelainan genetik yang langka. Dokter memprediksi adiknya tidak akan hidup lebih dari delapan belas tahun, jadi keluarga dan kakak laki-lakinya sangat menyayangi adiknya. Mengutamakannya dalam segala hal. Mereka bahkan menyalahkan Erianna, menuduhnya "mencuri" nutrisi adiknya dari dalam kandungan sehingga membuatnya sakit-sakitan. Di kehidupan sebelumnya, tidak ada satupun di keluarganya yang menyayanginya. Hanya tunangannya, Devan, yang benar-benar tetap berada di sisinya. Tapi, Erianna tidak pernah menyangka bahwa ada yang disembunyikan di balik cinta Devan. Hingga adiknya tanpa sengaja jatuh dari tebing dan perlu transfusi darah penuh. Devan mengisi formulir persetujuan tanpa ragu, mengirim dirinya ke meja operasi untuk jadi pendonor. Saat darahnya mengalir dan kesadarannya hampir sirna, Erianna berjanji bahwa, di kehidupan lain, dia tidak akan menjadi bank darah untuk adiknya lagi! Berikutnya, saat dia membuka mata, dia kembali ke hari dimana dia telah bertunangan dengan Devan ….
Cerita Pendek · Mafia
3.9K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Tiga Hari Terakhirku sebagai Wanita Sempurna

Tiga Hari Terakhirku sebagai Wanita Sempurna

Dokter mengatakan, tanpa terapi sel terbaru, aku hanya bisa hidup selama 72 jam. Namun, Tommy Harper memberikan satu-satunya kuota pengobatan itu kepada Anna Wilson. "Gagal ginjalnya lebih parah," ujar Tommy. Aku mengangguk, lalu menelan pil putih yang akan mempercepat kematianku. Dalam sisa waktu itu, aku melakukan banyak hal. Saat penandatanganan, tangan pengacara gemetar. "Saham senilai empat triliun ini, Anda benar-benar akan mengalihkan semuanya?" Aku menjawab, "Ya, berikan pada Anna." Putriku, Clarisa, tertawa bahagia dalam pelukan Anna. "Ibu Anna membelikanku gaun baru!" "Bagus sekali, nanti dengarkan perkataan Ibu Anna, ya," ujarku. Galeri seni yang kudirikan dengan tanganku sendiri, berganti nama menjadi milik Anna. "Kakak, kamu terlalu baik," ujarnya sambil menangis. Aku menjawab, "Kamu akan mengelolanya lebih baik dariku." Bahkan aku telah menyerahkan hak atas dana perwalian orang tuaku. Tommy akhirnya menampilkan senyuman tulus pertamanya selama bertahun-tahun. "Sofie, kamu sudah berubah. Kamu nggak lagi galak. Kamu yang seperti ini, sungguh cantik." Benar, aku yang sekarat ini akhirnya menjadi Sofie Barnes yang sempurna di mata mereka. Sofie yang patuh, dermawan, dan tidak pernah membantah. Hitungan mundur 72 jam telah dimulai. Aku sangat penasaran, ketika detak jantungku berhenti, apa yang akan mereka ingat tentangku? Apakah aku akan diingat sebagai istri baik yang akhirnya belajar melepaskan, atau sebagai seorang wanita yang menyelesaikan balas dendamnya dengan kematian?
Baca
Tambahkan
Kebangkitan Dokter Karina di Tanah Afrika

Kebangkitan Dokter Karina di Tanah Afrika

Sebelum menyadari semuanya, aku telah menjadi istri tak berharga yang berdiri di samping suamiku, Arya Sudiro, yang merupakan seorang bos mafia. Seorang ibu rumah tangga yang tenggelam dalam urusan rumah, sementara suamiku bermain-main dengan sekretarisnya sendiri, Vina, yang umurnya sepuluh tahun lebih muda dariku. “Dia itu pintar,” kata Arya suatu kali. “Dia tahu bagaimana cara membantuku.” Malam itu adalah ulang tahun pernikahan kami yang kesepuluh. Aku melihat sebuah gaun mewah rancangan desainer dan kalung yang diletakkan di ruang tamu. Untuk sesaat, aku merasa sangat bahagia. Aku mengira Arya akhirnya memutuskan untuk mengajakku ke pertemuan para bos mafia tahunan dan memperkenalkanku sebagai istrinya. Tapi ternyata gaun dan perhiasan itu untuk Vina. Malam itu, aku juga memergoki Arya sedang menyelinap masuk rumah bersama Vina. Keduanya tampak mabuk, mereka saling bermesraan seolah tidak ada siapapun di rumah itu. Aku pun menelepon seseorang. “Saya bersedia bergabung dengan program Dokter Lintas Batas. Saya akan pergi ke sana.” Sebelum menikah dengan Arya, aku sudah memiliki masa depan gemilang di bidang kedokteran. Tetapi, aku memutuskan untuk melepaskan semuanya demi pria itu. Dan, sekarang? Sudah saatnya untuk kembali memikirkan diri sendiri dan meninggalkan semua yang sebenarnya tidak pernah menjadi milikku.
Cerita Pendek · Mafia
1.7K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Menceraikan Suamiku yang Menghamili Wanita Lain

Menceraikan Suamiku yang Menghamili Wanita Lain

Pada bulan keempat aku mencoba program bayi tabung, teman masa kecil suamiku yang juga merupakan tetangga kami memosting selembar foto hamilnya. [ Buah cinta kami. Sekeluarga bertiga. ] Di foto itu, terlihat juga tangan suamiku yang membuat tanda hati bersamanya. Hal yang paling ironis adalah, jarinya masih mengenakan cincin pernikahan kami.
Baca
Tambahkan
Saat Aku Sekarat, Keluargaku Hancur Bersamaku

Saat Aku Sekarat, Keluargaku Hancur Bersamaku

Hari di mana aku pingsan dan didiagnosis menderita kanker stadium akhir di rumah sakit adalah hari ulang tahunku dan kakak kembarku, Nadin, yang ke-22. Aku tidak peduli dengan saran dokter untuk dirawat inap dan langsung pergi, hanya demi merayakan ulang tahun terakhir yang riang bersama keluargaku. Namun ketika aku tiba di pesta ulang tahun, aku justru dihentikan oleh pelayan di depan pintu. Dia berkata bahwa tempat ini telah disewa untuk perayaan ulang tahun putri Keluarga Yanuar, dan orang luar tidak diizinkan masuk. Di balik kaca jendela, Kakak laki-laki memegang kue, Ayah memasangkan topi ulang tahun di kepala Nadin. Bahkan pacarku juga tersenyum sambil menatap Nadin yang memejamkan mata untuk membuat permohonan. Setelah berdiri terpaku selama setengah jam, akhirnya pacarku mengangkat teleponku. "Aku tadi ke rumah sakit, sekarang ...." Ia memotong ucapanku, "Nadia, tubuhmu selalu sehat. Hari ini ulang tahun Nadin, kalau ada apa-apa, bicarakan nanti aja." Bukankah hari ini juga ulang tahunku? Hanya karena Ibu meninggal dunia akibat pendarahan hebat saat melahirkanku. Dan karena dokter mengatakan aku telah "merebut" nutrisi Nadin saat dalam kandungan hingga membuatnya bertubuh lemah sejak kecil. Semua orang pada menganggap, akulah yang seharusnya mengalah pada kakakku yang lahir lima menit lebih dulu itu. Aku meremas hasil diagnosis kanker dan membuangnya ke tempat sampah, memutuskan untuk tidak lagi bersedih karena pilih kasih mereka. Karena sejak awal aku tak pernah mendapatkan kasih sayang mereka, maka aku memilih untuk pergi selamanya.
Cerita Pendek · Romansa
15.5K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti

Abang dan Ayah selalu menyayangi kakak perempuanku dan membenciku. Ketika aku diganggu di sebuah pesta, pemimpin mafia Fendi Sucipto yang membantuku dan menyatakan bahwa aku adalah orang paling kesayangannya dan dia tidak akan membiarkan siapa pun yang menggangguku lagi. Fendi membelikanku sebuah kastil di tengah hutan, menanam tulip kesukaanku, dan mengadakan pernikahan di kastil yang menggemparkan seluruh negeri. Untuk sementara, aku menjadi bahan iri semua wanita! Saat hamil tujuh bulan, aku menghadiri pesta ulang tahun Ayahku dan tiba-tiba kebakaran besar. Ayah dan Abangku melindungi kakak perempuan melarikan diri. Aku hampir mati dalam kebakaran itu, tetapi Fendi menyelamatkanku. Ketika aku terbangun di rumah sakit, aku melihat pemandangan yang memilukan. "Siapa yang menyuruhmu menyalakan api?" Wajah Fendi muram. "Dia baru hamil tujuh bulan, dan kalian ingin membuatnya melahirkan prematur. Apa kalian ingin membunuh Linda dan bayi di dalam perutnya?" Abang dan Ayahku menjelaskan dengan suara pelan, "Leukemia Sanny tidak bisa ditunda. Dokter bilang dia perlu dioperasi sesegera mungkin, dan dia membutuhkan sumsum tulang belakang anak itu..." "Aku lebih mengkhawatirkan nyawa Sanny daripada kalian." "Kalau tidak, aku tidak akan menikahi Linda!" "Tapi kalian tidak bisa menyakiti Linda, aku punya rencana sendiri!" Fendi memperingatkan, "Menyelamatkan Sanny adalah tujuan kita, tapi kita tidak bisa mengabaikan hidup dan mati Linda demi menyelamatkan Sanny! Aku tidak akan setuju!" Aku buru-buru pergi dari tempat kejadian. Ternyata dia menikahiku bukan karena mencintaiku, tapi untuk menyelamatkan Kakakku! Ternyata dia baik padaku karena Kakakku. Ternyata dia sama dengan Ayah dan Abangku, menyukai Kakakku bukan aku. Karena tidak ada yang menyukaiku, aku akan pergi saja.
Cerita Pendek · Romansa
22.3K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Menikahi CEO, Penyesalanku

Menikahi CEO, Penyesalanku

"Bu Santi Tania, apa Anda yakin ingin mengakhiri pernikahan dua puluh tahun ini dan menyerahkan hak asuh anak?" "Ya. Ajukan saja permohonan perceraian. Saya sudah memutuskan," ucap aku dengan tenang melalui telepon sambil menggosok noda minyak di meja dapur granit. Selama dua puluh tahun, aku telah menyerahkan seluruh hidup aku untuk keluarga ini. Aku mengurus segala urusan rumah tangga, memastikan pendidikan anak-anak berjalan dengan baik, dan selalu berada di sisi suami aku, mendukungnya hingga ia berhasil naik ke puncak karier di sebuah konglomerat besar tanpa ada sedikit pun keluhan. Tapi suami aku, Arif Winata, malah membawa adik perempuan angkatnya, Chintya Winata, ke dalam sebuah wawancara media, lalu berkata dengan lantang, "Kesuksesan saya hari ini semua berkat bantuan saudara angkat saya." Bahkan anak-anak aku sendiri pun merendahkan aku. Mereka menyebut aku sekadar ibu rumah tangga yang biasa saja dan kasar. Mereka pun lebih memilih berpihak pada “Bibi” Chintya, wanita yang selalu ada di rumah itu, seolah-olah dia adalah nyonya rumah yang sesungguhnya. Jadi aku menandatangani surat perceraian dan pergi meninggalkan mereka, membiarkan mereka menjadi "keluarga yang sempurna" seperti mereka inginkan. Namun, sejak kepergian aku itulah, keluarga itu mulai panik ….
Baca
Tambahkan
Kebisuan dalam Kedalaman Air

Kebisuan dalam Kedalaman Air

Aku telah bergentayangan di dasar air selama lima tahun, sebelum akhirnya tulang-belulangku tersangkut pada kail seorang pemancing dan ditarik ke daratan. Meski tim forensik telah merekonstruksi wajahku melalui tengkorak yang ditemukan, kebencian Kakak terhadapku tidak berkurang sedikit pun. "Baguslah kalau dia mati!" "Sudah kabur lima tahun, mati pun nggak bakal bisa nebus semua dosanya!" "Keluarga Manggala punya pembunuh kayak dia ... benar-benar bikin malu!" Semua orang mengira dia sangat membenciku sampai ke tulang sumsum. Akan tetapi, saat mengucapkan kata-kata itu, seluruh tubuh Kakak gemetar hebat. Siapa yang menyangka? Telepon minta tolong yang kuhubungi kepadanya lima tahun lalu, justru menjadi tangan tak terlihat yang mempercepat kematianku.
Baca
Tambahkan
Aku Pelakor?

Aku Pelakor?

Di hari pernikahan putraku, suamiku mengusirku dari kursi utama dan duduk di kursi undangan paling belakang. "Liana nggak menikah seumur hidup dan nggak punya anak karena aku." "Liana cuma mau mewujudkan mimpinya menjadi seorang ibu, hari ini saja. Apa kamu nggak bisa membiarkannya? Kenapa hari ini mesti ribut-ribut?" Aku menoleh ke arah putraku, berharap dia akan menghentikan kekonyolan ini. Akan tetapi, putraku malah berkata, "Itu benar, Bu. Aku sudah memanggilmu Ibu selama 20 tahun. Cuma hari ini saja aku akan memanggil Bibi Liana." "Aku cuma nggak akan ngasih teh ke Ibu. Jadi, bisakah Ibu nggak terlalu mempermasalahkan hal ini?" Menghadapi ayah dan putranya yang kompak ini …. Pada titik ini, tiba-tiba saja aku merasa jika 25 tahun terakhir ini hanyalah sebuah lelucon.
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
1011121314
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status