Pembalasan Sang Dokter Jenius
“Kalau kalian tidak mau mendengar kebenaran, maka aku akan memaksamu mendengarkannya.”
“Maju!” teriak Ki Agni, dan ia pun menerjang maju seperti bola api yang mengamuk, memulai pertempuran yang akan mengguncang malam itu.
Tubuh kekarnya melesat bagaikan peluru meriam. Hawa panas yang memancar dari tubuhnya bukan lagi sekadar hangat, melainkan membara seperti tungku pembakaran. Di kepalan tangan kanannya, api gaib berwarna merah jingga berkobar, menjilat-jilat udara malam, siap menghanguskan apapun yang disentuhnya.