Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mi íncubo desobediente

Mi íncubo desobediente

"Mi íncubo llegó hace un mes y todavía no deja que lo toque. ¿Por qué pasa esto?" Escribí al asesor con el ceño fruncido, ya perdiendo la paciencia. La respuesta del agente no tardó en llegar, redactada con esa cortesía empalagosa de siempre. "Señorita, nuestras unidades suelen estar ansiosas por convivir con sus dueñas. Si el suyo se comporta así, lo más probable es que esté defectuoso. Si gusta, podemos tramitar el cambio ahora mismo. El nuevo le estaría llegando en una semana." Me quedé mirando a Diego. Era perfecto, tal como lo había soñado siempre. No podía con el pensamiento de devolverlo. Decidí darle un voto de confianza y esperar unos días más. Si de plano no funcionaba, intentaría mandarlo a reparar. Me encantaba demasiado como para rendirme así de fácil. Pero todo se fue al carajo durante la cena familiar. Fue ahí donde sentí un nudo en el estómago al darme cuenta de que mi íncubo tuvo una reacción al ver a mi hermanastra... que estaba sentada justo frente a él. En ese momento, caí en cuenta: el día que llegó el paquete, fue ella quien lo abrió. Esa misma noche, volví a contactar al asesor. "¿Me confirman que el nuevo llega en una semana? Olvídenlo, mándenme el reemplazo de una vez."
Baca
Tambahkan
La Trahison du Roi Lycan

La Trahison du Roi Lycan

« Que veux-tu que je fasse ? » Ses mains se levèrent brusquement. « Que veux-tu que je dise ? Que j'admette que ton amie Paterica me convient mieux ? Que j'admets que je détestais notre relation bien avant le mariage ? Que j'admets que je te manque tellement de respect ? » « Comment oses-tu dire de telles âneries ?! » « C'est la vérité. » « Ah oui, c'est vrai. » Je ris amèrement. « Tu dois être ravie de m'avoir brisé le cœur, alors. Tu dois être si contente de t'être débarrassée de moi juste pour être avec ma stupide meilleure amie ! » ~~ Thalia aimait le roi loup-garou Octavius de tout son cœur. Elle était certaine qu'il l'aimait aussi. Ainsi, forte de leur amour indéfectible, elle était destinée à devenir sa reine. La reine loup-garou. Mais alors qu'elle s'approchait de l'autel, Octavius lui infligea l'humiliation suprême. À présent, humiliée, elle a tout perdu, même la joie qui emplissait autrefois son âme. Pour venger sa perte, Thalia, le cœur brisé, voit son destin lié à celui du Roi Alpha d'une meute ennemie. Il lui propose un marché, qu'elle accepte : quoi qu'il arrive, elle doit venger la trahison du Roi des Lycans.
Loup-garou
76 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Perceraianku Dimulai Saat Mertua Didiagnosis Kanker

Perceraianku Dimulai Saat Mertua Didiagnosis Kanker

Pada hari ibu mertuaku didiagnosis kanker rahim, dia membawa koper dan pindah ke rumahku. "Ibu nggak punya banyak waktu lagi, hampir nggak ada harapan," dia terisak, "Kalau kalian usir Ibu, kalian bukan manusia." Aku melihat suamiku yang diam tanpa kata, lalu beralih ke putraku yang selama ini kubesarkan dengan penuh kasih. "Kalian mau bilang apa?" Suamiku yang diam itu tampak muram, lalu menarik tanganku. "Soal waktu pasca melahirkan itu, mau kamu ingat sampai kapan? Ibu sudah seperti ini." Putraku juga ikut mendukung, "Nenek hampir tiada, merawatnya di masa tua itu kewajiban kita." Aku tersenyum menatap suami dan putraku. "Kalau begitu, silakan kalian yang merawat."
Baca
Tambahkan
Dekapan Dingin Suami Panas

Dekapan Dingin Suami Panas

Tiga bulan setelah menikah, Azalea Ariva tak pernah lagi disentuh oleh suaminya–Haiden Mahendra. Padahal saat malam pertama, Haiden begitu bersemangat dan penuh hasrat. Haiden bahkan tak berhenti di saat Lea memohon karena sudah kelelahan. Hal itu membuat Lea bertanya-tanya dan overthinking. Adakah rahasia yang suaminya sembunyikan darinya? Karena sering kali, saat bangun pagi, perut Lea terasa nyeri. "Jangan nakal, Nyonya HaiLe, atau kau akan mendapat hukuman berat dariku." Haiden Mahendra. "Uuu … hukuman apa tuh? Mau dong dihukum Ayang." Azalea Ariva. "Lepaskan pakaianmu di hadapanku sekarang juga!"
Romansa
1063.7K DibacaTamat
Tampilkan Ulasan (30)
Baca
Tambahkan
Sheila Pulungan
tuh kan tuuuh kan..!! untung belum drop novel ini, jd bisa tau kalau ada special extra part..hahaha Oo tarik kata² lg yaa CaCi.. Akhirnya novel Azam family lanjuuutt Love..!! Nindy keluarga Xavier? eh bentar, dr belahan bumi yg mana ini Xavier..?? Zeeshan, nafkahin gueh ajaaa..gueh jg lg bokek >_<
Poe3
Dibuku ini, karakter kang deden itu pmarah tp pnyayang ny terasa bgt, klu ke mak lea gk usah diragukan tp yg buat excited itu syang&mengayomi ny dgn adek2 cowok ny. aq selalu suka dgn ketegaran mak lea dlm mghadapi mslh, tetep ceria walau ketimpa musibah,mana randomny yg buat gk bosan bc buku ini.
Baca Semua Ulasan
Menghadapi Kematian di Depan Mata

Menghadapi Kematian di Depan Mata

Aku mengalami kram menstruasi dan memesan obat pereda nyeri. Di aplikasi, pengantarnya tertulis seorang pengendara wanita, tapi yang datang ternyata seorang pria mabuk. Kali ini, aku tidak menelepon dua kakakku untuk meminta bantuan. Langsung saja aku melapor ke polisi. Di kehidupan sebelumnya, kedua kakakku bukan hanya memanggil semua pengawal pribadi yang ada, tetapi mereka sendiri juga buru-buru kembali. Akibatnya, mereka melewatkan drama panggung yang dimainkan oleh adik angkat mereka. Adik angkat mereka begitu sedih hingga dia menusukkan tombak mainan ke dirinya sendiri di atas panggung dan membuat dirinya terluka parah. Kedua kakakku mencoba menghiburku, "Jangan merasa bersalah. Setidaknya kamu tetap selamat." Namun, di balik itu, mereka mengikatku dan menyerahkanku kepada sekelompok pria mabuk. "Cuma pria mabuk, 'kan? Kamu bisa mengusirnya sendiri. Kenapa harus manggil kami? Sekarang lihat akibatnya. Kalau Hilda meninggal, kamu juga jangan berharap bisa hidup!" Ketika aku membuka mata lagi, aku kembali ke hari di mana pria mabuk itu mengetuk pintuku. Kali ini, aku tidak menelepon mereka. Mereka akhirnya bisa menyaksikan drama panggung adik angkat mereka, memberi dukungan dan semangat. Namun, setelah drama itu selesai, mereka malah menyesal.
Baca
Tambahkan
Ketika Aku Memilih Dunia Gelap

Ketika Aku Memilih Dunia Gelap

Selama lima tahun, Alessandro Wijanarko adalah sosok pria sempurna. Setidaknya, itulah yang selalu kupercaya. Semua keyakinan itu runtuh pada malam pesta pertunangan kami, saat perempuan simpanannya menerobos masuk, menggandeng seorang bocah lelaki berusia sekitar lima tahun. Anak itu langsung berlari ke arah Alessandro sambil menangis tersedu. “Ayah! Ayah, akhirnya aku menemukanmu!” Ini pasti lelucon. Lelucon yang kejam dan menjijikkan! Namun, Alessandro menoleh padaku. Tak ada lagi kehangatan dalam suaranya ketika dia berbicara. “Ini putraku, Rivan. Sebuah … kesalahan yang Chyntia dan aku buat lima tahun lalu.” Dadaku menegang. “Rivan adalah pewaris Keluarga Wijanarko. Aku harus beri mereka status,” lanjutnya datar. “Artinya, aku harus bertunangan dengan Chyntia dulu.” Dia menatapku, seolah masih berhak memintaku memahami segalanya. “Tapi, Saskia, percayalah. Aku masih mencintaimu. Kita bisa menggelar pesta pertunangan enam bulan lagi. Kamu tetap akan jadi Nyonya Keluarga Wijanarko. Aku harap kamu bisa bersikap lapang dada. Ini keputusan finalku.” Aku tertawa, dingin, singkat, dan tajam, lalu menarik cincin pertunangan dari jariku dan melemparkannya begitu saja. Pandangan mataku menyapu ruangan, lalu berhenti pada seorang pria di sudut aula. Kresna Kartawijaya. Bos mafia paling berkuasa di Vantros. Dan aku satu-satunya pria yang mengetahui satu gelar lain dirinya. Yaitu pria yang sejak lama berniat menjadikanku miliknya. “Kresna,” panggilku, suaraku tenang dan jernih. “Aku sedang butuh tunangan baru. Kamu tertarik tidak?”
Cerita Pendek · Mafia
1.1K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
A HOME FOR REI

A HOME FOR REI

Nur Juwariyah
Rei,hidup dalam keluarga besar tapi ia hanya memiliki ibu. Sampai tragedi membuat satu-satunya keluarga yang menyayanginya mati. Tak ada yang menginginkannya sampai wanita dingin itu datang membawanya pergi dari tempat perawatan mental meski suara Rei tak lagi terdengar begitupun cahaya matanya yang meredup. Bisakah wanita dingin tapi kaya itu membuka hati Rei kembali? Sedangkan dirinyalah yang mengusir ibu Rei dari kehidupan nyaman tanpa harus menyembunyikan sepotong roti tawar dengan selai coklat untuk mengganjal perut Rei? Penasaran? Baca dong minimal 3 part awal. Dan salam kenal.
Lainnya
104.7K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Bisa Tidak Mencintaimu Saja

Bisa Tidak Mencintaimu Saja

Cinta sejati Samuel Dirja diam-diam mengenakan gaun pengantinku. Saat kami berkelahi, dia yang sedang hamil tidak sengaja terjatuh. Setelah dibawa ke rumah sakit, dokter mengatakan bahwa dia tidak akan bisa hamil lagi. Samuel yang murka pun mengirimkanku ke sebuah biara di luar negeri untuk menjadi biarawati. Setahun kemudian, Samuel datang menjemputku dari biara. Namun, saat dia mengetahui bahwa aku sudah kabur sejak lama dan sekarang menggendong seorang anak, dia memarahiku dengan mata memerah. "Kamu ingin menikah karena memiliki anak, atau kamu ingin menggunakan anak ini untuk menghina Shinta yang nggak bisa hamil?" Samuel tentu tidak tahu bahwa anak ini bukan anaknya. Selain itu, aku pun juga akan segera menikah.
Baca
Tambahkan
Tunanganku Menyesal Setengah Mati

Tunanganku Menyesal Setengah Mati

Pada hari mengurus akta pernikahan, nama pengantin pria di akta malah berubah. Tunangan pacarku, si putri mafia itu memeluknya sambil menatapku dengan senyuman penuh kemenangan. "Penipu cinta dan tuan muda palsu, bukankah sangat serasi? Aku tak meladeninya dan hanya menatap pacarku. Dulu, saat dia baru saja dijemput kembali oleh keluarga mafia sebagai tuan muda yang asli, dia bahkan sanggup menanggung hukuman keluarga selama tiga hari tiga malam demi bisa menikahiku. Namun, dia malah mengangguk setuju hari ini. "Hanya bercanda saja, kamu nggak akan marah, 'kan?" "Ini hanya akta pernikahan, tunggu sampai Tasya sudah puas dan senang, kalian bisa cerai. Setelah itu kita bisa membuat akta pernikahan baru." Aku tersenyum. Lalu berbalik dan melangkah ke arah tuan muda palsu itu. "Akta pernikahan sudah di tangan, suamiku. Sudah saatnya kita merencanakan pernikahan kita baik-baik."
Cerita Pendek · Mafia
2.3K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Melamar Kerja Malah Dilamar CEO Tampan

Melamar Kerja Malah Dilamar CEO Tampan

Yani AZM
"Ini untukmu" pak Bagas menyodorkan sebuah coklat di atas meja kerja Rani. "Kalau bisa jangan panggil bapak dong, 2 hari lagi kan kamu akan jadi istri ku" kata pak Bagas sambil duduk menyender di kursi. Rani hanya melirik dan tersenyum sedikit. Cara pak Bagas menyatakan cintanya setiap hari memang selalu tidak terduga. Terlalu banyak hal yang membuat Rani harus berpikir berkali-kali jika ingin menolak cintanya pak Bagas. Seorang CEO tampan dan kaya yang menjadi idola para wanita di sebuah perusahaan besar PT. Graha abadi, ternyata hatinya terpikat kepada seorang karyawan baru yang cantik dan pintar.
Romansa
934 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
4243444546
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status