AKU TANPAMU
ucapku pelan.
Mas Fahry menghela napasnya, menatapku dengan perasaan bersalah. Dia selalu memandangku seperti itu jika kami membahas masalah ini.
“Aku tak mau wanita lain menikmati tubuhmu, Mas. Meski itu hanya video lama.”
Mas Fahry mengangguk, lalu meraih ponsel Nasya dari tanganku.
“Dia punya applikasi penyimpan galeri tapi aku tak bisa membukanya, aku sudah memasukkan tanggal lahirmu tapi ternyata Nasya hanya menggunakan itu sebagai password awal untuk membuka ponselnya.”