Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MAAF

MAAF

Meski dia tahu Cahyo tidak menginginkannya, setidaknya mengabdikan dirinya seumur hidup tidaklah rugi. “Bagus. Kita sarapan sekarang, jangan membuat kesalahan sedikit pun.” Cahyo keluar lebih dulu dan kemudian di susul oleh Yuni. “Selamat pagi, Ma, Pa.” sapa Cahyo setelah sampai di meja makan. “Apa kau akan bekerja hari ini?
103.4K viewsOn holdAdded to Library 106 Times as mak ke tu
Read
+Library
Masih Ada Waktu

Masih Ada Waktu

"Shit! Gue kalah lagi. Ini udah kelima kalinya gue kalah saat lawan dia." "ARRRGHHH!" Ia menendang batu kerikil yang ada di depannya. "CABUT!" *** "Ma ...! Ma ...!" teriak Mae di dalam kamarnya. Seseorang yang dipanggil 'Ma' itu langsung menghampiri Mae yang tengah berdiri di depan cermin besar kamar Mae. "Iya, Sayang. Mama ada di sini, kamu gak perlu teriak-teriak. Oke?" lembut Zaza, mamanya Mae.
107.1K viewsOngoingAdded to Library 227 Times as mak ke tu
Read
+Library
KINASIH

KINASIH

Dia melirik sekillas pada benda di atas meja. Pria itu menggeleng, namun cepat menjawab, "ya sudah, saya titip ini ya, Mak. Tolong sampaikan ke Akung, sesuai sama yang kemarin saya jelaskan ya. Nanti malam kalau sudah tanda tangan, bawa ke rumah saya ya, Mak." Sepeninggal tamunya, Ijah menatap map di atas meja dengan kening berkerut. Dia tak berani menyentuh sebelum suaminya pulang. Sedangkan Asih mengamati ekspresi itu, lalu mendekat.
1.3K viewsCompletedAdded to Library 43 Times as mak ke tu
Read
+Library
Enggan Punya Anak

Enggan Punya Anak

Saat memandangku, tak pernah sekalipun kutemukan sinar penghakiman dari matanya ataupun sindiran di setiap kata-katanya. “Santai aja, Mbak. Rumah mertuaku juga selalu berantakan kok.” “Eh, kukasih teh botolan aja, ya? Kulkasku lagi kosong. Isinya cuma susu anak-anak.” Aku mengangguk. Dengan buru-buru Mbak Keke masuk ke dapur dan membawa teh kemasan botol dalam waktu yang sangat cepat, mungkin kurang dari satu menit. Hebat sekali.
102.3K viewsCompletedAdded to Library 81 Times as mak ke tu
Read
+Library
AKU LELAH, MAS!

AKU LELAH, MAS!

gumamku. Saat asyik menyuap makan, datanglah mertuaku. "Dea, tadi ibu sudah memghubungi teman ibu, untuk sajian aqiqah, kita udah pesen ya, tinggal untuk kuenya, kalau kuenya ini enaknya bikin sendiri atau pesen?" tanya ibu mertua. "Enak pesen saja Bu, terima beres dan tidak capek." Jawabku.
8.520.8K viewsCompletedAdded to Library 643 Times as mak ke tu
Read
+Library
Menantu Kaya Dipuja, Menantu Miskin Dihina

Menantu Kaya Dipuja, Menantu Miskin Dihina

pintaku. “Iya, Ti, Mak kirim lewat WA, ya?” jawabnya. Ku jawab dengan nggukan. “Ya udah, Ti, Mak pulang dulu, pokok kamu yang sabar, Mak doain semoga rumah tanggamu langgeng, ya?” “Aamiin.” hanya aku jawab dengan kata itu. Mak Uki pun beranjak dari tempatnya.
1040.3K viewsOngoingAdded to Library 1.2K Times as mak ke tu
Read
+Library
Talak Aku, Mas!

Talak Aku, Mas!

sindir Tya. "Kesempatan itu nggak boleh disia-siakan. Nyari customer itu nggak mudah, bestie. Ya nggak?" ujar Marlina santai. Aku tersenyum, "Iya, Miss. Nanti misal ada acara aku akan pesan ke Miss Marlina." Marlina kemudian memberiku sebuah gerakan hati yang tidak tahu aku apa namanya itu. Gerakan itu sering sekali digunakan oleh orang-orang Korea dan sekarang cukup terkenal di Indonesia.
1075.8K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as mak ke tu
Read
+Library
Me after him (Indonesia)

Me after him (Indonesia)

balas Rosa seraya membuka kaleng soda, meneguk isinya perlahan. "Kata Daddy tidak semua tontonan boleh Kei tonton, beberapa cuma boleh ditonton orang dewasa," kata Kei, bicaranya masih seperti anak empat tahun, "mungkin Kei boleh menonton aunty Je saat sudah dewasa." Kei tidak pernah melihat diva kenamaan Indonesia seperti Jasmine Sahanaya di televisi atau internet rumahnya? Apa cuma Jasmine yang menganggap kalau hal itu aneh?
104.4K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as mak ke tu
Read
+Library
Wagiman

Wagiman

jawabku sembari mencoba melihat Kina lebih dekat lagi. “Hehehehe.” Kina hanya mengangguk sembari tersenyum malu. “Cantik kok, makanya aku panggil tuan putri,” jawabku menyenangkan hatinya. “Makasi mas,” ucap Kina. “Sering pakai make up?” tanyaku dengan penasaran. “Baru kali ini, Hehehehe,” jawab Kina. “Tapi bagus banget lho make upnya,” ucapku memuji.
9.29.1K viewsOngoingAdded to Library 364 Times as mak ke tu
Read
+Library
Pengantin Bayaran

Pengantin Bayaran

Jawab Alea. “Iya..Iya Neng. Yaudah Neng siap-siap yah. Mbak juga mau siap-siap mau ikut acara Neng cantik, semangat yah.” Ucap Mbak Keket, sambil pergi meninggalkan aku sendirian. ***
8.52.9K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as mak ke tu
Read
+Library
PREV
123456
...
10

Frequently Asked Questions

Nama asli Tan Malaka adalah Ibrahim Datuk Tan Malaka, tapi sering kali orang hanya mengenalnya sebagai Tan Malaka saja. Aku pertama kali tahu tentang sosok ini dari buku sejarah waktu sekolah, dan penasaran banget sama perjalanan hidupnya yang penuh liku. Dia lahir di Nagari Pandam Gadang, Sumatera Barat, pada 1897, dan menjadi salah satu tokoh revolusioner yang sangat berpengaruh di Indonesia. Yang menarik, meski namanya sering disebut dalam konteks perjuangan kemerdekaan, banyak detail tentang hidupnya yang justru lebih dramatis daripada cerita fiksi. Dia sempat mengembara ke berbagai negara, dari Belanda sampai Filipina, dan tulisannya yang tajam banyak memengaruhi gerakan anti-kolonial.

Ketika membaca biografinya, aku sering terkesima dengan keberaniannya. Tan Malaka bukan cuma pejuang fisik, tapi juga pemikir yang karyanya masih relevan sampai sekarang. Misalnya, buku 'Madilog' (Materialisme, Dialektika, Logika) yang ditulisnya di tengah pelarian, menunjukkan kedalaman pemikirannya. Aku suka bagaimana dia menggabungkan idealismenya dengan realitas politik waktu itu. Sayangnya, nasibnya tragis—dia tewas dalam peristiwa yang sampai sekarang masih jadi perdebatan. Buatku, Tan Malaka itu seperti bintang yang bersinar terang tapi cepat redup, meninggalkan jejak yang dalam.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status