Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aira's

Aira's

Bukan kisah cinta yang berawal bahagia lantas terluka. Tapi kisah lara tentang orang tua yang amat ambisius mengejar harapan yang nyaris menyakiti perasaan. Berbagai siloka menjadi jalan cerita, berbagai diksi menjadi arti hidup ini. Berbagai lantunan sendu menjadi tangis amat pilu. Caci-maki yang selalu mengintai seakan-akan menyangkal bahwa ia tidak boleh bahagia. Meninggalkan kisah lara penuh kata penyesalan. "Ayah hidup itu tidak harus tentang nilai yang bagus. Tapi tentang seseorang yang menyayangi dengan tulus." "Ibu pintar itu tidak harus menguasai semua bidang. Satu bidang saja, jika sudah mengerti dengan perasaan orang lain, ia bukan sekedar pintar tapi jenius." "Kak pintar itu tidak harus punya piala. Sekedar mendekap lantas menyeka air mata, ia sudah pintar menghilangkan lara kita." "Aira, kamu memang berbeda tapi perbedaan itu terletak pada keistimewaan yang kamu punya. Di mana orang lain tidak memiliki itu semua. Kakak sayang kamu selamanya." "Kenapa Aira selalu dibentak ayah sama ibu? Sedangkan kak Ayu dan kak Andi gak pernah!" "Otakmu itu kecil. Berpikir pun lambat." "Ibu malu punya anak seperti kamu!" "Kakak sayang sama kamu. Kakak janji gak akan ninggalin kamu." "Kak Aira pergi sesuai permintaan kalian. Selamat tinggal." "Aira, kenapa kala itu kamu gak mengucapkan sampai jumpa lagi? Dan mungkin sekarang kita masih saling memeluk bukan menangisi kamu." "Yang sudah kamu dapat sudah seharusnya kamu dekap dengan erat."
Young Adult
1014.3K viewsCompleted
Read
Add to library
Lima Tahun Penantian dalam Sunyi

Lima Tahun Penantian dalam Sunyi

"Mau nggak?" Aku tidak sengaja mengirim pesan tentang janji manikur dan pedikur ke kakak laki-laki sahabatku, padahal seharusnya pesan itu untuk sahabatku sendiri. Sepuluh menit kemudian, aku menerima balasan dari kakaknya: [Mireya ada di bawah, turunlah.] Aku tidak menyangka, selain usianya yang sudah matang, ternyata bagian lain miliknya juga besar. Malam itu, gairah meluap dan semuanya nyaris lepas kendali. Setelah tersadar, dia berjanji akan bertanggung jawab kepadaku. Dia sangat memanjakanku. Apa pun yang kuminta, selalu dia penuhi. Akan tetapi, ada satu syarat, yaitu aku tidak boleh mengaku bahwa aku adalah kekasihnya di depan umum. Lima tahun kemudian, dia pulang membawa seorang wanita. Sambil merangkul pinggang wanita itu, dia menyuruhku memanggilnya "Kakak Ipar". Aku bertanya kepadanya, "Kalau dia kakak iparku, lalu apa arti lima tahun penantianku untukmu?" Pria itu tersenyum santai, tetapi kata-kata yang keluar dari mulutnya membuat sekujur tubuhku terasa membeku. "Menunggu? Memangnya aku pernah memintamu untuk menunggu?" "Aurelia Faresta, ke depannya, jangan pernah lagi mencintai orang dengan begitu tulus kayak gini. Itu sungguh mengerikan." Ternyata, seluruh cinta yang kuberikan dengan segenap jiwa ragaku, hanyalah sebuah beban yang ingin dia hindari. Aku pun mulai mencoba untuk tidak lagi mencarinya, belajar untuk melepaskannya dan akhirnya … pergi meninggalkannya. Namun, seminggu kemudian, saat aku sedang mengucapkan janji suci pernikahan dengan pria lain …. Sosok pria yang dahulu begitu arogan dan penuh gairah itu, kini berdiri di bawah altar dengan mata yang memerah.
Short Story · Romansa
1.3K viewsCompleted
Read
Add to library
Mein Schicksal neu schreiben

Mein Schicksal neu schreiben

Mein Ehemann, mit dem ich fünf Jahre verheiratet war, entpuppte sich als der lange verschollene Erbe der Rhys-Mafiafamilie. An dem Tag, an dem er in die Familie zurückkehrte, nahm er unseren Sohn an die Hand und ging gemeinsam mit Isla, seiner Jugendliebe, auf eine Luxuslimousine im Wert von mehreren Millionen zu. Dann runzelte er leicht die Stirn und sagte zu mir: „Hazel, ich nehme nur Isla und unseren Sohn mit. Du bleibst erst einmal hier. Sobald ich mir in der Rhys-Familie eine feste Stellung sichere, komme ich zurück und hole dich.“ Ich nickte ruhig und akzeptierte seine Entscheidung ohne Widerspruch. Es war mir klar: Wenn ich ihn begleitete, würde es kein gutes Ende nehmen. In meinem vorherigen Leben weinte ich und bestand darauf, ihn zu begleiten. Am Ende blieb Sam keine andere Wahl, als mich ebenfalls in die Familie zurückzubringen. Jedoch schon bald wurde ich von Isla hereingelegt. Sie beschuldigte mich, die Geheimnisse der Rhys-Mafiafamilie verraten zu haben. Den Familienregeln entsprechend wurde ich zum Tode verurteilt. Als das Urteil vollstreckt wurde, schrie mein Sohn mich mit geröteten Augen an: „Ich hasse dich! Wenn du nicht unbedingt hättest zurückkommen wollen, hätte ich keine Verräterin zur Mutter! Ich hätte längst eine bessere Mutter!“ In diesem Moment setzte mein Herz aus. Ich wurde in den Augenblick zurückversetzt, bevor mein Mann seine Identität zurückerlangte. Diesmal ließ ich ohne Zögern los und stellte mich nicht länger dem Glück in den Weg, das er und unser Sohn sich wünschten.
Short Story · Mafia
334 viewsCompleted
Read
Add to library
Di Balik Senyum Istri

Di Balik Senyum Istri

“Laki-laki itu tidak perlu ijin istri untuk menikah lagi,” katanya. Mendengar ucapan Ayah bisa kulihat Ibu malah tertunduk lagi, ada apa sebenarnya? kenapa dia hanya diam tanpa suara? “Dari sekian banyak sunah nabi kenapa harus poligami, Riana biar kutanya langsung padamu, bersediakah kamu jadi istri kedua suamiku?” “Hmm, aku, tolong kasih aku waktu, aku engga bisa ngasih keputusan sekarang,” jawab Riana. “Kenapa nak Riana bukannya kamu dan Bagas sudah saling kenal, bukankah kalian sudah dekat sejak kuliah?” tanya Ayah mertua. Hah? Apa ini jadi mereka pernah dekat? Kenapa hidup serumit ini. Lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum menyaksikan permainan takdirku. “Kenapa Dek, kenapa kamu malah senyum,” Mas bagas menatap heran ke arahku, raut mukanya tampak gelisah mungkin dia takut aku akan meledak. “Kenapa dunia ini begitu sempit Mas? kamu sendiri gimana? maukah menikahi mantan teman sebangkuku?” Aku harus memastikan ini sendiri disaksikan kedua orang tuanya. Dia lagi-lagi tak menjawab. “Tentu saja suamimu tidak akan menolak menikah dengan wanita cantik seperti Riana, toh mereka juga sudah saling mengenal,” sambar ayah mertuaku. “Kalau tolak ukur menikahi wanita hanya dilihat dari kecantikannya, apakah setelah menikah ada jaminan dia akan memiliki anak laki-laki, kalau tidak bukankah semuanya sia-sia.” Rasa sakit tak melulu harus ditampakkan dengan air mata, dan senyum tak selamanya memiliki arti bahagia. Senyum itu mampu menghilangkan luka walau hanya sekejap. Memberikan kekuatan baru agar aku bisa lebih kuat menghadapi kenyataan pahit.
Rumah Tangga
1077.5K viewsCompleted
Read
Add to library
His Unwanted Witness

His Unwanted Witness

His voice dropped lower. “You saw the news, didn’t you? The little warning on the LED TV?” Her eyes flickered. “…Yes, sir.” “Then why didn’t you turn back?” Her mouth opened, but no words came out. “And you saw they’ve never shown my face on the news.” He tapped his temple, eyes glinting. “But now you’re staring right at me. You know exactly what I look like. You think I’ll let you walk away?” “No! Please!” Isabella’s voice cracked, tears falling. “I promise with my mother’s grave—I’ll never speak of this! Please, just spare me!” Alessandro smirked, lifting his gun. “People like you swear. People like you also betray. Let’s see…” Her whole body locked. “No, no, please—” The gun fired. Isabella screamed. But when she opened her eyes, the bullet hole smoked in the wooden floor beside her. Her chest heaved. Her hands shook. She collapsed onto the ground, sobbing. Alessandro leaned back, laughing softly. Then—something in her snapped. She pushed herself up on trembling legs. “You want to kill me? Then fucking do it!” His brows lifted. “What the fuck is wrong with you gangsters?” she yelled, her voice shaking. “Do I look like someone who can hurt you? You almost made me wet my pants out there with your bullets. Do you think that’s funny?” One of his men growled, stepping forward, hand raised. “How dare you talk to the boss like that—” “Stop,” Alessandro ordered sharply, raising his hand without taking his eyes off her. Isabella’s chest heaved. “You think taking lives is funny?” She beat her chest with her fist. “Fine. I’m going to walk out that door right now. Shoot me if you want.”
Mafia
106.3K viewsCompleted
Read
Add to library
Lies of the Mafia Husband

Lies of the Mafia Husband

Shortly after we said "I do," the Family sent my husband, Dario, down to the Mexican border. He told me it was a meat grinder down there—cartel territory. where guys were zipped into body bags every day. He said he had to go—to expand the territory, for the glory of the Family. He claimed it was too dangerous and that his enemies would paint a target on my back, so he wouldn't take me with him. I believed him. I stayed behind in his old, rot-infested house in New Jersey, taking care of his bitter, spiteful parents. I spent my days and nights in the Family's moldy laundromat, washing bills stained with blood. He told me he sent every dime he made down there to the widow of a brother who took a bullet for him. He asked me to be understanding. I never complained. Day after day, I pressed expensive suits in that humid laundromat, waiting for him to come home. It wasn't until the eighth year that a mobster came back drunk. When I asked about Dario, he froze, then sneered at me through a haze of alcohol. "Dario? Are you kidding? He’s been a King in Manhattan for years. He’s the youngest Underboss of the Corleone family." I stood frozen, the iron in my hand burning a hole right through a shirt. "And he got married seven years ago. Biggest cathedral in New Jersey. Half the mob was there to toast the groom..." He pulled a crumpled photo from his leather jacket. Snuggled up against my husband was a woman in a high-end couture gown—the very same "poor, widowed sister-in-law" he had told me about. The next day, I contacted a fixer who specialized in fake IDs. On the application for a one-way ticket to Europe—a ticket to vanish off the face of the earth—I filled in the fake name I had prepared long ago. He trapped me for seven years with a sham marriage. From now on, I’d be done with this damn loyalty.
Short Story · Mafia
3.0K viewsCompleted
Read
Add to library
She Chose His Scooter Over My Sportscar

She Chose His Scooter Over My Sportscar

On Valentine's Day, I paid in full for a sports car and gave it to my wife as a gift. But when my wife arrived at the private dining restaurant, she brought her parents—and her childhood sweetheart—along with her. The moment my mother-in-law saw it, she slammed her hand on the table, furious. "Tyler, do you have so much money that it's burning a hole in your pocket? Is all this really necessary just for a meal? "Megan pinches every penny at home, and here you are throwing money around outside—just to show off?" Embarrassed, I tried to explain that this was simply a token of my love for Megan. My father-in-law, however, kept a stern face. "No matter how expensive the car is, it's still going to get stuck in traffic during rush hour! It's not even as useful as the electric scooter Brandon gave her. If you ask me, you didn't put any real thought into this. "Oh, right. I heard the salesperson who sold you the car was introduced by Brandon. How exactly are you planning to repay that favor? No matter how busy you are with work, you can't just push everything onto Brandon to handle for you." I could hear the hidden meaning behind his words. So that was what this was really about. They were still holding a grudge because a week ago, when my father-in-law had twisted his back, I hadn't gone to the hospital to visit him. But at the time, I had been busy cleaning up the mess Brandon Hayes had caused for the company. I'd even kept him out of prison. Yet, instead of gratitude, they were turning the blame on me. After a long silence, my wife finally looked at me. "Tyler, transfer ten percent of the company's shares to Brandon as repayment." "And if I don't?" My father-in-law barked angrily, "Then I'll have Megan divorce you!" I laughed. Then I calmly pulled a divorce agreement from my pocket and placed it on the table. "Go ahead," I said. "Sign it."
Short Story · Romance
216 viewsCompleted
Read
Add to library
Kembalinya Sang Legenda Perang

Kembalinya Sang Legenda Perang

Di tengah kemegahan kota Arkadea, seorang jenderal perang legendaris bernama Aryan menghadapi nasib yang tak terduga. Setelah menghilang akibat kecelakaan helikopter yang menghancurkan ingatannya, ia terpaksa menjalani hidup baru sebagai buruh bangunan tanpa mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya. Sebenarnya Aryan adalah seorang pria dengan wajah yang tampan, berperawakan gagah. Namun Aryan menjalani hari-harinya dengan sindiran dan hinaan, walaupun sebenarnya ia menyimpan masa lalunya yang heroik. Hidupnya mulai berubah ketika ia bertemu dengan Clara, seorang Agen polisi yang membuatnya merasakan cinta dan penerimaan yang tulus. Namun, hubungan mereka terbentur pada pandangan keluarganya yang merendahkan Aryan karena status sosial saat ia masih belum tersadar akan jati dirinya. Suatu ketika seseorang mendorong Aryan untuk kembali ke dunia militer, kenangan mulai kembali mengisi pikiran Aryan. Dibantu oleh mantan rekan-rekannya, Aryan menggali kembali kemampuan dan kepemimpinannya. Namun, ancaman baru muncul ketika Kelompok "Dark Immortal" mengguncang kedamaian Arkadea dan seluruh dunia. Dengan keberanian dan kekuatannya yang terpendam, Aryan melawan musuh dan memulihkan keamanan dunia. Pertempuran epik itu menjadi momen kebangkitan Aryan, membawa namanya kembali diingat sebagai jenderal yang dihormati. Namun, setelah kemenangan, dia menyadari bahwa kekuatan sejati bukan hanya dalam memimpin militer, tetapi juga dalam menghubungkan dirinya dengan rakyat dan membangun kembali kehidupan mereka. "Kembalinya Sang Legenda Perang" adalah sebuah kisah tentang cinta, perjuangan, dan penemuan diri yang mengajarkan arti sejati dari kepemimpinan dan hikmat di balik sebuah perjalanan yang penuh luka. Pada akhirnya Aryan membuktikan bahwa sebuah legenda tidak pernah mati, melainkan hidup dalam hati mereka yang terinspirasi.
Pendekar
102.3K viewsOngoing
Read
Add to library
Legenda Candi Borobudur

Legenda Candi Borobudur

JackSparrow
Novel Legenda Candi Borobudur mengisahkan perjalanan inspiratif Rama dan Sinta, sepasang suami istri yang bertekad untuk menyebarkan ajaran kebijaksanaan dan cinta di seluruh Nusantara. Setelah menemukan naskah kuno yang mengandung ajaran berharga, mereka memutuskan untuk meninggalkan kehidupan nyaman mereka di desa kecil dan memulai perjalanan yang penuh tantangan dan pencerahan.Perjalanan mereka membawa mereka ke berbagai tempat, dari desa terpencil hingga kota-kota besar, di mana mereka bertemu dengan beragam karakter yang memperkaya pemahaman mereka tentang kehidupan. Salah satu perhentian penting adalah Desa Harapan, di mana mereka belajar tentang ritus kuno di Bukit Pengorbanan yang memperdalam wawasan mereka tentang harmoni dengan alam dan spiritualitas.Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan Dani, seorang pemuda penuh semangat yang memperkenalkan mereka kepada Pak Bima, seorang penjaga kebijaksanaan kuno. Bersama Pak Bima, mereka mengunjungi Gua Kebijaksanaan yang penuh dengan ukiran dan prasasti yang mengungkap asal-usul ajaran yang mereka bawa.Namun, perjalanan mereka tidak selalu mulus. Di kota besar yang penuh dengan ketidakadilan dan kesulitan, mereka menghadapi perlawanan dari kelompok yang merasa terancam oleh pesan kebijaksanaan dan cinta yang mereka sebarkan. Dengan keberanian dan keteguhan hati, Rama dan Sinta tetap berpegang pada misi mereka, menginspirasi banyak orang untuk hidup dalam harmoni dengan alam dan sesama.Melalui berbagai tantangan dan pertemuan yang mengharukan, Rama dan Sinta tidak hanya menyebarkan pesan kebijaksanaan dan cinta tetapi juga menemukan arti sejati dari pengorbanan dan keberanian. Perjalanan mereka adalah sebuah saga tentang ketabahan, cinta, dan komitmen terhadap kebijaksanaan kuno yang relevan dengan kehidupan modern.
Historical
1.1K viewsOngoing
Read
Add to library
Gefangen in der Plackerei

Gefangen in der Plackerei

Ich war im achten Monat schwanger, und die Wehen setzten ein, doch mein Alpha-Gefährte Damien sperrte mich in einen Silberkäfig im Keller, um die Geburt hinauszuzögern. Als ich um Hilfe schrie, sagte er nur, ich solle warten. Denn die Gefährtin seines verstorbenen Bruders, Victoria, brachte am selben Tag ihren Welpe zur Welt. Der Seher des Rudels hatte vorhergesagt, dass nur der erstgeborene Welpe von Mondgöttin gesegnet und zum zukünftigen Alpha werden würde. „Der Titel gehört Victorias Welpe“, sagte er. „Sie hat Marcus verloren. Sie hat nichts. Du hast bereits all meine Liebe, Elena. Der Silberkäfig wird dafür sorgen, dass du nach ihr entbindest.“ Die Wehen waren eine Folter. Ich flehte ihn an, mich in die Klinik zu bringen. Er packte mein Kinn und zwang mich, ihn anzusehen. „Hör auf, so zu tun. Ich hätte wissen müssen, dass du mich nie geliebt hast. Alles, was dir je wichtig war, sind Reichtum und Status!“ „Nur um deine Wehen zu erzwingen und zu stehlen, was meinem Neffen zusteht … Du bist wirklich böse.“ Blass und zitternd flüsterte ich: „Der Welpe kommt, ich kann es nicht aufhalten. Bitte, ich leiste einen Bluteid. Die Erbschaft ist mir egal. Ich liebe nur dich!“ Er spottete. „Wenn du mich lieben würdest, hättest du Victoria nie in diesen Vertrag gedrängt, um das Geburtsrecht ihres Welpen aufzugeben. Ich hole dich ab, wenn sie entbunden hat. Schließlich ist das in dir auch mein Welpe.“ Er bewachte Victorias Kreißsaal. Erst als er das Neugeborene in ihren Armen sah, erinnerte er sich an mich. Er befahl seinem Beta, mich freizulassen. Doch die Stimme des Beta bebte. „Luna… und der Welpe… sie sind tot.“ Und in diesem Moment verfiel Damien der Wildheit.
Short Story · Werwolf
4.0K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
1
...
333435363738
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status