Short
Lima Tahun Penantian dalam Sunyi

Lima Tahun Penantian dalam Sunyi

에:  Aman참여
언어: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10챕터
1.8K조회수
읽기
보관함에 추가

공유:  

보고서
개요
장르
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

"Mau nggak?" Aku tidak sengaja mengirim pesan tentang janji manikur dan pedikur ke kakak laki-laki sahabatku, padahal seharusnya pesan itu untuk sahabatku sendiri. Sepuluh menit kemudian, aku menerima balasan dari kakaknya: [Mireya ada di bawah, turunlah.] Aku tidak menyangka, selain usianya yang sudah matang, ternyata bagian lain miliknya juga besar. Malam itu, gairah meluap dan semuanya nyaris lepas kendali. Setelah tersadar, dia berjanji akan bertanggung jawab kepadaku. Dia sangat memanjakanku. Apa pun yang kuminta, selalu dia penuhi. Akan tetapi, ada satu syarat, yaitu aku tidak boleh mengaku bahwa aku adalah kekasihnya di depan umum. Lima tahun kemudian, dia pulang membawa seorang wanita. Sambil merangkul pinggang wanita itu, dia menyuruhku memanggilnya "Kakak Ipar". Aku bertanya kepadanya, "Kalau dia kakak iparku, lalu apa arti lima tahun penantianku untukmu?" Pria itu tersenyum santai, tetapi kata-kata yang keluar dari mulutnya membuat sekujur tubuhku terasa membeku. "Menunggu? Memangnya aku pernah memintamu untuk menunggu?" "Aurelia Faresta, ke depannya, jangan pernah lagi mencintai orang dengan begitu tulus kayak gini. Itu sungguh mengerikan." Ternyata, seluruh cinta yang kuberikan dengan segenap jiwa ragaku, hanyalah sebuah beban yang ingin dia hindari. Aku pun mulai mencoba untuk tidak lagi mencarinya, belajar untuk melepaskannya dan akhirnya … pergi meninggalkannya. Namun, seminggu kemudian, saat aku sedang mengucapkan janji suci pernikahan dengan pria lain …. Sosok pria yang dahulu begitu arogan dan penuh gairah itu, kini berdiri di bawah altar dengan mata yang memerah.

더 보기

1화

Bab 1

Di bawah remang cahaya lampu jalan, Arvin Laksita bersandar di pintu mobil sambil mengisap puntung rokok terakhirnya.

Dia lalu menginjak puntung rokok itu hingga padam. Dalam waktu lima menit, Arvin memeriksa ponselnya sepuluh kali dan membalas sembilan pesan suara dari wanita di ujung sana.

Pesan terakhirnya adalah untuk memberi tahu sahabatku, yang juga adik perempuannya, Luna Laksita, bahwa dia sudah mengantarku pulang dengan selamat.

Arvin meletakkan ponselnya, lalu menoleh dan tersenyum menatapku.

Jelas sekali, mengobrol dengan wanita lain itu membuatnya sangat bahagia.

Oleh karena itu, nada bicara Arvin padaku juga terasa jauh lebih santai.

"Aurelia, kamu sudah dewasa. Kamu mengerti soal berpisah baik-baik di dunia orang dewasa, 'kan?"

Arvin mengacak rambutku, bersikap begitu mesra, seakan kami tidak sedang membicarakan topik "perpisahan" yang seserius ini.

Memang benar, Arvin tidak pernah sekalipun serius kepadaku.

Bahkan, termasuk kejadian lima tahun lalu, saat aku mabuk dan akhirnya tidur bersamanya.

Setelah tersadar sepenuhnya, Arvin bersandar di kepala tempat tidur sambil mengisap sebatang rokok. Kepulan asapnya mengaburkan ekspresi wajahnya yang tampak meremehkan. "Suka padaku?"

Aku mengangguk dengan gugup. Namun, yang kudapat hanyalah tawa kecil darinya.

"Boleh saja. Kalau begitu, kita bersama."

"Tapi, jangan kasih tahu Luna. Aku takut kalau Luna tahu, dia akan mengejarku dengan pisau."

Arvin mengatakannya dengan begitu santai, tetapi bodohnya, aku menganggap kata-katanya itu serius.

Sejak saat itu, aku tetap berada di sisi Arvin, tak ubahnya seperti sebuah aksesori yang tidak berharga.

Kupikir seiring berjalannya waktu, Arvin akan memperlakukanku secara berbeda. Namun, kenyataan membuktikan bahwa aku sudah salah besar.

Arvin masih saja terus berganti-ganti wanita, sementara aku, hanyalah mainan penghibur di saat dia merasa bosan.

Aku menundukkan pandanganku. Dari sudut mataku, aku melihat Arvin kembali sibuk membalas pesan di ponselnya.

Padahal, orang yang dia beri nama kontak "Pacar" itu, baru saja meminta nomor WhatsApp-nya di meja bar dua hari yang lalu.

Aku sekuat tenaga menahan rasa perih yang meluap di dalam hati, menarik napas dalam-dalam beberapa kali dan barulah aku berani melontarkan pertanyaan yang selama lima tahun ini hanya tertahan di benakku, "Arvin, kenapa cuma aku yang nggak bisa jadi pacarmu?"

Arvin tertegun sejenak, lalu menjawab dengan nada yang seakan merasa tertekan, "Bukannya nggak bisa …. Hanya saja, setelah hari aku setuju untuk bersamamu, aku langsung merasa menyesal."

"Selama lima tahun ini, aku juga sudah mencoba memandangmu sebagai wanita pada umumnya, tapi aku nggak bisa melakukannya."

"Rasanya kayak … semua orang bisa saja jadi pacarku, kecuali kamu."

Di jalanan yang sunyi itu, untuk pertama kalinya Arvin bersikap begitu serius kepadaku. Sepasang matanya yang memantulkan bayanganku itu tampak begitu penuh kasih, tetapi di saat yang sama, terasa begitu tidak berperasaan.

펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

댓글 없음
10 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status