Luapan Gairah Panas Ayahmu
Tatapan Arif kini berubah menjadi dingin, tajam, dan menghitung, seperti seorang CEO yang baru saja memutuskan untuk melakukan hostile takeover—bukan perusahaan, melainkan seluruh hidup Rayhan.
“Baik, Rayhan. Jika kamu memilih perang, aku akan memberimu perang,” ujar Arif, suaranya rendah dan mengintimidasi. Suara itu, yang tidak lagi diwarnai amarah, tetapi perhitungan yang dingin, jauh lebih menakutkan daripada raungan marahnya.
Hot Chapters