Pesugihan Kandang Bubrah
“Kita akan menjadi satu. Semua rasa bersalah, semua dosa, akan menjadi kekuatanmu. Tapi kau akan selalu diingatkan akan apa yang telah kau lakukan. Tidak akan ada pengampunan, hanya penerimaan.”
“Dan jika aku menghancurkanmu?” Arif menggenggam pisaunya lebih erat.
“Kau akan kehilangan sebagian dari dirimu. Bagian itu mungkin adalah rasa takutmu, rasa bersalahmu, atau bahkan kemanusiaanmu. Kau akan menjadi sesuatu yang baru, tetapi tidak ada jaminan kau akan tetap menjadi dirimu sendiri.” Denga sombongnya bayangan itu mengingatkan Arif.