kata Elena.
"Salam kenal,mas Handi."sapa Hana.
"Salam kenal juga Hana." kamu juga cantik ya seperti kakakmu."sapa Handi.
"Ah,biasa aja kok Mas. Lebih cantik kak Elena,kan dia sudah tinggal di kota dan pintar dandan. Saya cuma gadis desa,gak bisa dandan lagi."terang Hana.
"Kamu masih ingat aku 'kan?"
Alfonso mengerutkan dahi. Siapa wanita ini? Mata emerald-nya memang sangat indah, kulitnya juga bersinar cerah. Apa mungkin dia…?
Wanita itu melepaskan topi beanie warna pink dari kepalanya, sehingga rambutnya yang merah kecokelatan jatuh terurai dengan indahnya sampai ke punggungnya. "Ini aku, Sasha! Sasha Petrova…!"
kata Daren tidak yakin.
“Kenapa kamu tidak yakin? Apakah ada yang berbeda dengan wanita yang dijodohkan denganmu kali ini?” tanya Siska penasaran. Karena dia tahu selama ini Daren selalu dijodohkan oleh orangtuanya dan dia tidak pernah menjalaninya dengan serius. Ada aja alasan yang dibuat Daren untuk menghindari perjodohan tersebut.
“Tidak ada. Hanya saja boleh dikatakan bahwa dia sangat mirip dengan manekin."
Reandra mencoba tersenyum tipis.
“Aku harap kau bisa memahami keadaanku. Karena sikapku yang seperti ini semata-mata agar aku segera bisa mengeluarkan adikku dari tempat entah di mana itu,” ucap Juna.
“Adik?”
“Ya. Adik yang sangat aku sayangi, Sabitah Nayanika....”
***