Balasan Reinkarnasi pada Sahabat Munafik Pacarku
Setelah aku mengambil cuti sekolah, orang tuaku tidak mendesak apa pun.
Namun sahabat masa kecil pacarku yang memasang citra sebagai si genius ber-IQ tinggi justru menelepon.
Karena aku sedang sibuk turun ke sawah bekerja, menanam sayur dan bermain air, sama sekali tidak punya waktu menulis kode.
Di kehidupan sebelumnya, sahabat masa kecil itu mengirimkan rancangan program yang sama persis dengan rancanganku satu hari lebih awal.
Semua orang memaki aku tak tahu malu, menuduhku menjiplak dan memalsukan.
Aku berusaha menjelaskan, tetapi sama sekali tidak ada yang percaya.
Kemudian sahabat masa kecil itu bahkan membuka siaran langsung, memfitnahku melakukan perundungan di kampus.
Mereka dengan gila-gilaan melakukan perundungan daring terhadap seluruh keluargaku. Akhirnya orang tuaku, saat mengemudi untuk menghindari para warganet ekstrem, mengalami kecelakaan dan tewas.
Aku tidak sanggup menanggung pukulan itu, lalu melompat dari gedung tinggi dan tewas dengan penyesalan yang tak terpadamkan.
Hingga detik terakhir sebelum kesadaranku lenyap, aku tetap tidak mengerti apa sebenarnya yang terjadi.
Jelas itu hasil jerih payahku, mengapa justru orang lain yang lebih dulu merilisnya.
Saat aku membuka mata lagi, aku kembali ke sehari sebelum insiden penjiplakan itu terjadi.