Premanku Canduku
Kalau pun baca, biasanya pinjam dari tetangga atau mendatangi platform novel online yang saat ini bermunculan bagai jamur di musim hujan.
“Sayang sekali, ya. Padahal harusnya baca dulu, baru bisa lebih menikmati filmnya,” Lelaki muda yang ternyata berewajah jauh lebih putih dan lebih tampan bila dibandingkan dengan Mas Bayu sekalipun itu, menyanggah dengan suara yang sangat pelan, namun mendalam.
Aku sama sekali tidak bisa membalasnya karena memang sama sekali tidak tahu buku yang dimaksudanya.