Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MENANTU AMBURADUL

MENANTU AMBURADUL

Khaity begitu cantik pakai dress kombinasi batik yang senada dengan batik milik kedua orang tuanya. Rangkaian acara pun dimulai. Melihat betapa banyaknya batang hidung manusia di ruangan yang sudah didekorasi dengan indah ini, Khaity akhirnya menangis takut. Sudah wajar bagi anak kecil menurutku, jika melihat banyak orang pasti dia bakalan histeris. Sayangnya tangisan Khaity diartikan beda dengan Ibu Mertua. “Pasti panas itu bajunya, baju apaan sih kayak begitu dipakai. Bahannya pasti kasar, panas.” Ibu seberani itu ngomong hal semacam itu.
1011.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 279 kali sebagai bara pattiradjawane
Baca
+Pustaka
Bara di Hati Mikha

Bara di Hati Mikha

Apalagi jika mengingat kembali apa yang kami lakukan sejak kemarin. "Udah enggak usah dibahas. Bikin malu aja." Bara memilih menganggukkan kepalanya. Kini kami sama-sama terdiam hingga akhirnya aku ingat jika Bara belum mengatakan kepadaku, rencana Langit akan diberi nama siapa? "Bar?" "Ya?" "Rencana nama lengkapnya Langit siapa?" "Langit Jagadita Nareswara Jones."
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai bara pattiradjawane
Baca
+Pustaka
BIDADARI BUTA SANG PRESDIR

BIDADARI BUTA SANG PRESDIR

Syadilla yang memang merasa sangat haus, menurut saja menerima gelas tersebut dan segera meminum isinya hingga tandas. "Siapa kamu?" adalah pertanyaan pertama yang Syadilla ajukan begitu merasa kondisi tubuhnya lebih baik. Dan dengan tetap bersuara dengan nada lembut, wanita itu memperkenalkan dirinya, "Aku Lita. Tuanku menyuruhku melayani Nona. Sudah semalaman Nona pingsan. Syukurlah, akhirnya Nona sadarkan diri, sekarang!"
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai bara pattiradjawane
Baca
+Pustaka
Sang Dewi

Sang Dewi

Nyi Alam Kasuyatiansang dewiDewidewidewa/dewi
Begitu juga dengan Larasati dan Sansati yang duduk di antara para putri Bali. Sesosok pria menghentikan langkah, lalu menyatukan kedua telapak tangan sembari menunduk kepada Jayaksati. Tak lain dia adalah Panji Asmara Bangun yang sedang menjadi pembahasan. "Inu Kertapati!" Sarweswara sempat terkejut, tetapi menjaga sikap untuk tetap tenang. Berbeda dari Larasati yang hampir tak berkedip menatap sang Pangeran.
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai bara pattiradjawane
Baca
+Pustaka
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Sebelum pindah ke tempat tinggal baru, di desa Pagat, tak jauh dari ibukota kabupaten yang terkenal dengan kue apemnya, Barabai. Aku dan Mas Adry menginap di rumah orang tua Mas Adry yang ada di kota Pelaihari. Mas Adry hanya dua bersaudara, ia anak tertua. Sedangkan adiknya bernama Dara. Ia baru kelas tiga di sekolah menengah atas.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai bara pattiradjawane
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status