Rasa Dari Keremajaan
JayKcerita cinta romantis yang berakhir sedihcerita sedih tentang cintacerita kisah cinta sedihcerita kisah cinta
"Kak..."
"Diamlah," bisiknya.
Dia memejamkan mata, memajukan wajahnya sedikit lagi. Aku menahan napas, tubuhku kaku. Otakku yang biasanya logis mendadak blank. Tidak ada rumus matematika yang bisa menjelaskan situasi ini.
Tapi, tepat sebelum sesuatu terjadi—
"RAIHAN! GAWAT! KABEL GENSET UTAMA KONSLET!"