Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Lusia

Lusia

Alessandro tak gentar sedikitpun, menjadi pemimpin Maximilanus telah melatihnya menghadai banyak hal menyeramkan. Mereka berada di atap bangunan tua, di tepi sungai yang sangat deras. Dengan banyak sekali tubuh tak bernyawa, baik dari Kelompok Maximilanus ataupun Aaron. Tapi, meskipun sudah kekurangan banyak personil, Alessandro nampaknya tetap tenang. Ia bahkan berkali – kali melirik ke bawah sana. Di mana sungai kini berkilat terkena cahaya bulan. Dan kejutan. Duar! Suara pelatuk di tarik dan suara pel *** di udara dengan bau bubuk mesiu yang pekat. Alessandro mene**m bak kaki Aaron.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai berdesir
Baca
+Pustaka
ALVAREZ

ALVAREZ

Archilles Phrogio 5. Ray Valenco 6. Alea Zaneta 7. Selena Hazel— 𝗚 𝗟 𝗔 𝗗 𝗜 𝗔 𝗧 𝗢 𝗥 1. Alegro Gerran Pratama 2. Noah Dres Herga 3. Gavin Balker 4. Aleera Madison Pratama 5. Violette de Canberra ***
109.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 318 kali sebagai berdesir
Baca
+Pustaka
DENDAM

DENDAM

Aku tercengang membaca pesannya, mana mungkin Amira membeli perdana dari sana, sedangkan dia saja orang asli Kalimantan. "Ada nama pemiliknya? Bisa kamu lacak?" tanyaku. "Sepertinya itu nomor sekali pakai. Nomornya juga sulit di lacak, namun ada pemiliknya, itupun juga warga sana!" "Siapa namanya?" tanyaku. "Romina, kelahiran tahun 1945." Aku mendesah berat, siapa sebenarnya orang ini, mengapa ia meneror Alenaku.
1024.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 934 kali sebagai berdesir
Baca
+Pustaka
NAJENDRA

NAJENDRA

Berdeham cukup lama seakan bingung mengambil keputusan dalam waktu singkat. Orang itu lantas menghela napas panjang, parah karena mengira pria itu tidak mampu melakukannya. “Seperti yang saya duga, bahkan seorang pengembara juga tidak bisa melakukannya. Jelas saja, ini bukan pekerjaan yang layak.” “Tunggu, kau bilang, "Bahkan seorang pengembara juga tidak bisa", itu seperti kau sudah meminta bantuan pada seseorang yang lebih ahli melakukan hal itu.”
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai berdesir
Baca
+Pustaka
Selìni

Selìni

Seketika rasa bersalah menyerang lelaki tadi– aneh, biasanya ia tidak peduli perasaan orang lain atau acuh-acuh saja. Tapi kenapa ia merasa bersalah dan tidak enak?! Keheningan kembali melanda keduanya, hanya terisi suara gemerutuk dari kayu yg terbakar. Suaranya membuat Eleanor tidak nyaman, ia kembali buka percakapan agar tidak terlalu fokus pada suara tadi, "Siapa namamu?" "Aku tidak punya nama." "Pembual," Cerca gadis itu, tidak percaya.
901 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai berdesir
Baca
+Pustaka
DERREL

DERREL

Derrel lalu menuju motor kesayanganya diikuti dengan anggota Petrios "Petrios" Teriak Derrel "THE WINNER." semboyan anggota Petrios begitu memenangkan pertempuran lalu meninggalkan lapangan gelap dengan anak Cravit yang tidak sadarkan diri ~~~~~~~ TBC SEMUA Yuhuuu surprise aku up Gimana kaget ga kalian?terkejut,terguling,terjungkal ga? Kurang ya? Mau ditambah ga?tapi bayar ya goceng ga deng canda goceng jangan lupa vote and komen guys
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai berdesir
Baca
+Pustaka
Memar Termanis

Memar Termanis

Dan terus, mata itu tidak dapat berpaling sedikit pun dari seorang bartender yang dimana Rach berkesempatan melihat name tag bartender itu. “Andreas.” Ucapnya dengan nada yang hampir berbisik.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai berdesir
Baca
+Pustaka
Davira

Davira

sahut Davira kikuk, "lagian, nanti aku juga akan membelinya berhubung karena aku sudah memakainya. Kau tau kan, jika temanku ini calon desainer terkenal." Pete mengangguk. "Oh, bagus kalau begitu. Tapi sayangnya, aku tidak mengenal temanmu." "Nanti akan aku perkenalkan, namanya Selena, dia juga ada disini kok." "Uhm, baiklah." kata Pete mengangguk setuju. "Oh ya, kita belum kenalan." Pete mengulurkan tangannya pada Davira, "namaku Pete." Davira menatap tangan Pete yang terulur, kemudian Davira menatap ke arah Pete yang tampak kebingungan sebab Davira tak langsung mau menjabat tangannya.
6.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai berdesir
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status