Unexpected Wedding
Raga menyalakannya, lalu menyetel dengan suhu yang tidak terlalu sejuk.
“Hm, bentar lagi.”
“Nunggu apa?” tanya Raga setelah meletakkan remote di nakas. “Sudah hampir setengah 11, Lin.”
“Duduk situ bentar,” pinta Lintang sambil menunjuk ujung karpet yang didudukinya. Setelah melihat Raga menuruti permintaannya, Lintang segera mengutarakan pikirannya. “Mas, aku nggak mau pindah dari sini. Terus, masalah toko buku, nanti biar aku cari tempat strategis yang nggak jauh dari sini.”
Hot Chapters