Dear Dirga
Jantungnya berdebar cepat, dan entah kenapa, ia tak bisa mengalihkan pandangannya dari Dirga.
Dirga kembali menggenggam tangan sang Oma lebih erat, menunduk, mencium jemari keriput itu. Air matanya jatuh membasahi punggung tangan itu.
“Oma… Dirga janji, suatu hari nanti… Dirga akan nikah,” bisiknya, suaranya bergetar. “Sama perempuan yang Dirga sayang… yang bisa sayangin keluarga, kayak Oma…”
Hot Chapters