Birahi Liar istri Setia
Angin pagi menggoyangkan dedaunan, tapi di dalam dirinya, badai mulai mengamuk.
Reza mengaduk kopinya perlahan, lalu kembali bicara dengan suara tenang.
“Dan satu lagi yang perlu lu ingat,” katanya, menatap Radit dalam-dalam, “istri kita itu punya batas kesabaran. Kalau kita biarkan mereka dalam kegelisahan dan ketidakpastian, mereka bisa... lari. Kita sebagai suami gak boleh egois, Dit.”
Radit menoleh perlahan. “Lu bilang gue egois?”