Dari sisi emosional, lima tahun bersama 'menjanda menikahi bujang karatan' itu seperti rollercoaster yang akhirnya stabil. Awalnya pasti ada fase penyesuaian—kebiasaan masing-masing yang sudah mendarah daging tiba-tiba harus berkompromi. Tapi justru di tahun ketiga, kami mulai menemukan ritme. Dia yang dulunya super independen belajar meminta tolong, aku yang kaku mulai bisa menerima ketidaksempurnaan. Yang lucu, malah jadi sering dicengin tetangga karena dianggap 'pasangan aneh' yang suka sarapan sambil debat teori konspirasi.
Finansial? Jauh lebih baik dari dugaan. Justru karena dua-duanya punya pengalaman hidup sebelumnya, ngatur duit malah lebih realistis. Gak ada tuntutan gaya hidup wah, lebih fokus ke tabungan dan investasi kecil-kecilan. Sering jalan-jalan hemat ala backpacker, dan itu bikin hubungan fresh terus.